Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Korban Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korban Jiwa. Tampilkan semua postingan
10.50.00
Dukun Santet Dibakar Hidup-Hidup "Inuman" Kuansing
Written By SEDI SUGANDA on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 10.50.00
SEORANG DUKUN SANTET DIBAKAR MASSA.

PEKANBARU -Jasad Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi korban pembakaran massa akibat disangka dukun santet pada Kamis (3/10 ) akan dikebumikan siang ini.
"Sebelumnya anggota sempat kesulitan untuk menyerahkan kepada siapa mayat korban. Karena dia tinggal sendiri di desa itu, tanpa ada saudara," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Aji Irawan yang menghubungi media ini, Jumat (4/10).
Ia menjelaskan, setelah bersusah payah hingga jasad korban terkesan terlantar, akhirnya anggota menemukan seseorang yang bersedia untuk mengebumikan korban.
"Warga itu adalah yang menumpangi tempat tinggal korban. Sebelumnya dia sempat menolak, namun setelah dimediasi, akhirnya bersedia. Rencananya pemakaman akan dilakukan siang ini," katanya.
Pada Kamis (3/10) siang, dilaporkan bahwa Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, dibakar oleh massa karena dianggap sebagai dukun.
Puncak marah warga, berawal ketika terjadi beberapa kasus kesurupan yang dialami oleh pelajar di satu sekolah menengah pertama di kecamatan itu dengan menyebut-nyebut nama 'Mbah'. 'Mbah' menurut Kapolres adalah sebutan untuk korban Paiman selama ia tinggal menumpang di rumah seorang warga, Rinson.
Mau tau berita kuansing lainnya klik link ini http://kuansing-terkini.blogspot.com/
PEKANBARU -Jasad Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi korban pembakaran massa akibat disangka dukun santet pada Kamis (3/10 ) akan dikebumikan siang ini.
"Sebelumnya anggota sempat kesulitan untuk menyerahkan kepada siapa mayat korban. Karena dia tinggal sendiri di desa itu, tanpa ada saudara," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Aji Irawan yang menghubungi media ini, Jumat (4/10).
Ia menjelaskan, setelah bersusah payah hingga jasad korban terkesan terlantar, akhirnya anggota menemukan seseorang yang bersedia untuk mengebumikan korban.
"Warga itu adalah yang menumpangi tempat tinggal korban. Sebelumnya dia sempat menolak, namun setelah dimediasi, akhirnya bersedia. Rencananya pemakaman akan dilakukan siang ini," katanya.
Pada Kamis (3/10) siang, dilaporkan bahwa Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, dibakar oleh massa karena dianggap sebagai dukun.
Puncak marah warga, berawal ketika terjadi beberapa kasus kesurupan yang dialami oleh pelajar di satu sekolah menengah pertama di kecamatan itu dengan menyebut-nyebut nama 'Mbah'. 'Mbah' menurut Kapolres adalah sebutan untuk korban Paiman selama ia tinggal menumpang di rumah seorang warga, Rinson.
Mau tau berita kuansing lainnya klik link ini http://kuansing-terkini.blogspot.com/
Label:
Berita,
Breaking News,
Korban Jiwa,
Top News
10.52.00
KUANTAN MUDIK (RP) - Obyek wisata Danau Kebun Nopi yang terletak di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik telan korban jiwa.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (29/8), seorang pelajar dari Desa Bukit Pedusunan meninggal diduga tenggelam di danau tersebut pada saat mandi bersama teman-temannya.
Pelajar tersebut bernama Rini yang masih berusia 15 tahun. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SLTP ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuantan Mudik.
Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dibawa ke Puskesmas Lubuk Jambi, meski sempat mendapat pertolongan dari para tenaga medis.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, Rini diketahui pada sore kemarin mandi bersama teman-teman sebayanya di dekat daerah yang di namakan punggung gajah atau tepatnya di samping pintu air Danau Kebun Nopi.
Sedang asyik mandi dan berenang, saat itulah Rini menghilang dan membuat panik teman sebayanya.
Melihat Rini tidak muncul ke permukaan, lalu temannya meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, tiba-tiba tubuh Rini terlihat muncul ke permukaan. Melihat itu pula, tubuh Rini dapat diangkat ke permukaan oleh temannya.
‘’Setelah Rini ditemukan, dengan menggunakan sepeda motor lalu kita bawa ke Puskesmas, namun Nyawanya tetap tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Desa Bukit Pedusunan, Masril, Kamis (29/8).
Diakui Masril, daerah tempat mandi Rini dan teman sebayannya itu memang cukup dalam, sehingga kalau anak kecil biasanya tidak bisa menggapai dasar sungai.
‘’Yang mengangkat Rini kemarin juga anak-anak yang sama mandi dengannya, baru kita sampai, dan langsung membawanya ke puskesmas,’’ ujarnya.
Korban Jiwa di Tempat Wisata Kobun Nopi
Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 15 September 2013 | 10.52.00
Sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (29/8), seorang pelajar dari Desa Bukit Pedusunan meninggal diduga tenggelam di danau tersebut pada saat mandi bersama teman-temannya.
Pelajar tersebut bernama Rini yang masih berusia 15 tahun. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SLTP ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuantan Mudik.
Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dibawa ke Puskesmas Lubuk Jambi, meski sempat mendapat pertolongan dari para tenaga medis.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, Rini diketahui pada sore kemarin mandi bersama teman-teman sebayanya di dekat daerah yang di namakan punggung gajah atau tepatnya di samping pintu air Danau Kebun Nopi.
Sedang asyik mandi dan berenang, saat itulah Rini menghilang dan membuat panik teman sebayanya.
Melihat Rini tidak muncul ke permukaan, lalu temannya meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, tiba-tiba tubuh Rini terlihat muncul ke permukaan. Melihat itu pula, tubuh Rini dapat diangkat ke permukaan oleh temannya.
‘’Setelah Rini ditemukan, dengan menggunakan sepeda motor lalu kita bawa ke Puskesmas, namun Nyawanya tetap tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Desa Bukit Pedusunan, Masril, Kamis (29/8).
Diakui Masril, daerah tempat mandi Rini dan teman sebayannya itu memang cukup dalam, sehingga kalau anak kecil biasanya tidak bisa menggapai dasar sungai.
‘’Yang mengangkat Rini kemarin juga anak-anak yang sama mandi dengannya, baru kita sampai, dan langsung membawanya ke puskesmas,’’ ujarnya.
Label:
Hari Ini,
Hot News,
Kecelakaan,
Korban Jiwa