Latest Post

Cash Forvisits (Menghasilkan Uang) Dengan Usaha Online

Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 24 Desember 2013 | 11.15.00

http://fluidsurveys.com/wp-content/uploads/2013/05/Person+Quote3.png


Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.

Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308

Bupati Kuansing Galang Dana Untuk Jalur Garuda Baru "Pulau Mungkur".

Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 22 Desember 2013 | 11.00.00

Bupati Galang Dana Untuk Jalur Garuda Baru Pulau Mungkur, Terkumpul Dana Rp 77 Juta

Selasa,10 Desember 2013
Bupati Galang Dana Untuk Jalur Garuda Baru Pulau Mungkur, Terkumpul Dana Rp 77 Juta
Ket Foto : Bupati H Sukarmis menyerahkan dana kepada panitia jalur Garuda Baru desa Pulau Mungkur. ( ktc )

GUNUNG TOAR  – Dalam upaya meringankan biaya pembuatan jalur, Bupati Kuansing, H Sukarmis   memimpin penggalangan  jalur ‘Garuda Muda’ Desa Pulau Mungkur.
Penggalangan dana oleh orang nomor satu Kuansing itu saat menghadiri  melayur jalur Garuda Baru desa Pulau Mungkur  Kecamatan Gunung Toar, Senin malam (9/12/2013) malam . Dari hasil penggalangan dana tersebut terkumpul dana Rp 77 juta lebih.
Selain Bupati H Sukarmis, hadir pada acara acara ini tersebut Sekda Kuansing H Muharman, Wakil Ketua DPRD Sardiono, Anggota DPRD Kuansing Andi Cahyadi, kepala dinas/badan, kabag di lingkungan Pemkab Kuansing. Camat  Hulu Kuantan, Camat Kuantan Mudik, Camat Pucuk Rantau, dan Camat Gunung Toar sendiri selaku tuan rumah.
Rp 77 Juta dana yang berhasil dikumpulkan pada saat penggalangan tersebut berasal dari Bupati Kuansing sebesar Rp 15 juta, pribadi H Sukarmis Rp 5 juta dan atas nama Ketua Golkar Kuansing Rp 5 juta.
Kemudian ditambah sumbangan dari para kadis sebesar Rp 10 juta, Indra Putra ST sebesar Rp 2,5 juta, Andi Cahyadi menyumbang Rp 1 Juta dan Sekda Kuansing H Muharman menyumbang Rp 5 juta. Sehingga total sumbangan yang terkumpul mencapai Rp 77 juta lebih.
Dalam sambutannya, Bupati Sukarmis berharap jalur Garuda Baru milik desa Pulau Mungkur dapat memacu prestasi dimasa-masa yang akan datang, sebagaimana harapan masyarakat sebelum membuat jalur baru ini. Apalagi jalur dari desa ini juga cukup dikenal masyarakat karena berprestasi diberbagai ajang.
Yang tak kalah pentingnya tambah Sukarmis, masyarakat juga diminta memahami hakekat dan nilai-nilai positif yang terdapat dalam budaya pacu jalur yakni semangat kebersamaan dan gotong royong. Karena tanpa semangat kebersamaan dan gotong royong, pembuatan sebuah jalur tidak akan terlaksana.
“ Mari Kita lestarikan semangat kebersamaan dan gotong royong ini tidak hanya saat pembuatan jalur namun untuk bidang lainnya sepereti bidang pertanian dan perkebunan serta ekonomi kerakyatan dan bidang sosial lainnya,”pungkas Sukarmis.

Dukun Santet Dibakar Hidup-Hidup "Inuman" Kuansing

Written By SEDI SUGANDA on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 10.50.00

SEORANG DUKUN SANTET DIBAKAR MASSA.

Siang ini Dukun Korban Pembakaran Massa Dikubur

PEKANBARU -Jasad Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi korban pembakaran massa akibat disangka dukun santet pada Kamis (3/10 ) akan dikebumikan siang ini.


"Sebelumnya anggota sempat kesulitan untuk menyerahkan kepada siapa mayat korban. Karena dia tinggal sendiri di desa itu, tanpa ada saudara," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Aji Irawan yang menghubungi media ini, Jumat (4/10).


Ia menjelaskan, setelah bersusah payah hingga jasad korban terkesan terlantar, akhirnya anggota menemukan seseorang yang bersedia untuk mengebumikan korban.


"Warga itu adalah yang menumpangi tempat tinggal korban. Sebelumnya dia sempat menolak, namun setelah dimediasi, akhirnya bersedia. Rencananya pemakaman akan dilakukan siang ini," katanya.


Pada Kamis (3/10) siang, dilaporkan bahwa Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, dibakar oleh massa karena dianggap sebagai dukun.


Puncak marah warga, berawal ketika terjadi beberapa kasus kesurupan yang dialami oleh pelajar di satu sekolah menengah pertama di kecamatan itu dengan menyebut-nyebut nama 'Mbah'. 'Mbah' menurut Kapolres adalah sebutan untuk korban Paiman selama ia tinggal menumpang di rumah seorang warga, Rinson.


Mau tau berita kuansing lainnya klik link ini http://kuansing-terkini.blogspot.com/

Warga Dihebohkan Upaya Penculikan Anak di Kuansing

Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 15 September 2013 | 11.01.00


PANGEAN (RP) - Masyarakat Sako Kecamatan Pangean dihebohkan dengan adanya upaya penculikan terhadap anak-anak oleh orang tak dikenal, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (5/9).

Namun upaya penculikan terhadap anak yang usianya sekitar 8 tahun itu gagal terjadi, karena anak tersebut bisa menghindar dengan cara melompat ke semak-semak di sekitar tempat kejadian, persisnya tidak jauh dari wilayah Polsek Pangean.

Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, anak tersebut berjalan dari arah Sako menuju arah Pasarbaru Pangean. Kejadiannya bermula pada saat sebuah mobil jenis truck melaju dari arah Teluk Kuantan. 

Setibanya berada di tempat anak itu berjalan, mobil tersebut mencoba menghampiri, namun dengan sigap anak itu langsung melompat ketika ada upaya penculikan.

‘’Iya, heboh juga dengan kejadian itu, karena kan tak biasanya kejadian penculikan anak terjadi di Pangean bahkan Kuansing,’’ ujar Sotri Denti, salah seorang warga asal Pulau Rengas Pangean yang melintas pada saat kejadian, Kamis (5/9).

Menurut Sotri, kejadiannya ini mengundang perhatian banyak masyarakat di wilayah Sako. Pasalnya, penculikan anak sepertinya sudah mulai masuk ke wilayah Kuansing. ‘’Tentu dengan kejadian ini akan membuat kita lebih berhati-hati dengan anak,’’ ujarnya.

Terkait kejadian ini, Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni SH MH yang dikonfirmasi Riau Pos terpisah mengakui, adanya upaya penculikan anak di wilayah Pangean. Ia mengimbau masyarakat Pangean waspada terhadap kejadian tersebut. 

‘’Memang ada, tapi gagal, karena pada saat mau dihampiri, anak itu langsung melompat ke semak-semak,’’ ujar Milson.

Menurut Milson, mobil yang hendak melakukan upaya penculikan itu adalah jenis truk yang datang dari arah Teluk Kuantan.

Korban Jiwa di Tempat Wisata Kobun Nopi

KUANTAN MUDIK (RP) - Obyek wisata Danau Kebun Nopi yang terletak di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik telan korban jiwa. 

Sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (29/8), seorang pelajar dari Desa Bukit Pedusunan meninggal diduga tenggelam di danau tersebut pada saat mandi bersama teman-temannya.




Pelajar tersebut bernama Rini yang masih berusia 15 tahun. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SLTP ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuantan Mudik. 

Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dibawa ke Puskesmas Lubuk Jambi, meski sempat mendapat pertolongan dari para tenaga medis.

Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, Rini diketahui pada sore kemarin mandi bersama teman-teman sebayanya di dekat daerah yang di namakan punggung gajah atau tepatnya di samping pintu air Danau Kebun Nopi. 

Sedang asyik mandi dan berenang, saat itulah Rini menghilang  dan membuat panik teman sebayanya.

Melihat Rini tidak muncul ke permukaan, lalu temannya meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, tiba-tiba tubuh Rini terlihat muncul ke permukaan. Melihat itu pula, tubuh Rini dapat diangkat ke permukaan oleh temannya.

‘’Setelah Rini ditemukan, dengan menggunakan sepeda motor lalu kita bawa ke Puskesmas, namun Nyawanya tetap tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Desa Bukit Pedusunan, Masril, Kamis (29/8). 

Diakui Masril, daerah tempat mandi Rini dan teman sebayannya itu memang cukup dalam, sehingga kalau anak kecil biasanya tidak bisa menggapai dasar sungai. 

‘’Yang mengangkat Rini kemarin juga anak-anak yang sama mandi dengannya, baru kita sampai, dan langsung membawanya ke puskesmas,’’ ujarnya.

Jalan Lubuk Ambacang-Koto Kombu Diaspal


KUANSING (RP) - Jalan Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan sepanjang 215 meter yang menghubungkan Desa Lubuk Ambacang menuju Desa Koto Kombu, diaspal Jumat (6/9/2013). 

Kepala Desa Lubuk Ambacang, Ardison melalui Sekretaris Desa, Marhalim saat dihubungi Riau Pos menyebutkan, bahwa pengaspalan ini dimulai dari Pasar Lubuk Ambacang menuju jalan baru.

‘’Ini menyambung jalan kabupaten yang dulunya hanya sampai pasar Lubuk Ambacang. Kini sudah disambung hingga jalan baru dekat jembatan perbatasan desa Koto Kombu,’’ ujar Marhalim.

Dengan diaspalnya jalan ini, masayarakat Lubuk Ambacang sangat berterima kasih kepada pihak terkait. Sebab, sebelum jalan ini diaspal, kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat musim hujan.

 ‘’Kami sangat berterima kasih sekali karena sudah diaspalnya jalan ini. Biasanya kalau turun hujan, didepan rumah saya ini sangat licin sekali. Dan sering warga jatuh saat menurun kalau dari arah desa Koto Kombu," kata Pudin salah seorang warga Lubuk Ambacang.

Aktivitas PETI Rambah Wilayah Ibukota Kuansing


TELUK KUANTAN (RP) - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) terus marak di wilayah Kabupaten Kuantan singingi. 

Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan. 

Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.



Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer. 

Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.

Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu. 

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.

Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.

Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh. 

Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.

‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.

Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.

Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini. 

Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’

PLN Lakukan Pemadaman Di Sebagian Daerah Kuansing

Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 23 Juni 2013 | 09.48.00

 
TALUK KUANTAN - Akibat terjadinya gangguan jaringan listrik sistem Sumatera membuat listrik di Kuansing harus dilakukan pemadaman bergilir. Pemadaman bergilir akan dimulai pukul 18.00 WIB setiap hari selama dua jam.

Pemadaman yang sudah mulai sejak empat hari lalu akan berlangsung sampai 30 Juni mendatang.

‘’Kami  mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan, karena listrik ada gangguan sistem Sumatera maka dilakukan pemadaman secara bergilir di tiap kecamatan,’’ kata Kepala Rayon PLN Teluk Kuantan, Darwin kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Pemadaman secara bergilir ini, katanya, terpaksa dilakukan  untuk menghemat listrik, sebab jika dipaksakan hidup seluruhnya tidak akan mampu dilayani tenaga pembangkit listrik untuk seluruh wilayah di Kuansing, karena adanya gangguan sistem Sumatera. Maka dilakukan pemadaman giliran sekitar 4 MW setiap hari.

Mulai dari pukul 18:00 WIB selama dua jam berlanjut sampai pekerjaan selesai yang diperkirakan 30 Juni nanti. ‘’Lewat 30 Juni aliran listrik PLN baru mulai normal dan tidak ada lagi pemadaman secara bergilir,’’ katanya.

Dijelaskannya, listrik PLN ini akan mati secara bergantian, di mana ada lima travo jaringan yang akan dimatikan selama dua jam. Di antaranya travo fidel 1 (F1) untuk sekitaran Kota Teluk Kuantan atau di sejumlah desa lainnya.

Kemudian fidel 2 (F2) meliputi sejumlah desa di Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, LTD, daerah tranmigrasi, Baserah, Kuantan Hilir Seberang, Cerenti.

Selanjutnya, fidel 3 (F3) sejumlah desa di Kuantan Tengah, Singingi, Singingi Hilir, dan Sarosah Hulu Kuantan. Fidel 4 (F4) meliputi sejumlah desa di Kuantan Tengah, Benai, Pangean, Baserah, dan Cerenti. Selanjutnya, fidel 5 (F5) meliputi daerah Kari, Gunung Toar, dan Lubuk Jambi.

‘’Setiap jaringan fidel ini akan dilakukan pemadaman secara bergilir selama dua jam. Jadi kalau jaringan fidel 1 dimatikan, maka sekitar Kota Teluk Kuantan lampu akan mati, begitu juga seterusnya. Dan ini dilakukan secara bergiliran yang setiap hari waktu matinya dilakukan selama dua jam,’’ 

Dua Penimbun BBM Ditangkap


TALUK KUANTAN - Polres Kuansing menangkap dua pedagang yang disinyalir melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) terutama untuk mengais keuntungan menjelang pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.

‘’Sudah ada dua orang pembeli BBM yang kami tangkap, hendaknya ini menjadi pelajaran bagi mereka, jika tidak berhenti maka Polisi bakal bertindak tegas tanpa pandang bulu,’’ kata Kapolres Kuansing, AKBP Wendry Purbyantoro SH kepada wartawan Rabu (19/6).

Kedua pedagang dibekuk usai membeli BBM di SPBU Kebun Nenas Desa Jake. Yang bersangkutan sempat menyembunyikannya di dalam semak-semak disekitar SPBU, namun diketahui oleh Polisi.

‘’Barang bukti berupa jerigen berisi BBM dan tersangka sudah diamankan di Polres,’’ ujarnya.

Terkait upaya Polres dalam memantau penyaluran BBM, katanya, saat ini Polri sedang menggelar operasi Dian.

Karena itu petugas Polisi ditugasi memantau penyaluran BBM di SPBU baik secara terbuka maupun secara tertutup. ‘’Kalau ada yang melanggar langsung kita tindak,’’ ujarnya.

Sementara menyangkut pedagang eceran, lanjut Kapolres, merupakan wewenang dari Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing. Bahkan dirinya sudah meminta Kadis Kopindag untuk bertemu dengan berbagai pihak mengantisipasi permasalahan pedagang eceran tersebut.

‘’Contohnya pemilik kartu kendali ditata ulang soal jadwal pembelian BBM di SPBU yang selama ini bisa setiap hari untuk mencegah penimbunan menjadi sekali dalam 2 atau 3 hari,’’ ujarnya.

Sebenarnya, kata Kapolres, secara nasional, pedagang eceran tidak dibenarkan, namun Pemkab Kuansing melihat geografis wilayah yang luas sementara jumlah SPBU sedikit memberikan rekomendasi kepada pedagang untuk membeli BBM untuk warga yang jauh dari SPBU.

‘’Dalam mencegah penimbunan BBM saat ini, perlu dinas terkait berembuk ulang menata penyaluran, di SPBU tersedia di daerah yang jauh dari SPBU juga tersedia. Tapi kita ingatkan setiap pelanggaran oleh pedagang dan petugas SPBU dalam penyaluran akan ditindak tegas,’’ jelas Wendry.

Walau pemerintah belum mengumumkan secara resmi kenaikan harga BBM, baik premium dan solar, namun ironisnya di lapangan sudah ada pedagang eceran yang menjual bensin dari Rp7 ribu sampai dengan Rp10 ribu per liter. Tidak hanya harga bensin yang melambung, stok di pedagang eceran juga menghilang.

Pasalnya, banyak pedagang eceran yang biasanya menjual bensin sekarang memilih menutup usaha mereka. Mereka tampaknya sengaja menimbun BBM jelang pengumuman sehingga dapat menikmati keuntungan berlipat ganda.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing H Tarmis yang ditanya soal ini, Rabu siang mengakui, bahwa saat ini SPBU dilarang menjual BBM kepada pedagang eceran untuk mencegah terjadinya aksi penimbunan.

‘’Memang ada imbauan Polres ke SPBU agar BBM tak dijual ke pedagang eceran terlebih dahulu,’’

Bupati Layur Jalur Desa Pembatang


 
TALUK KUANTAN(21/6/2013)-Bupati Kuantan Singingi H.Sukarmis melayur jalur Desa Pembatang Kecamatan Pangean, Rabu malam (19/6). Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kuantan Singingi ini didaulat untuk memberikan nama kepada jalur Pembatang tersebut dengan nama Putri Ringgo Biso Pulau Sati.

Sebelumnya, Desa Pembatang ini memiliki jalur dengan nama Ular Kumbang Danau Robo. Jalur ini cukup dikenal dan menorehkan sejumlah prestasi di setiap iven pacu jalur sekitar tahun 2006 dan 2007.

Dengan adanya jalur baru ini, Bupati H Sukarmis berharap agar masyarakat selalu kompak dan bersatu, sehingga prestasi bisa diraih. Makanya, Jalur Putri Ringgo Biso Pulai Sati ini harus didukung oleh masyarakatnya untuk bisa meraih juara di setiap iven pacu jalur.

‘’Dengan dilayurnya jalur ini, mari kita bermohon supaya jalur ini laju dan menang serta mendapat juara di setiap iven pacu jalur di Kuansing, dan masyarakatnya kita harapkan selalu kompak dan bersatu,’’ ujar Bupati Sukarmis sebelum menyulutkan api pada pelayuran jalur tersebut.

Di tengah cuaca yang cerah dan begitu bersahabat, ribuan masyarakat memadati lapangan sepakbola Desa Pembatang untuk menyaksikan acara pelayuran jalur baru Desa Pembatang. Selain dihadiri bupati, hadir para asisten, kadis, kaban, kakan, kabag di lingkungan Pemkab Kuansing. Disamping itu, Camat Pangean Novrion SSos beserta Upika juga turut hadir dan disertai pula seluruh kepala desa dan kepala sekolah se-Kecamatan Pangean. Dalam kesempatan itu, hadir pula Tokoh Pemuda Kuansing Adam Sukarmis dan Indra Putra ST.

Acara pelayuran jalur semakin semarak dan meriah. Pasalnya, tanpa diduga bupati, panitia menyuguhkan perayaan kecil untuk memeriahkan hari ulang tahun ke-57 H Sukarmis. Diwarnai suara kembang api dan petasan, Bupati H Sukarmis didaulat untuk memotong kue ulang tahunnya di hadapan ribuan masyarakat yang menghadiri acara tersebut.

Sebelumnya, Bupati H Sukarmis melakukan penggalangan dana untuk pembuatan jalur baru Pembatang. Terkumpul dana sebanyak Rp70 juta, masing-masing sumbangan dari Pemkab Kuansing sebesar Rp30 juta, pejabat yang berasal dari Pangean sebesar Rp10 juta, para pejabat Kuansing sebesar Rp11,5 juta.

Seterusnya, sumbangan dari H Sukarmis sebesar Rp5 juta dan sumbangan dari Ketua DPD Golkar Kuansing sebesar Rp5 juta. Seterusnya sumbangan dari Adam Sukarmis sebesar Rp7 juta dan sumbangan dari Indra Putra sebesar Rp2 juta. Setelah itu, sumbangan dari pemuka masyarakat Pangean H Jubardi Rp1 juta dan Apisman sebesar Rp2,5 juta dan sumbangan lainnya.

Bupati berharap, supaya jalur yang dilayur ini dapat menjadi wadah pemersatu di desa. Disamping itu, silaturrahim antara pemerintah dengan masyarakat yang telah terjalin harus ditingkatkan.

Polisi Amankan Puluhan Jerigen Bahan Bakar

 
TELUK KUANTAN (RP) - Aparat kepolisian dari Polsek Kuantan Tengah berhasil mengamankan puluhan jerigen yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah, di wilayah Simpang Wisma Hasanah Teluk Kuantan, Kamis malam (20/6).

Sebanyak 26 jerigen berhasil diamankan sekitar pukul 21.00 WIB malam itu melalui operasi yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kuantan Tengah, Iptu Aryansyah bersama personil polisi lainnya.

Selain berhasil mengamankan 26 jerigen minyak tanah, polisi juga berhasil menangkap dua orang yang diduga pemilik dari minyak tanah ini, masing-masing Bab (38), yang beralamatkan di Desa Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah, dan Hus (35), seorang perempuan yang juga beralamatkan di Pulau Aro.

Mereka mengangkut 26 jerigen minyak tanah ini dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis Mitsubishi Colt T120 BM 8375 KC. Semua barang bukti, termasuk tersangka tengah diamankan di Mapolsek Kuantan Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

‘’Kita berhasil menangkap dua orang, masing-masing laki-laki dan perempuan, yakni Bab dan Hus. Mereka kita tangkap saat membawa minyak tanah sebanyak 26 jerigen dengan menggunakan mobil,’’ kata Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro SH melalui Kapolsek Kuantan Tengah, Kompol Jasamen Manurung SH MH kepada Riau Pos, Jumat (21/6).(jps)

Premium Tembus Rp12 Ribu per Liter

 
Teluk Kuantan 22 Juni 2013


Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat (21/6), harga BBM di tingkat pengecer terus melonjak tinggi, terutama jenis premium yang menembus harga Rp12 ribu per liter, terutama daerah yang memang jauh dari SPBU, seperti di wilayah eks transmigrasi.

Salah seorang warga Sungai Langsat Kecamatan Pangean, Jufri Arianto kepada Riau Pos menuturkan, bahwa harga premium di wilayahnya sangat mahal. Harga premium itu bervariasi, mulai dari harga terendah yang Rp10 ribu per liter hingga tembus Rp12 ribu per liter.

‘’Memang sangat mahal harga per liternya, dan kondisi ini sudah terjadi tiga hari ini. Tak hanya di Sungai Langsat, di wilayah eks trans seperti Sukaraja, Kuantan Sako, Giri Sako harganya juga sama,’’ katanya di Teluk Kuantan, Jumat (21/6).

Pria yang juga Pengurus SPSI di PT Citra Riau Sarana ini menjelaskan, kalau penyebab dari mahalnya harga satu liter Bensin dikarenakan adanya rencana menaikkan harga BBM oleh pemerintah. Sementara, jelang kenaikannya itu, para pedagang sudah mulai menaikkan harganya.

‘’Biasalah alasannya, premium sulit didapat, akibatnya harga menjadi naik sebelum ada kepastian kenaikan dari pemerintah,’’ katanya lagi yang mengaku kesal dengan kurang tegasnya pemerintah dalam mengumumkan kepastian kenaikan BBM ini.

Kondisinya sekarang, kata Jufri, premium sulit didapatkan di SPBU. Sementara, banyak para pedagang eceran yang diduga melakukan penimbunan. Sebab menurutnya, sangat banyak pedagang eceran itu yang mengaku kesulitan mendapatkan premium, sehingga tidak bisa lagi dijual.

‘’Bisa kita lihat, kalau sudah ada kepastian kenaikan harga BBM, saya pastikan kios dari para pedagang kembali dihiasi jerigen premium dan solar. Dan sekarang memang kita kesulitan, karena saya rasa mereka banyak yang menyimpan jerigen premiumnya,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopindag) H Tarmis SPd MM kepada wartawan, mengaku prihatin dengan kenaikan harga BBM di tengah masyarakat, padahal menurutnya, pemerintah belum mengumumkan harga kenaikan. Dijelaskan, bahwa saat ini, rata-rata dari kuota BBM untuk premium dan solar yang ditetapkan BPH Migas untuk wilayah Kuansing sudah tersalur rata-rata 35 persen. ‘’Hingga bulan April lalu memang rata-rata sudah tersalur sekitar 35 persen,’’ ujarnya.

Dari data BPH Migas yang mereka terima, tahun 2013 katanya, untuk Solar Kuansing mendapat jatah 26.441 kilo liter. Dari kuota itu sudah tersalur sebesar 9.036 kilo liter atau sekitar 34 persen. Sementara untuk Premium, ujarnya, kuota untuk Kuansing sebanyak 32.154 kilo liter, dan hingga bulan April lalu sudah tersalurkan sebesar 11.457 kilo liter atau sekitar 35 persen. ‘’Itu kondisi kuota dan kuota yang telah disalurkan ke masyarakat, rata-rata 35 persen hingga April lalu,’’ ujar Tarmis kembali.

Saat ini penyaluran BBM dilakukan di 5 SPBU, masing-masing SPBU Koto Baru di Singingi Hilir, SPBU Kebun Nenas, SPBU Sungai Jering dan SPBU Sitorajo di Kuantan Tengah dan SPBU Sako di Kecamatan Pangean. ‘’Di luar 5 SPBU itu, ada 2 AMPS di Desa Sungai Kuning dan Sukamaju di Singingi dan Singingi Hilir yang memenuhi kebutuhan BBM warga di daerah yang jauh dari SPBU,’’ 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kuansing_Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger