Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan. Tampilkan semua postingan
10.29.00
Kuala Sungai Kampar "PENYALAI"
Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 12 Juni 2013 | 10.29.00
Penyalai

PENYALAI - Pulau Mendol atau lebih populer dengan nama Penyalai adalah sebuah pulau bertanah gambut yang terletak di kuala Sungai Kampar, mengisi sebuah teluk yang berarus deras saat air laut surut, sejajar dengan garis pantai timur pulau Sumatra bagian tengah.
Penyalai bukanlah sebuah kata filosofi, penyalai adalah nama sebuah daerah paling penting se-semenanjung Kampar, terutama sebelum Pelalawan memisahkan diri dari Kabupaten Kampar, serta sebelum Kuala Kampar beranak kecamatan baru bernama Meranti.
Penyalai adalah gerbang terluar provinsi Riau, penyalai adalah induk dari daerah pelabuhan (yang seharusnya) terpenting di Pelalawan sebelum menuju ke Kepulauan Riau.
Penyalai bukanlah cerita sejarah ketika orang-orang tua dahulu menakuti anak-anak mereka atau memotivasi mereka yang suka merantau menerjang lautan untuk merubah nasib, dengan cara mengisahkan penduduk lokal yang dipanggil Penyalai karena suka menyalai hidup-hidup penjahat, pemberontak dan kaum penjajah.
Penyalai bukanlah pulau orang-orang terbuang, sarang penyelundup, apalagi perompak. Penyalai adalah salah satu pulau akar Budaya Melayu, dimana orang-orang penyalai adalah salah satu sub Penutur Asli bahasa Melayu tinggi yang digunakan oleh orang-orang kerajaan Johor-Riau dan Riau-Lingga, cikal bakal bahasa Indonesia.
Penyalai juga berarti jalan hidup, jalan hidup orang-orang Teluk (Melayu), suku pemberani di laut maupun di darat, pelayar tangguh, pantang menyerah dan penjaga marwah tanah Melayu.
Penyalai tidak sebatas pada kampung halaman, Penyalai adalah tanah air, tumpah darah kami anak-anak Kuala Kampar, Putra Riau daratan terakhir atau anak jati Melayu Riau kepulauan bilangan pertama, karena kami Penyalai adalah antara Lautan dan Daratan. Tidak sombong di laut tak lupa daratan.
Penyalai bukanlah sebuah kata filosofi, penyalai adalah nama sebuah daerah paling penting se-semenanjung Kampar, terutama sebelum Pelalawan memisahkan diri dari Kabupaten Kampar, serta sebelum Kuala Kampar beranak kecamatan baru bernama Meranti.
Penyalai adalah gerbang terluar provinsi Riau, penyalai adalah induk dari daerah pelabuhan (yang seharusnya) terpenting di Pelalawan sebelum menuju ke Kepulauan Riau.
Penyalai bukanlah cerita sejarah ketika orang-orang tua dahulu menakuti anak-anak mereka atau memotivasi mereka yang suka merantau menerjang lautan untuk merubah nasib, dengan cara mengisahkan penduduk lokal yang dipanggil Penyalai karena suka menyalai hidup-hidup penjahat, pemberontak dan kaum penjajah.
Penyalai bukanlah pulau orang-orang terbuang, sarang penyelundup, apalagi perompak. Penyalai adalah salah satu pulau akar Budaya Melayu, dimana orang-orang penyalai adalah salah satu sub Penutur Asli bahasa Melayu tinggi yang digunakan oleh orang-orang kerajaan Johor-Riau dan Riau-Lingga, cikal bakal bahasa Indonesia.
Penyalai juga berarti jalan hidup, jalan hidup orang-orang Teluk (Melayu), suku pemberani di laut maupun di darat, pelayar tangguh, pantang menyerah dan penjaga marwah tanah Melayu.
Penyalai tidak sebatas pada kampung halaman, Penyalai adalah tanah air, tumpah darah kami anak-anak Kuala Kampar, Putra Riau daratan terakhir atau anak jati Melayu Riau kepulauan bilangan pertama, karena kami Penyalai adalah antara Lautan dan Daratan. Tidak sombong di laut tak lupa daratan.
10.11.00
Melihat orang berselancar di pantai adalah suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa. Kegiatan ini adalah kegiatan berselencar dengan papan selancar, bukan arung jeram atau dayung sampan.
Ombak Bono di Provinsi Riau
Ombak Bono di Provinsi Riau
Saya tertarik sekali dengan wisata Ombak Bono yang berada di provinsi Riau, yang kebetulan saya di lahirkan dan tinggal di Riau, tapi saya belum pernah melihat secara langsung Ombak Bono tersebut, karena belum adanya waktu untuk kesana.
Berikut info mengenani Ombak Bono yag bersumber dari attayaya.net
Melihat orang berselancar di pantai adalah suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa. Kegiatan ini adalah kegiatan berselencar dengan papan selancar, bukan arung jeram atau dayung sampan.
Kegiatan berselancar di sungai hanya ada di 4 (empat) tempat di dunia ini. Tempat yang memiliki arus gelombang yang membentuk ombak sungai yang TERBESAR dan TERPANJANG terdapat di Indonesia dan di dunia.
Lokasi tepatnya adalah di Muara Kuala Sungai Kampar - Kecamatan Kuala Kampar - Kabupaten Pelalawan - Propinsi Riau - Indonesia. Gelombang ombak sungai ini disebut Gelombang BONO atau Ombak Bono. Bono yang lebih kecil berlokasi di Muara Sungai Rokan - Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau - Indonesia.
Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut akibat perubahan arus air. Gelombang atau ombak akibat tiupan angin dapat juga terjadi di danau yang luas. Tetapi gelombang atau ombak yang terjadi di sungai hanya ada di 4 sungai, salah satunya Sungai Kampar Riau - Indonesia ini.
BONO adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara Sungai Kampar Riau Indonesia yang merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang.
BONO menurut masyarakat muara Sungai Bono yang disebut penduduk sebagai kuala kampar memiliki ombak Bono yang dapat mencapai ketinggian 6-10 meter terkandung keadaan pada saat kejadian. Menurut cerita Melayu lama berjudul Sentadu Gunung Laut), setiap pendekar Melayu pesisir harus dapat menaklukkan ombak Bono untuk meningkatkan keahlian bertarung mereka.
Hal ini dapat masuk akal karena "mengendarai" Bono intinya adalah menjaga keseimbangan badan, diluar masalah mistis. Bono ini sebenarnya terdapat di dua lokasi yaitu di Muara (Kuala) Sungai Kampar dan di Muara (Kuala) Sungai Rokan.
Masyarakat setempat menyebut Bono di Kuala Kampar sebagai BONO JANTAN karena lebih besar, sedangkan Bono di Kuala Rokan sebagai BONO BETINA karena lebih kecil. Dahulu, karena masih ada sifat mistis di lokasi tersebut, maka untuk mengendarai Bono harus dengan upacara "semah" yang dilakukan pagi atau siang hari.
Upacara dipimpin oleh BOMO atau Datuk atau tetua kampung dengan maksud agar pengendara Bono selalu mendapat keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya. Selain itu ada cerita mistis (mungkin) yang berhubungan dengan gelombang Bono ini yaitu cerita tentang BANJIR DARAH DI MEMPUSUN atau MEMPUSUN BERSIMBAH DARAH dan terbentuknya Kerajaan Pelalawan 1822 Masehi.
Sekarang, masyarakat sekitar Kuala Kampar menganggap Bono sebagai "sahabat alam". Penduduk yang berani akan "mengendarai" Bono dengan sampan mereka tidak dengan menggunakan papan selancar pada umumnya. Mengendarai sampan di atas ombak Bono menjadi suatu kegiatan ketangkasan. Tetapi kegiatan ini memiliki resiko tinggi karena ketika salah mengendarai sampan, maka sampan akan dapat dihempas oleh ombak Bono, tak jarang yang sampannya hancur berkeping-keping.
foto Ombak Bono sumber google
foto Ombak Bono sumber google
GELOMBANG BONO OMBAK TUJUH HANTU
Menurut cerita masyarakat Melayu lama, ombak Bono terjadi karena perwujudan 7 (tujuh) hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Kuala Kampar. Ombak besar ini sangat menakutkan bagi masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan upacara semah seperti yang telah disebutkan di atas.
Ombak ini sangat mematikan ketika sampan atau kapal berhadapan dengannya. Tak jarang sampan hancur berkeping-keping di hantam ombak tersebut atau hancur karena menghantam tebing sungai. Tak sedikit kapal yang diputar balik dan tenggelam akibanya. Menurut cerita masyarakat, dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu.
Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang.
Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak Bono. Tujuh Hantu adalah 7 ombak Bono dengan formasi 1 di depan dan diikuti dengan 6 gelombang di belakangnya. Karena 1 ombak terbesar telah dihancurkan Belanda sehingga ombak Bono besar hanya tersisa 6 ombak dengan formasi hampir sejajar memasuki Kuala Kampar. Mengenai kapal Belanda dan orang-orangnya tidak pernah diketemukan sampai sekarang.
CARA MENUJU LOKASI OMBAK BONO
Desa Teluk Meranti, Kuala Kampar. Cara menuju lokasi ombak Bono umumnya dilakukan dari Kota Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci (ibukota Kabupaten Pelalawan) dan menuju Desa Teluk Meranti. Perjalanan dilakukan dengan menggunakan transportasi darat (mobil, bus, motor).
Lama perjalanan memakan waktu antara 5 s/d 6 jam tergantung kondisi jalan dan kepadatan arus lalu lintas. Perjalanan antara Pekanbaru ke Pangkalan Kerinci adalah melalui Jalan Lintas Timur Sumatera sekitar 1-2 jam. Dari Pangkalan Kerinci menuju Simpang Bunut sekitar 30 menit dan akan memasuki Jalan Lintas Bono menuju Desa Teluk Meranti yang memakan waktu sekitar 4-5 jam.
Lewat transportasi air dapat dilalui melalui Pelabuhan Pangkalan Kerinci yang berada di bawah Jembatan Pangkalan Kerinci. Dari pelabuhan tersebut, dapat dilanjutkan perjalanan dengan menaiki speedboat menuju Pelabuhan Pulau Muda dengan waktu tempuh 4,5 jam.
Dapat juga menaiki kapal yang menuju Tanjung Batu yang berangkat jam 11 setiap hari dan turun di Pelabuhan Desa Teluk Meranti. Penginapan biasanya masih di rumah masyarakat karena untuk melihat ombak Bono harus menyewa speed boat kecil menuju Kuala Kampar. Ombak Bono tidak begitu terlihat bagus di Desa Teluk Meranti. Penduduk setempat dapat menunjukkan lokasi ombak Bono terbaik, terbesar dan terpanjang.
video
video
Label:
Hot News,
Hot Post,
Kecamatan,
Sumber Daya Alam,
Top News
09.51.00
Penghargaan ini nantinya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin (10/6) malam kepada Kepala SMKN 2 Teluk Kuantan, Drs Arman Yulis MM. Selain SMKN 2 Teluk Kuantan yang meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional dari Provinsi Riau tahun ini, ada tiga sekolah lainnya juga meraih penghargaan yang sama, yakni SMKN 1 Dumai, SMKN 1 Bangkinang, dan SMAN 1 Siak Hulu.
‘’Alhamdulillah, kita berhasil meraih Adiwiyata Mandiri tingkat nasional tahun ini,’’ kata Kepala SMKN 2 Teluk Kuantan Drs Arman Yulis MM saat ditemui Riau Pos, di Kantor BLHPI Kuansing, Jumat (7/6).
Diakuinya, keberhasilan meraih penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang ada di sekolah, mulai majelis guru, siswa dan orang tua serta masyarakat.
Dan yang tidak kala pentingnya adalah motivasi dan pembinaan yang diberikan Pemkab Kuansing kepada pihaknya di sekolah.
‘’Iya, setelah tahun lalu kita meraih adiwiyata nasional, tahun ini kita berhasil meraih adiwiyata mandiri nasional. Keberhasilan ini atas dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun pihak sekolah,’’ katanya.
Menanggapi keberhasilan ini, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Promosi dan Investasi (BLHPI) Kuansing, Indra Suandy ST MSi menyambut gembira kabar tersebut.
Menurutnya, penghargaan adiwiyata mandiri ini merupakan penghargaan tertinggi terhadap sekolah yang peduli dan konsisten terhadap lingkungan.
‘’Tak ada lagi yang tertinggi, dan penilaian Adiwiyata Mandiri ini merupakan penilaian tertinggi setelah Adiwiyata Nasional. Kita mengucapkan selamat dan kedepan, kita akan terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah lain di Kuansing yang peduli terhadap lingkungan,’’
SMKN 2 Raih Adiwiyata Mandiri Nasional
SMKN 2 Teluk Kuantan terus menunjukkan prestasinya di tingkat nasional. Setelah sukses tahun lalu mendapat penghargaan Adwiyata Nasional, sekolah ini berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri tingkat nasional, tahun ini.
Penghargaan ini nantinya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin (10/6) malam kepada Kepala SMKN 2 Teluk Kuantan, Drs Arman Yulis MM. Selain SMKN 2 Teluk Kuantan yang meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional dari Provinsi Riau tahun ini, ada tiga sekolah lainnya juga meraih penghargaan yang sama, yakni SMKN 1 Dumai, SMKN 1 Bangkinang, dan SMAN 1 Siak Hulu.
‘’Alhamdulillah, kita berhasil meraih Adiwiyata Mandiri tingkat nasional tahun ini,’’ kata Kepala SMKN 2 Teluk Kuantan Drs Arman Yulis MM saat ditemui Riau Pos, di Kantor BLHPI Kuansing, Jumat (7/6).
Diakuinya, keberhasilan meraih penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang ada di sekolah, mulai majelis guru, siswa dan orang tua serta masyarakat.
Dan yang tidak kala pentingnya adalah motivasi dan pembinaan yang diberikan Pemkab Kuansing kepada pihaknya di sekolah.
‘’Iya, setelah tahun lalu kita meraih adiwiyata nasional, tahun ini kita berhasil meraih adiwiyata mandiri nasional. Keberhasilan ini atas dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun pihak sekolah,’’ katanya.
Menanggapi keberhasilan ini, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Promosi dan Investasi (BLHPI) Kuansing, Indra Suandy ST MSi menyambut gembira kabar tersebut.
Menurutnya, penghargaan adiwiyata mandiri ini merupakan penghargaan tertinggi terhadap sekolah yang peduli dan konsisten terhadap lingkungan.
‘’Tak ada lagi yang tertinggi, dan penilaian Adiwiyata Mandiri ini merupakan penilaian tertinggi setelah Adiwiyata Nasional. Kita mengucapkan selamat dan kedepan, kita akan terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah lain di Kuansing yang peduli terhadap lingkungan,’’
11.34.00
BAGANSIAPI-API(DP) - Kalangan masyarakat Rokan Hilir asal Banjarmasin menyatakan sikap untuk sepenuhnya mendukung H Annas Ma’amun - H Suyatno dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) 7 April 2011 mendatang. Pasalnya, pemimpin di Kabupaten Rokan Hilir sudah teruji dan terbukti dalam meningkatkan roda pembangunan disegala bidang. “Saya memberikan apresiasi yang terbilang besar untuk pemimpin Rohil. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita memberikan dukungan penuh ke H Annas Ma’amun - H Suyatno untuk kembali memimpin Rohil lima tahun kedepan. Jangan sampai masyarakat cari pemimpin yang ingin coba-coba, itu dinilai tidak bagus,” ujar Tokoh Masyarakat Banjar Rohil, Ir H Kirjauhari kepada Dumai Pos, di Bagansiapi-api, Senin (14/3). Politisi energi PAN ini juga menguraikan, dimasa empat tahun tujuh bulan kepemimpinan H Annas Ma’amun - H Suyatno segala pembuktian sudah terlihat jelas. Semua itu dinilai dari awal sebuah kekompakan pemerintahan. Sehingga membuat daerah yang dicintai ini semakin maju dan pesat. Secara kasat mata, lanjut kirjauhari, masyarakat telah melihat benar-benar pembuktian meningkatnya roda pembangunan di Rohil dari segala aspek. Salah satu contoh apa yang telah terlihat dari pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II. Padahal ini sebuah mimpi H Annas Ma’amun - H Suyatno yang sudah menjadi kenyataan. Impian demi impian secara perlahan-lahan sudah terlihat nyata. Tidak hanya pembangunan jembatan, melainkan impian lain yakni ingin mewujudkan berdirinya lapangan terbang di Rohil. Akhir yang juga sebagai Anggota DPRD Riau, yakin impian ini akan dapat terealisasi.
Warga Banjar Sampaikan Sikap Dukung Incumbent
Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 14 Mei 2013 | 11.34.00
Label:
Kecamatan,
Sejarah,
Sosial Budaya
10.02.00
TELUK KUANTAN – Tak ingin peringkat kelulusan UN Kuansing anjlok, Bupati Kuansing H Sukarmis kembali melakukan gebrakan dengan melakukan monitoring sejak pukul 05.00 Wib subuh. Kali ini Bupati meninjau langsung sekolah di perbatasan Kuansing – Kampar, yang berjarak lebih kurang 70 KM dari kota Teluk Kuantan.
Bupati Tinjau UN di Daerah Perbatasan
Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 24 April 2013 | 10.02.00
“Saya ingin memastikan UN ini berjalan lancar di Kuansing, karena itu saya tinjau lebih dulu kecamatan yang paling jauh. Sebab sekolah yang luput dari jangkauan ini yang biasa nya mengalami kendala, sedang sekolah dalam kota punya jalur kkordinasi ya ng baik,” kata Bupati di sela kunjungan di SMPN 1 Tanjung Pauh kecamatan Singingi Hilir dan SMPN 1 Koto Baru kecamatan Singingi Hilir.
Sejauh ini da ri pantauan dan informasi yang diperoleh Bupati, pelaksanaan ujian tak ada kendala berarti. Hanya dia melihat siswa masih gamang mengerjakan soal. “Tapi mudah-mudahan dengan arahan dari para guru dan latihan sebelumnya para siswa dapat mengatasi soal yang ada,” ujar Bupati saat meninjau yang saat itu juga didampingi Asisten II Marduyut dan Kabag Umum Setda Kuansing,Hendra,AP,MSi, Staf Ahli Bupati, Sekwan dan Kadispenda. Namun di sayangkan, dalam kunjungan itu Bupati tak di dampingi Kadis Pendidikan yang sebenarnya punya “gawe”. Tak jelas alasan ketidakhadiran pihak Disdik tersebut, namun demikian pengawasan dan monitoring yang di lakukan Bupati berjalan lancar.
Disela kunjungan, Bupati pun mendapatkan keluhan dari sejumlah kepala sekolah dan guru, baik soal guru yang kurang hingga terbatasnya ruang belajar.
Label:
Kecamatan,
Pendidikan
16.06.00
Kecamatan Gunung Toar yang penuh RAGAM
Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 23 April 2013 | 16.06.00
Wilayah
- Sampai dengan tahun 2001 kecamatan ini masih berstatus sebagai kecamatan pembantu dengan induk kecamatan adalah kecamatan Kuantan Mudik. Meskipun sudah dapat menyelenggarakan pemerintahan secara sendiri akan tetapi mengenai data kecamatan sebagian masih tergabung dengan data kecamatan induk.
- Ibukota Kecamatan Gunung Toar : Kampung Baru.
- Luas wilayah : 165,25 km2 atau sekitar 2,16% dari keseluruhan luas Kabupaten Kuantan Singingi.
- Wilayah administratif terdiri dari : 13 Desa.
Penduduk
- Jumlah penduduk Kecamatan Gunung Toar : 10.141 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 61,37 jiwa/km2 (Statistik Tahun 2000).
- Klasifikasi menurut jenis kelamin: jumlah penduduk laki-laki (5.182) dan perempuan (4.959).
- Klasifikasi menurut rumah tangga: jumlah rumah tangga (2.493) atau 4,07 jiwa/rumah tangga.
- Klasifikasi menurut kewarganegaraan: WNI (10.141) atau 100%.
Nama Kelurahan & Desa
- Kelurahan : –
- Desa : Pulau Rumput, Koto Gunung, Teluk Beringin, Pulau Mungkur, Seberang Gunung, Teberau Panjang, Gunung, Toar, Kampung Baru, Petapahan, Lubuk Terantang, Siberobah, Pisang Berebus.
Kondisi Geografis
- Curah Hujan: > 1500 mm/tahun
- Kemiringan Lereng: 0 – 45 derjat.
- Ketinggian tanah 25-30 meter diatas permukaan air laut.
- Aspek Geologi Tata Lingkungan dan Hidrogeologi : sesuai dengan data kecamatan induk.
Potensi Kecamatan
- Pertanian: data bergabung dengan kecamatan induk Kuantan Mudik.
- Perikanan: Luas kolam 6,24 ha dengan produksi 77 ton.
- Perkebunan: data bergabung dengan kecamatan induk Kuantan Mudik.
- Kehutanan: data bergabung dengan kecamatan induk Kuantan Mudik.
- Pertambangan : data bergabung dengan kecamatan induk Kuantan Mudik.
Sarana Sosial/Kemasyarakatan
- Sarana Pendidikan: SDN (12).
- Jumlah Guru : SDN (119).
- Jumlah murid : SD (1.585).
- Sarana Ibadah: Mesjid (12), Mushalla (1), Langgar (42).
- Sarana Kesehatan: data bergabung dengan kecamatan induk Kuantan Mudik.
- Tenaga Medis: data bergabung dengan kecamatan induk Kuantan Mudik.
- Sarana Pasar/perbelanjaan: Pasar Gunung (senin) dan Pasar Kampung Baru Toar (jumat).
Label:
Kecamatan,
Objek Wisata,
Sejarah
16.03.00

Puting Beliung di Gunung ToaR "Simak Selengkapnya"
inilah.com
INILAH.COM, Gunung Toar - Bencana puting beliung kembali terjadi di Kuansing, kali ini puting beliung menghantam sejumlah desa di Kecamatan Gunung Toar Jumat (4/5) sore sekitar pukul 16:30 WIB. Kondisi sejumlah desa akibat di Kecamatan Gunung Toar terlihat berantakan dimana sejumlah pohon besar dan pohon kecil tumbang akibat angin tersebut.
Kejadian bencana alam puting beliung sedikit mengejutkan warga Kecamatan Gunung Toar, angin kencang disertai hujan lebat dan petir terjadi selama setengah jam, namun menurut keterangan masyarakat yang dihampiri Haluan Riau mengaku ada beberapa menit angin yang begitu kencang seperti angin topan yang datang dan menumbangkan pohon dan menerbangkan atap rumah masyarakat.
Masyarakat masih terlihat cemas, dan sepanjang jalan didesa Kampung Baru dan Lubuk Terentang Kecamatan Gunung Toar terlihat berserakan dedaunan dan menumbangkan sejumlah pohon, juga pohon masih terlihat miring akibat angin puting beliung tersebut.
Sementara dari jalan Nasional didaerah Kecamatan Gunung Toar juga terlihat beberapa pohon besar yang tumbang keruas jalan, terlihat kendraan yang melintas se3dikit antri akibat pohon yang tumbang mencapai ketengah jalan. Sementara listrik di Kecamatan Gunung Toar dan Kuantan Mudik mati total akibat banyaknya jaringan listrik yang putus terhimpit pohon yang tumbang.
Akam ibu rumah tangga warga desa kampung Baru Kecamatan Gunung Toar dihampiri bersama masyarakat lainnya Jumat kemarin, terlihat masih cemas dan sedikit trauma, dikatakannya, angin kencang ini datang disaat hujan lebat datang, dimana angin ini seperti angin topan dengan kencang menumbangkan pohon besar dan kecil, jujga atap rumah masyarakat banyak yang terkelupas,"anginnya kencang seperti angin topan, persis seperti angin topan," kata Akam bersama masyarakat yang masih berkumpul usai Puting Beliung melanda Gunung Toar.
Sementara warga Lubuk Terentang Indra Wita kepada Haluan Riau sempat panik saat angin puting beliung ini datang, pasalnya rumah tetangganya milik Rinto juga dihimpit pohon durian dan kelapa, tanpa ragu ia pun langsung berlarian menuju rumah tetangganya, beruntung mereka telah keluar rumah, "waktu rumah dihimpit pohon durian dan kelapa masih hujan lebat, dan saya berlari menujuj rumah tersebut yang memang berada berdampingan dengan rumah saya, beruntung keluarga tersebut selamat,"katanya yang masih terlihat lelah.
Sampai sore Jumat masyarakat masih terlihat sibuk bergotong royong membersihkan rumah yang terkena himpitan pohon yang tumbang, sementara warga lainnya terlihat masih cemas dan berdiri didepan rumahnya, sementara warga lain juga terlihat sibuk mengunjungi rumah yang parah terkena pohon yang tumbang karena puting beliung.
Dari pantauan di desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, akses jalan sedikit terputus apabila dilalui mobil roda empat, pasalnya banyak pohon yang tumbang yang masih dibersihkan masyarakat setempat yang bahu membahu melakukan gotong royong.
Kepala desa Lubuk Terentang Asmardi yang ditemui Haluan Riau mengatakan, di desa Lubuk Terentang data sementara ada tiga rumah yang parah terkena puting beliung karena rumah tersebut dihimpit pohon yang tumbang,"ini rumah yang cukup parah hancur akibat dihimpit pohon durian yang besar, saat ini kita masih mendata berapa jujmlah yang rusak,"ujarnya.
Dari data Camat Gunung Toar Samsir Alam yang dihubungi Haluan Riau Jumat (4/5) malam mengatakan, data sementara ada 34 rumah yang rusak berat dan rusak ringan, juga ada dua sekolah yang rusak. Sejumlah desa yang rumahnya rusak, Lubuk Terentang lima rumah, desa Petapahan 12 rumah, Toar 3 rumah, Koto Gunung 3 rumah, Teluk Beringin 1 rumah, Teberau Panjang 2 rumah, Kampung Baru 5 rumah, Pisang Berebus 3 rumah, dan juga bangunan sekolah ada yang rusak yakni SD csatu atap Petapahan , dan sekolah Nurul Islam Kampung Baru,"untuk sementara ada 34 rumah dan 2 sekolah yang bangunanya mengalami rusak berat dan ringan,"kata Samsir Alam.
Saat ditanya apakah sudah ada dinas yang turun, dikatakannya, memang sudah ada dari tanggap bencana Kuansing yang turun meninjau,"bantuan belum ada, tetapi kita baru meninjau mana yang rusak,"katanya.
Kepala Dinas soial Kuansing Tarmis yang dihubungi Haluan Riau Jumat malam mengatakan, telah menerima informasiu dan telah mengantongi data dari laporan Kecamatan terhadap bencana putiung beliung di Kecamatan Gunung Toar. Langkah yang akan kita ambil katanya, akan menurunkan tim untuk melakukan verifikasi terhadap rumah masyarakat yang rusak, dan tetap akan dibantu oleh Pemkab Kuansing,"Pemkab tetapn akan membantu, dan besok (hari ini,red) kita akan menurunkan tim untuk melakukan verifikasi bagi rumah masyarakat yang rusak,"katanya.
15.47.00
Kmapung Pulau Mungkur nan Indah & Permai.
Kmapung Pulau Mungkur nan Indah & Permai.
Kampung Q tempat tinggal Q..
Pulau mungkur yang tercinta..
walau engkau jauh di sana,tp aq tetap slalu rindu pada mu..
sekarang aq telah jauh dari mu,merantau ke negri orang untuk mencari kehidupan yang baru dan suasana yang berbeda dari dahulunya..
dulu inilah kampung Q Pulau Mungkur..
PADANG KUMPAI
ini adalah lahan padang kumpai (sawah) yang di gunakan masyarakat pulau mungkur untuk bercocok tanam untuk menhasilkan padi dan beras sendiri,yang di sebut dengan beras kampuang.
TOPIAN PANDIT
ini adalah sekitar sungai kuantan (topian pandit namonyo),dulu di beri nama itu karna sejajar dengan rumah si pandit di ateh bukit. tapi sekarang pandit ola marantua pulo ka pokan baru dan babini di benai...
sungai kuantan ini sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat pulau mungkur, terutama sekali untuk mandi sehari-hari... selain mandi juga dijadikan untuk mencuci pakaian,motor,mobil,apapun yg bisa di cuci di situ..
untuk buang air besar kecil juga bisa...
itulah sungai kuantan yg srba guna, bisa juga untuk latihan renang,dayung,dll...
bisa juga untuk alat transportasi masyarakat sekitar.. seperti di buat pompong,perahu. dan banyak lagi kegunaannya yg lain yg belum bisa saya uraikan satu / satu.
Jalur (Sampan)
Ini adalah jalur, jalur ini sengaja dibuat masyarakat pulau mungkur khususnya dan kuansing umumnya.
jalur ini di gunakan untuk di pacukan/ diadu dalam kompetisi setiap kecamatan. dan acara puncaknya adalah di tepian jalur taluk kuantan. pacu jalur ini adalah kebudayaan turun temurun dari nenek moyang dahulu yg di selenggarakan sampai sekarang. kebudayaan kuansing yg paling besar adalah pacu jalur ini,yg melibatkan banyak orang dan anggota pemacunya.
anggota pacuannya mencapai 60 orang lebih 1 buah jalur itu, yg mendayung secara serempak di setiap sisinya.
dalam jalur ini terdiri dari pendayung,tukang tari depan(anak joki),tukang timbo ruang(di tengah),tukang onjai(tukang tari di belakang).
Pendekar Sutan
Pendekar sutan adalah jaluar dari desa pulau mungkur yang saat ini di pacukan anak pacuannya,yang berlaga saat ini,, jalur ini adalah kebanggan masyarakat pulau mungkur saat ini. perlu diketahui juga,terjadinya sebuah jalur pendekar sutan ini sangat banyak kisahnya dan tragedinya,, dari awal cari banan sampai manobang banan,mambuek jaluarnyo dan maelo jaluar ini. kita bahas secara garis besarnya aja dulu yah,,"""
pertama mencari banan/kayu jalur ini penuh dengan perjuangan yang sangat pahit bagi masyarkat pulau mungkur, hari pertama mencari kayu ini sempat warga tersesat di hutan ntah beranta dimana tempatnya,, stelah beberapa hari pencarian baru di temukan warga yang tersesat tersebut,syukur masih hidup dan baik2 aja. karna mereka punya makanan yang cukup dan tempat yang memadai,,, .
setelah kayunya ketemu dan cocok untuk di buatkan 1 buah jalur/sampan besar barulah para tukang merancang suatu jaluar yang indah dan mantap,setelah tukang bekerja selama 2/3 minggu jalur udah hampir jadi dan udah siap di bentuk. kemudian para masyarakat pulau mungkur kadarek samo2 untuak maelo jaluar tersebut,, bermacam2 bentuk dan cara tesendiri, ada yang pakek motor,mobil juga pakek heli kopter"eh salah" heli kopter gak ada ya"soorryy". ada ibu2,bapak2,anak2,para gadis,janda,duda,perawan,perjaka dll.
ada yang berpasangan juga,ada yang suami istri juga,dan ada juga yang monang bay/sendiri. tapi kalo membawa pasangan/pacar "waduh sedapnya" apa lagi pas makan siangnya ber2an di semak2!!! "eeehh jangan ngeres dulu dong pikirannya" maksud di semak2 tu di pohon / tanah beralaskan daun kayu..
dan yang paling seru lagi pas maelo jalurnya/menarek jaluarnya tu "wwuuuiiihhhh mantap deh pokoknya" apalagi pegang talinya dekat cewek mantap banah tu,, senggol kiri senggol kanan "eh salah pegang deh"..
maelo jaluar ini bisa 5,6,7/8 kali kadarek,, barulah bisa sampai ke tempat dimana akan di diang / di panggang/di bentuk seperti jaluar lainya, guna di diang/di panggang supaya air yang terkandung di dalam kayu tersebut kering dan jaluarnya ringan untuk di pacukan,selain itu juga untuk membentuk suatu bentuk yang bagus seperti,kembangnya,lentiknya,pinggirnya supaya sama rata dll deh,,
setelah siap didiang dan udah bentuknya bagus barulah di ketam,di kasi panggar(tempat duduk pemacunya) ada juga sento, timbo ruang,tarajuak,dll. baru kemudian di uji coba ke dalam air,untuk di kayuah basamo2, untuk melihat lajunya,tata letaknya,dll. kemudian baru di cat dengan bagus dan rapi supaya kelihatan indah dan menarik,,"SIAP UNTUK DI PACUKAN/DI ADU DENGAN JALUAR LAIN" seperti gambar di bawah iniii..///
"sekian dulu ya masalah jaluar ini, kalo mau tau lebih banyak silakan klik di wab ini"https//www.kuansing.com"/ jaluar kuansing.com"kuansing.com / jaluar kuansing.com
ntar jangan lupa komentarnya tinggalkan di bawah kalo siap membaca"
vidio pacu jalur 2012
Kampung Q tempat tinggal Q..
Pulau mungkur yang tercinta..
walau engkau jauh di sana,tp aq tetap slalu rindu pada mu..
sekarang aq telah jauh dari mu,merantau ke negri orang untuk mencari kehidupan yang baru dan suasana yang berbeda dari dahulunya..
dulu inilah kampung Q Pulau Mungkur..
PADANG KUMPAI
ini adalah lahan padang kumpai (sawah) yang di gunakan masyarakat pulau mungkur untuk bercocok tanam untuk menhasilkan padi dan beras sendiri,yang di sebut dengan beras kampuang.
TOPIAN PANDIT
ini adalah sekitar sungai kuantan (topian pandit namonyo),dulu di beri nama itu karna sejajar dengan rumah si pandit di ateh bukit. tapi sekarang pandit ola marantua pulo ka pokan baru dan babini di benai...
sungai kuantan ini sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat pulau mungkur, terutama sekali untuk mandi sehari-hari... selain mandi juga dijadikan untuk mencuci pakaian,motor,mobil,apapun yg bisa di cuci di situ..
untuk buang air besar kecil juga bisa...
itulah sungai kuantan yg srba guna, bisa juga untuk latihan renang,dayung,dll...
bisa juga untuk alat transportasi masyarakat sekitar.. seperti di buat pompong,perahu. dan banyak lagi kegunaannya yg lain yg belum bisa saya uraikan satu / satu.
Jalur (Sampan)
Ini adalah jalur, jalur ini sengaja dibuat masyarakat pulau mungkur khususnya dan kuansing umumnya.
jalur ini di gunakan untuk di pacukan/ diadu dalam kompetisi setiap kecamatan. dan acara puncaknya adalah di tepian jalur taluk kuantan. pacu jalur ini adalah kebudayaan turun temurun dari nenek moyang dahulu yg di selenggarakan sampai sekarang. kebudayaan kuansing yg paling besar adalah pacu jalur ini,yg melibatkan banyak orang dan anggota pemacunya.
anggota pacuannya mencapai 60 orang lebih 1 buah jalur itu, yg mendayung secara serempak di setiap sisinya.
dalam jalur ini terdiri dari pendayung,tukang tari depan(anak joki),tukang timbo ruang(di tengah),tukang onjai(tukang tari di belakang).
Pendekar Sutan
Pendekar sutan adalah jaluar dari desa pulau mungkur yang saat ini di pacukan anak pacuannya,yang berlaga saat ini,, jalur ini adalah kebanggan masyarakat pulau mungkur saat ini. perlu diketahui juga,terjadinya sebuah jalur pendekar sutan ini sangat banyak kisahnya dan tragedinya,, dari awal cari banan sampai manobang banan,mambuek jaluarnyo dan maelo jaluar ini. kita bahas secara garis besarnya aja dulu yah,,"""
pertama mencari banan/kayu jalur ini penuh dengan perjuangan yang sangat pahit bagi masyarkat pulau mungkur, hari pertama mencari kayu ini sempat warga tersesat di hutan ntah beranta dimana tempatnya,, stelah beberapa hari pencarian baru di temukan warga yang tersesat tersebut,syukur masih hidup dan baik2 aja. karna mereka punya makanan yang cukup dan tempat yang memadai,,, .
setelah kayunya ketemu dan cocok untuk di buatkan 1 buah jalur/sampan besar barulah para tukang merancang suatu jaluar yang indah dan mantap,setelah tukang bekerja selama 2/3 minggu jalur udah hampir jadi dan udah siap di bentuk. kemudian para masyarakat pulau mungkur kadarek samo2 untuak maelo jaluar tersebut,, bermacam2 bentuk dan cara tesendiri, ada yang pakek motor,mobil juga pakek heli kopter"eh salah" heli kopter gak ada ya"soorryy". ada ibu2,bapak2,anak2,para gadis,janda,duda,perawan,perjaka dll.
ada yang berpasangan juga,ada yang suami istri juga,dan ada juga yang monang bay/sendiri. tapi kalo membawa pasangan/pacar "waduh sedapnya" apa lagi pas makan siangnya ber2an di semak2!!! "eeehh jangan ngeres dulu dong pikirannya" maksud di semak2 tu di pohon / tanah beralaskan daun kayu..
dan yang paling seru lagi pas maelo jalurnya/menarek jaluarnya tu "wwuuuiiihhhh mantap deh pokoknya" apalagi pegang talinya dekat cewek mantap banah tu,, senggol kiri senggol kanan "eh salah pegang deh"..
maelo jaluar ini bisa 5,6,7/8 kali kadarek,, barulah bisa sampai ke tempat dimana akan di diang / di panggang/di bentuk seperti jaluar lainya, guna di diang/di panggang supaya air yang terkandung di dalam kayu tersebut kering dan jaluarnya ringan untuk di pacukan,selain itu juga untuk membentuk suatu bentuk yang bagus seperti,kembangnya,lentiknya,pinggirnya supaya sama rata dll deh,,
setelah siap didiang dan udah bentuknya bagus barulah di ketam,di kasi panggar(tempat duduk pemacunya) ada juga sento, timbo ruang,tarajuak,dll. baru kemudian di uji coba ke dalam air,untuk di kayuah basamo2, untuk melihat lajunya,tata letaknya,dll. kemudian baru di cat dengan bagus dan rapi supaya kelihatan indah dan menarik,,"SIAP UNTUK DI PACUKAN/DI ADU DENGAN JALUAR LAIN" seperti gambar di bawah iniii..///
"sekian dulu ya masalah jaluar ini, kalo mau tau lebih banyak silakan klik di wab ini"https//www.kuansing.com"/ jaluar kuansing.com"kuansing.com / jaluar kuansing.com
ntar jangan lupa komentarnya tinggalkan di bawah kalo siap membaca"
![]() JALUAR PULAU MUNGKUR " PENDEKAR SUTAN " |
17.17.00
Kecamatan Benai
Written By SEDI SUGANDA on Senin, 22 April 2013 | 17.17.00
Wilayah
- Ibukota Kecamatan Benai: Benai.
- Luas wilayah: 249,36 km2 atau sekitar 3,26% dari keseluruhan luas Kabupaten Kuantan Singingi.
- Wilayah administratif terdiri dari : 2 Kelurahan dan 24 Desa.
Penduduk
- Jumlah penduduk Kecamatan Benai: 25.839 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 103,62 jiwa/km2 (Statistik Tahun 2000).
- Klasifikasi menurut jenis kelamin: jumlah penduduk laki-laki (13.085) dan perempuan (12.754).
- Klasifikasi menurut rumah tangga: jumlah rumah tangga (6.682) atau 3,87 jiwa/rumah tangga.
- Klasifikasi menurut kewarganegaraan: WNI (25.839) atau 100%.
Nama Kelurahan & Desa
- Kelurahan : Beringin Jaya dan Benai
- Desa : Koto Benai, Tolontam, Banjar Benai, Gumung Kesiangan, Banjar Lopak, Pulau Kalimanting, Tanjung, Pulau Ingu, Simandolak, Jalur Patah, Tebing Tinggi, Pulau Lancang, Pulau Tongah, Ujung Tanjung, Siberakun, Benai Kecil, Teratak Air Hitam, Seberang Teratak Air Hitam, Geringging Baru, Marsawa, Langsat Hulu, Muara Langsat.
Kondisi Geografis
- Curah Hujan: > 1500 mm/tahun
- Kemiringan Lereng: 0 – 45 derjat.
- Ketinggian tanah 25-30 meter diatas permukaan air laut.
- Aspek Geologi Tata Lingkungan : Morfologi dataran hingga bergelombang, elevasi 2 – 3o, berada pada zona geseran, patahan dengan arah belum diketahui. Potensi terhadap bajir disekitar daerah aliran sungai (DAS), erosi dan longsor berpotensi terjadi pada bagian tengah.
- Aspek Hidrogeologi : Aliran Permukaan berupa beberapa sungai dan rawa bagian tenggara. Aliran permukaan lain berupa aliran air tanah dalam diperkirakan cadangannya sebesar 15 juta m3 pertahun (cekungan Teluk Kuantan bagian Utara).
Potensi Kecamatan
- Pertanian: Lahan sawah dan Irigasi (2.980 ha). Pada tahun 2000 kabupaten ini mengalami surplus beras sekitar 124,42 ton.
- Perikanan: Luas kolam ikan sekitar 17 ha dengan produksi 38,045 ton.
- Perkebunan: Luas Lahan kebun berdasarkan pola swadaya 10.744 ha dengan produksi 25.921 ton.
- Pertambangan Pasir Kuarsa : Teratak Air Hitam.
Sarana Sosial/Kemasyarakatan
- Sarana Pendidikan: TK (21), SDN (34), SMPN (9), MTS (1) SMAN (3), dan SMK (1)
- Jumlah Guru : SDN(675), SMPN(198), MTS(21), SMAN (125).
- Jumlah murid : SD (4.536), SMPN (1.978), MTS(106) dan SMAN (1.596).
- Sarana Ibadah: Mesjid (38), Mushalla (4), Langgar (104).
- Sarana Kesehatan: Puskesmas (2), Puskesmas Keliling (2), Puskesmas Pembantu (7), Poliklinik (10).
- Tenaga Medis: Dokter umum (2), Dokter gigi (1), Bidan (29), Perawat (23).
- Sarana Pasar/perbelanjaan: Pasar Benai (kamis), Pasar Jalur Patah (selasa), Pasar Marsawah (jumat) dan Pasar Muara Langsat (sabtu).
17.10.00
Kecamatan Cerenti
Wilayah
- Ibukota Kecamatan Cerenti : Cerenti.
- Luas wilayah : 456,00 km2 atau sekitar 5.96% dari keseluruhan luas Kabupaten Kuantan Singingi.
- Wilayah administratif terdiri dari : 2 Kelurahan dan 9 Desa.
Penduduk
- Jumlah penduduk Kecamatan Cerenti: 11.820 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 25,92 jiwa/km2 (Statistik Tahun 2000).
- Klasifikasi menurut jenis kelamin: jumlah penduduk laki-laki (5.869) dan perempuan (5.951).
- Klasifikasi menurut rumah tangga: jumlah rumah tangga (2.736) atau 4,32 jiwa/rumah tangga.
- Klasifikasi menurut kewarganegaraan: WNI (11.820) atau 100%.
Nama Kelurahan & Desa
- Kelurahan: Koto Peraku dan Pasar Cerenti.
- Desa : Sikakak, Pulau Jambu, Pulau Bayur, Pulau Panjang Cerenti, Teluk Pauh, Pasikaian, Koto Cerenti, Kampung Baru, Kompe Berangin.
Kondisi Geografis
- Curah Hujan: > 1500 mm/tahun
- Kemiringan Lereng: 0 – 45 derjat.
- Ketinggian tanah 25-30 meter diatas permukaan air laut.
- Aspek Geologi Tata Lingkungan : Morfologi dataran hingga bergelombang lemah, elevasi 2 – 3o, berada pada zona batuan rapuh, patahan dengan arah N310oE-N315oE dibagian Tenggara, Longsor berpotensi terjadi pada tebing sungai, rekahan amblasan dibagian Selatan.
- Aspek Hidrogeologi : Aliran Permukaan berupa Sungai Guntu, Sungai Toreh dan rawa bagian tengah. Aliran permukaan lain berupa aliran air tanah dalam diperkirakan cadangannya sebesar 15 juta m3 pertahun.
Potensi Kecamatan
- Pertanian: Lahan sawah dan irigasi (2.329 ha). Dalam hal produksi beras, pada tahun 2000 kabupaten ini mengalami surplus beras sekitar 3.453,48 ton.
- Perikanan: Luas kolam ikan sekitar 5,5 ha dengan produksi 5,64 ton.
- Perkebunan: Luas Lahan kebun berdasarkan pola swadaya 16.746 ha dengan produksi 12.406,29 ton.
- Kehutanan: Luas hutan rakyat (3.643 ha), hutan negara (42.125 ha).
- Pertambangan Batu Bara di Pulau Bayur (10,85 juta ton) dan Kaolin di Pulau Panjang (11 juta ton).
Sarana Sosial/Kemasyarakatan
- Sarana Pendidikan: SDN (12), SMPN (3), MTS (1) dan SMAN (1).
- Jumlah Guru : SDN(28), SMPN(49), MTS(19), SMAN49).
- Jumlah murid : SD (2049), SMPN (1.023), MTS(211) dan SMAN (469).
- Sarana Ibadah: Mesjid (17), Mushalla (4), Langgar (27).
- Sarana Kesehatan: Puskesmas (1), Puskesmas Keliling (1), Puskesmas Pembantu (7), Poliklinik (8).
- Tenaga Medis: Dokter umum (1), Dokter gigi (1), Bidan (10), Perawat (4).
- Sarana Pasar/perbelanjaan: Pasar kecamatan (1) dengan hari pasaran senen.




.jpg)
.jpg)

