Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Hot Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot Sport. Tampilkan semua postingan

Cash Forvisits (Menghasilkan Uang) Dengan Usaha Online

Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 24 Desember 2013 | 11.15.00

http://fluidsurveys.com/wp-content/uploads/2013/05/Person+Quote3.png


Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.

Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308

PERUSAK MOBIL PEJABAT TERUS DIBURU

Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 11 Juni 2013 | 16.30.00

Perusak terhadap 17 unit mobil di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, beberapa waktu lalu terus diburu oleh tim besar dari Polres Kuansing yang bekerjasama dengan Polres Sawahlunto Sijunjung. Dari 22 orang yang ditetapkan Polres Kuansing sebagai tersangka, dua diantaranya sudah ditahan dan sisanya dikabarkan lari ke wilayah Sumatra Barat. Saat ini, 20 orang yang diduga kuat pelaku perusakan ini terus diburu dibawah pimpinan Wakapolres Kuansing Kompol H. Haldun SH MH. Tersangka belum ada penambahan, sekarang masih terus diburu dan tim sudah bergerah sesuaidengan hasil pengembangan terhadap pemeriksaan saksi-saksi, kata Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro SH.
Kapolres menegaskan, kalau pihaknya akan terus berupaya menemukan dan menangkap pelaku perusakan terhadap 17 mobil itu. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk tim yang bekerjasama dengan Polres Sawahlunto Sijunjung. Kemudian Wakapolres Kuansing H Haldun SH MH yang dihubungi terpisah, mengatakan bahwa dirinya tengah berada dilapangan untuk mencari dan menemukan pelaku pengrusakan. “Kita terus memburunya, sekarang saya berada dilapangan bersama anggota, tambahnya”.
Sebelumnya, Kasatreskrim Polres AKP Jon Sihite mengatakan bahwa saat ini jumlah tersangka bertambah menjadi 22 orang. Sedangkan 2 orang tersangka sudah mendekam diruangan tahanan Mapolres Kuansing. “Kalau TO nya sekarang sudah menjadi 22 orang, sedangkan yang ditahan sudah 2 orang,”katanya.
Dua orang yang sudah ditahan tersebut berinisial NF dan MI. Keduanya, kata Kasat, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ditetapkan sebagai pelaku PETI. Mengenai apakah yang bersangkutan terlibat dalam kasus pengrusakan 17 mobil saat kejadian, akan terlihat setelah pemeriksaan lanjutan terhadap mereka dan calon tersangka lain yang terus diburu. Seperti diberitakan sebelumnya, pada saat berlangsung kegiatan penertiban PETI di Kecamatan Hulu Kuantan, telah terjadi aksi pengrusakan terhadap mobil-mobil anggota tim pada 17 unit kendaraan, baik kendaraan dinas plat merah milik Pejabat Pemkab Kuansing, Pribadi maupun Mobil Dinas Polisi dan Kejaksaan Negeri.

Pestival Perahu Baganduang di "Kab. Kuansing "

Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 24 April 2013 | 11.36.00


Festival Perahu Baganduang di Kuansing (Foto: Ist)
Festival Perahu Baganduang di Kuansing (Foto: Ist)
Selain tempat wisatanya, Kuantan Singingi juga punya tradisi unik yang berpotensi menarik para wisatawan. Salah satunya adalah festival Perahu Baganduang yang merupakan sebuah atraksi budaya khas masyarakat Kuantan Mudik berupa parade sampan tradisional yang dihiasi berbagai ornamen dan warna-warni yang menarik. 
Perahu Baganduang merupakan kendaraan adat untuk Majompuik Limau yang terdiri dari gabungan tiga buah jalur yang diarangkai menjadi satu (diganduang) dengan menggunakan bambu.
Perahu kemudian dihiasi dengan berbagai simbol adat yang berwarna-warni, yang dinamakan gulang-gulang. Tradisi adat Perahu Baganduang ini biasanya dilaksanakan pada malam hari raya Idul Fitri sampai sebelum Shalat Ied di pagi harinya. 
Lokasinya terletak di Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik yang berjarak 21 Km ke arah Kiliran Jao dari Kota Teluk Kuantan. Konon, festival ini sudah berusia ratusan tahun dan merupakan warisan kerajaan dahulu dan dipakai oleh raja-raja sebagai sarana transportasi.
Tiap desa yang ada di daerah Kuantan Mudik dalam festival ini biasanya mengirimkan perwakilan perahunya untuk dinilai. Dewan jurinya terdiri dari tokoh adat dan ninik mamak yang akan menilai keindahan dan kelengkapan adat yang ada pada perahu peserta. Perahu peserta yang memiliki kriteria lebih, dari sisi keindahan dan adat, akan ditetapkan sebagai pemenang. 
“Lambat laun tradisi berlayar ini kemudian dipakai untuk mengantar air jeruk (limau) oleh menantu ke rumah mertua dalam tradisi menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Harmonise, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuantan Singingi,
Dia mengungkapkan, dalam tradisi masyarakat Kuantan Singingi, memang terdapat kebiasaan ritual mandi jeruk (mandi balimau), sebagai simbol perbersihan diri pada pagi hari menjelang Hari Raya Idulfitri. 
“Kami bertekad, tradisi ini akan dirawat dan dipelihara masyarakat serta diwujudkan melalui Festival Perahu Baganduang yang rutin digelar tiap tahunnya,”

Puting Beliung di Gunung ToaR "Simak Selengkapnya"

Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 23 April 2013 | 16.03.00



Headline
inilah.com

INILAH.COM, Gunung Toar - Bencana puting beliung kembali terjadi di Kuansing, kali ini puting beliung menghantam sejumlah desa di Kecamatan Gunung Toar Jumat (4/5) sore sekitar pukul 16:30 WIB. Kondisi sejumlah desa akibat di Kecamatan Gunung Toar terlihat berantakan dimana sejumlah pohon besar dan pohon kecil tumbang akibat angin tersebut.
Kejadian bencana alam puting beliung sedikit mengejutkan warga Kecamatan Gunung Toar, angin kencang disertai hujan lebat dan petir terjadi selama setengah jam, namun menurut keterangan masyarakat yang dihampiri Haluan Riau mengaku ada beberapa menit angin yang begitu kencang seperti angin topan yang datang dan menumbangkan pohon dan menerbangkan atap rumah masyarakat.
Masyarakat masih terlihat cemas, dan sepanjang jalan didesa Kampung Baru dan Lubuk Terentang Kecamatan Gunung Toar terlihat berserakan dedaunan dan menumbangkan sejumlah pohon, juga pohon masih terlihat miring akibat angin puting beliung tersebut.
Sementara dari jalan Nasional didaerah Kecamatan Gunung Toar juga terlihat beberapa pohon besar yang tumbang keruas jalan, terlihat kendraan yang melintas se3dikit antri akibat pohon yang tumbang mencapai ketengah jalan. Sementara listrik di Kecamatan Gunung Toar dan Kuantan Mudik mati total akibat banyaknya jaringan listrik yang putus terhimpit pohon yang tumbang.
Akam ibu rumah tangga warga desa kampung Baru Kecamatan Gunung Toar dihampiri bersama masyarakat lainnya Jumat kemarin, terlihat masih cemas dan sedikit trauma, dikatakannya, angin kencang ini datang disaat hujan lebat datang, dimana angin ini seperti angin topan dengan kencang menumbangkan pohon besar dan kecil, jujga atap rumah masyarakat banyak yang terkelupas,"anginnya kencang seperti angin topan, persis seperti angin topan," kata Akam bersama masyarakat yang masih berkumpul usai Puting Beliung melanda Gunung Toar.
Sementara warga Lubuk Terentang Indra Wita kepada Haluan Riau sempat panik saat angin puting beliung ini datang, pasalnya rumah tetangganya milik Rinto juga dihimpit pohon durian dan kelapa, tanpa ragu ia pun langsung berlarian menuju rumah tetangganya, beruntung mereka telah keluar rumah, "waktu rumah dihimpit pohon durian dan kelapa masih hujan lebat, dan saya berlari menujuj rumah tersebut yang memang berada berdampingan dengan rumah saya, beruntung keluarga tersebut selamat,"katanya yang masih terlihat lelah.
Sampai sore Jumat masyarakat masih terlihat sibuk bergotong royong membersihkan rumah yang terkena himpitan pohon yang tumbang, sementara warga lainnya terlihat masih cemas dan berdiri didepan rumahnya, sementara warga lain juga terlihat sibuk mengunjungi rumah yang parah terkena pohon yang tumbang karena puting beliung.
Dari pantauan di desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, akses jalan sedikit terputus apabila dilalui mobil roda empat, pasalnya banyak pohon yang tumbang yang masih dibersihkan masyarakat setempat yang bahu membahu melakukan gotong royong.
Kepala desa Lubuk Terentang Asmardi yang ditemui Haluan Riau mengatakan, di desa Lubuk Terentang data sementara ada tiga rumah yang parah terkena puting beliung karena rumah tersebut dihimpit pohon yang tumbang,"ini rumah yang cukup parah hancur akibat dihimpit pohon durian yang besar, saat ini kita masih mendata berapa jujmlah yang rusak,"ujarnya.
Dari data Camat Gunung Toar Samsir Alam yang dihubungi Haluan Riau Jumat (4/5) malam mengatakan, data sementara ada 34 rumah yang rusak berat dan rusak ringan, juga ada dua sekolah yang rusak. Sejumlah desa yang rumahnya rusak, Lubuk Terentang lima rumah, desa Petapahan 12 rumah, Toar 3 rumah, Koto Gunung 3 rumah, Teluk Beringin 1 rumah, Teberau Panjang 2 rumah, Kampung Baru 5 rumah, Pisang Berebus 3 rumah, dan juga bangunan sekolah ada yang rusak yakni SD csatu atap Petapahan , dan sekolah Nurul Islam Kampung Baru,"untuk sementara ada 34 rumah dan 2 sekolah yang bangunanya mengalami rusak berat dan ringan,"kata Samsir Alam.
Saat ditanya apakah sudah ada dinas yang turun, dikatakannya, memang sudah ada dari tanggap bencana Kuansing yang turun meninjau,"bantuan belum ada, tetapi kita baru meninjau mana yang rusak,"katanya.
Kepala Dinas soial Kuansing Tarmis yang dihubungi Haluan Riau Jumat malam mengatakan, telah menerima informasiu dan telah mengantongi data dari laporan Kecamatan terhadap bencana putiung beliung di Kecamatan Gunung Toar. Langkah yang akan kita ambil katanya, akan menurunkan tim untuk melakukan verifikasi terhadap rumah masyarakat yang rusak, dan tetap akan dibantu oleh Pemkab Kuansing,"Pemkab tetapn akan membantu, dan besok (hari ini,red) kita akan menurunkan tim untuk melakukan verifikasi bagi rumah masyarakat yang rusak,"katanya.

Kmapung Pulau Mungkur nan Indah & Permai.

Kmapung Pulau Mungkur nan Indah & Permai.

Kampung Q tempat tinggal Q..
Pulau mungkur yang tercinta..
walau engkau jauh di sana,tp aq tetap slalu rindu pada mu..
sekarang aq telah jauh dari mu,merantau ke negri orang untuk mencari kehidupan yang baru dan suasana yang berbeda dari dahulunya..

dulu inilah kampung Q Pulau Mungkur..

PADANG KUMPAI

ini adalah lahan padang kumpai (sawah) yang di gunakan masyarakat pulau mungkur untuk bercocok tanam untuk menhasilkan padi dan beras sendiri,yang di sebut dengan beras kampuang.

TOPIAN PANDIT

ini adalah sekitar sungai kuantan (topian pandit namonyo),dulu di beri nama itu karna sejajar dengan rumah si pandit di ateh bukit. tapi sekarang pandit ola marantua pulo ka pokan baru dan babini di benai...
sungai kuantan ini sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat pulau mungkur, terutama sekali untuk mandi sehari-hari... selain mandi juga dijadikan untuk mencuci pakaian,motor,mobil,apapun yg bisa di cuci di situ..
untuk buang air besar kecil juga bisa... 
itulah sungai kuantan yg srba guna, bisa juga untuk latihan renang,dayung,dll...
bisa juga untuk alat transportasi masyarakat sekitar.. seperti di buat pompong,perahu. dan banyak lagi kegunaannya yg lain yg belum bisa saya uraikan satu / satu.

Jalur (Sampan)
Ini adalah jalur, jalur ini sengaja dibuat masyarakat pulau mungkur khususnya dan kuansing umumnya.
jalur ini di gunakan untuk di pacukan/ diadu dalam kompetisi setiap kecamatan. dan acara puncaknya adalah di tepian jalur taluk kuantan. pacu jalur ini adalah kebudayaan turun temurun dari nenek moyang dahulu yg di selenggarakan sampai sekarang. kebudayaan kuansing yg paling besar adalah pacu jalur ini,yg melibatkan banyak orang dan anggota pemacunya.
anggota pacuannya mencapai 60 orang lebih 1 buah jalur itu, yg mendayung secara serempak di setiap sisinya.
dalam jalur ini terdiri dari pendayung,tukang tari depan(anak joki),tukang timbo ruang(di tengah),tukang onjai(tukang tari di belakang).


Pendekar Sutan

Pendekar sutan adalah jaluar dari desa pulau mungkur yang saat ini di pacukan anak pacuannya,yang berlaga saat ini,, jalur ini adalah kebanggan masyarakat pulau mungkur saat ini. perlu diketahui juga,terjadinya sebuah jalur pendekar sutan ini sangat banyak kisahnya dan tragedinya,,  dari awal cari banan sampai manobang banan,mambuek jaluarnyo dan maelo jaluar ini. kita bahas secara garis besarnya aja dulu yah,,"""
pertama mencari banan/kayu jalur ini penuh dengan perjuangan yang sangat pahit bagi masyarkat pulau mungkur, hari pertama mencari kayu ini sempat warga tersesat di hutan ntah beranta dimana tempatnya,, stelah beberapa hari pencarian baru di temukan warga yang tersesat tersebut,syukur masih hidup dan baik2 aja. karna mereka punya makanan yang cukup dan tempat yang memadai,,, .
setelah kayunya ketemu dan cocok untuk di buatkan 1 buah jalur/sampan besar barulah para tukang merancang suatu jaluar yang indah dan mantap,setelah tukang bekerja selama 2/3 minggu jalur udah hampir jadi dan udah siap di bentuk. kemudian para masyarakat pulau mungkur kadarek samo2 untuak maelo jaluar tersebut,, bermacam2 bentuk dan cara tesendiri, ada yang pakek motor,mobil juga pakek heli kopter"eh salah" heli kopter gak ada ya"soorryy". ada ibu2,bapak2,anak2,para gadis,janda,duda,perawan,perjaka dll.
ada yang berpasangan juga,ada yang suami istri juga,dan ada juga yang monang bay/sendiri. tapi kalo membawa pasangan/pacar "waduh sedapnya" apa lagi pas makan siangnya ber2an di semak2!!! "eeehh jangan ngeres dulu dong pikirannya" maksud di semak2 tu di pohon / tanah beralaskan daun kayu..
dan yang paling seru lagi pas maelo jalurnya/menarek jaluarnya tu "wwuuuiiihhhh mantap deh pokoknya" apalagi pegang talinya dekat cewek mantap banah tu,, senggol kiri senggol kanan "eh salah pegang deh"..
maelo jaluar ini bisa 5,6,7/8 kali kadarek,, barulah bisa sampai ke tempat dimana akan di diang / di panggang/di bentuk seperti jaluar lainya, guna di diang/di panggang supaya air yang terkandung di dalam kayu tersebut kering dan jaluarnya ringan untuk di pacukan,selain itu juga untuk membentuk suatu bentuk yang bagus seperti,kembangnya,lentiknya,pinggirnya supaya sama rata dll deh,,
setelah siap didiang dan udah bentuknya bagus barulah di ketam,di kasi panggar(tempat duduk pemacunya) ada juga sento, timbo ruang,tarajuak,dll. baru kemudian di uji coba ke dalam air,untuk di kayuah basamo2, untuk melihat lajunya,tata letaknya,dll. kemudian baru di cat dengan bagus dan rapi supaya kelihatan indah dan menarik,,"SIAP UNTUK DI PACUKAN/DI ADU DENGAN JALUAR LAIN" seperti gambar di bawah iniii..///
"sekian dulu ya masalah jaluar ini, kalo mau tau lebih banyak silakan klik di wab ini"https//www.kuansing.com"/ jaluar kuansing.com"kuansing.com / jaluar kuansing.com
ntar jangan lupa komentarnya tinggalkan di bawah kalo siap membaca"


JALUAR PULAU MUNGKUR " PENDEKAR SUTAN "
vidio pacu jalur 2012


Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Kuansing

Written By SEDI SUGANDA on Senin, 22 April 2013 | 17.32.00



Agama


Kehidupan beragama di Indonesia tidak terlepas dari pelaksanaan pasal 29 UUD 45. Negara menjamin kebebasan untuk melaksanakan ajaran agama dan beribadah sesuai dengan ajaran masing-masing. Pembinaan kerukunan hidup umat beragama telah dilaksanakan melalui musyawarah kerukunan hidup bernegara dan pertemuan antar pimpinan umat beragama dan pemerintah.
Kesemarakan kehidupan beragama ditandai antara lain dengan makin banyaknya tempat peribadatan, pembangunan tempat peribadatan yang semakin berkembang.

Kebudayaan

Dalam aspek kebudayaan, masyarakat yang tinggal di Kabupaten Kuantan Singingi merupakan masyarakat cukup heterogen yang pada umunya adalah masyarakat melayu kuantan. Suku pedantang yang dominan diantaranya adalah suku Jawa yang datang ke Kabupaten Kuantan Singingi melalui program transmigrasi. Pada umumnya suku Jawa mendiami wilayah yang terletak di daerah pedesaan atau perkebunan.

Pendidikan

Pendidikan formal merupakan suatu proses pendidikan yang berjenjang dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Kabupaten Kuantan Singingi memiliki potensi dalam bidang pendidikan. Potensi tersebut tidak akan menghasilkan keluaran yang optimal apabila tidak dikelola dengan baik. Jumlah SD Negeri, SLTP Negeri, dan SLTA mengalami peningkatan yang cukup bagus, yang berarti bahwa semakin tinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya sekolah (Wajib Belajar 9 Tahun). Jumlah SLTP dan SLTA Negeri mengalami banyak peningkatan demikian juga dengan jumlah muridnya.

Kesehatan

Pada dasarnya pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara mudah, merata dan murah. Salah satunya adalah dengan menyediakan fasilitas kesehatan, terutama Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Puskesmas keliling karena ketiganya mampu menjangkau segala lapisan masyarakat hingga daerah terpencil.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kuansing_Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger