Latest Post

Warga Dihebohkan Upaya Penculikan Anak di Kuansing

Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 15 September 2013 | 11.01.00


PANGEAN (RP) - Masyarakat Sako Kecamatan Pangean dihebohkan dengan adanya upaya penculikan terhadap anak-anak oleh orang tak dikenal, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (5/9).

Namun upaya penculikan terhadap anak yang usianya sekitar 8 tahun itu gagal terjadi, karena anak tersebut bisa menghindar dengan cara melompat ke semak-semak di sekitar tempat kejadian, persisnya tidak jauh dari wilayah Polsek Pangean.

Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, anak tersebut berjalan dari arah Sako menuju arah Pasarbaru Pangean. Kejadiannya bermula pada saat sebuah mobil jenis truck melaju dari arah Teluk Kuantan. 

Setibanya berada di tempat anak itu berjalan, mobil tersebut mencoba menghampiri, namun dengan sigap anak itu langsung melompat ketika ada upaya penculikan.

‘’Iya, heboh juga dengan kejadian itu, karena kan tak biasanya kejadian penculikan anak terjadi di Pangean bahkan Kuansing,’’ ujar Sotri Denti, salah seorang warga asal Pulau Rengas Pangean yang melintas pada saat kejadian, Kamis (5/9).

Menurut Sotri, kejadiannya ini mengundang perhatian banyak masyarakat di wilayah Sako. Pasalnya, penculikan anak sepertinya sudah mulai masuk ke wilayah Kuansing. ‘’Tentu dengan kejadian ini akan membuat kita lebih berhati-hati dengan anak,’’ ujarnya.

Terkait kejadian ini, Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni SH MH yang dikonfirmasi Riau Pos terpisah mengakui, adanya upaya penculikan anak di wilayah Pangean. Ia mengimbau masyarakat Pangean waspada terhadap kejadian tersebut. 

‘’Memang ada, tapi gagal, karena pada saat mau dihampiri, anak itu langsung melompat ke semak-semak,’’ ujar Milson.

Menurut Milson, mobil yang hendak melakukan upaya penculikan itu adalah jenis truk yang datang dari arah Teluk Kuantan.

Korban Jiwa di Tempat Wisata Kobun Nopi

KUANTAN MUDIK (RP) - Obyek wisata Danau Kebun Nopi yang terletak di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik telan korban jiwa. 

Sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (29/8), seorang pelajar dari Desa Bukit Pedusunan meninggal diduga tenggelam di danau tersebut pada saat mandi bersama teman-temannya.




Pelajar tersebut bernama Rini yang masih berusia 15 tahun. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SLTP ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuantan Mudik. 

Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dibawa ke Puskesmas Lubuk Jambi, meski sempat mendapat pertolongan dari para tenaga medis.

Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, Rini diketahui pada sore kemarin mandi bersama teman-teman sebayanya di dekat daerah yang di namakan punggung gajah atau tepatnya di samping pintu air Danau Kebun Nopi. 

Sedang asyik mandi dan berenang, saat itulah Rini menghilang  dan membuat panik teman sebayanya.

Melihat Rini tidak muncul ke permukaan, lalu temannya meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, tiba-tiba tubuh Rini terlihat muncul ke permukaan. Melihat itu pula, tubuh Rini dapat diangkat ke permukaan oleh temannya.

‘’Setelah Rini ditemukan, dengan menggunakan sepeda motor lalu kita bawa ke Puskesmas, namun Nyawanya tetap tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Desa Bukit Pedusunan, Masril, Kamis (29/8). 

Diakui Masril, daerah tempat mandi Rini dan teman sebayannya itu memang cukup dalam, sehingga kalau anak kecil biasanya tidak bisa menggapai dasar sungai. 

‘’Yang mengangkat Rini kemarin juga anak-anak yang sama mandi dengannya, baru kita sampai, dan langsung membawanya ke puskesmas,’’ ujarnya.

Jalan Lubuk Ambacang-Koto Kombu Diaspal


KUANSING (RP) - Jalan Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan sepanjang 215 meter yang menghubungkan Desa Lubuk Ambacang menuju Desa Koto Kombu, diaspal Jumat (6/9/2013). 

Kepala Desa Lubuk Ambacang, Ardison melalui Sekretaris Desa, Marhalim saat dihubungi Riau Pos menyebutkan, bahwa pengaspalan ini dimulai dari Pasar Lubuk Ambacang menuju jalan baru.

‘’Ini menyambung jalan kabupaten yang dulunya hanya sampai pasar Lubuk Ambacang. Kini sudah disambung hingga jalan baru dekat jembatan perbatasan desa Koto Kombu,’’ ujar Marhalim.

Dengan diaspalnya jalan ini, masayarakat Lubuk Ambacang sangat berterima kasih kepada pihak terkait. Sebab, sebelum jalan ini diaspal, kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat musim hujan.

 ‘’Kami sangat berterima kasih sekali karena sudah diaspalnya jalan ini. Biasanya kalau turun hujan, didepan rumah saya ini sangat licin sekali. Dan sering warga jatuh saat menurun kalau dari arah desa Koto Kombu," kata Pudin salah seorang warga Lubuk Ambacang.

Aktivitas PETI Rambah Wilayah Ibukota Kuansing


TELUK KUANTAN (RP) - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) terus marak di wilayah Kabupaten Kuantan singingi. 

Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan. 

Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.



Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer. 

Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.

Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu. 

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.

Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.

Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh. 

Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.

‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.

Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.

Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini. 

Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kuansing_Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger