Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Sumber Daya Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumber Daya Alam. Tampilkan semua postingan

Panduan lengkap budidaya ikan lele

Written By SEDI SUGANDA on Senin, 03 Februari 2014 | 16.50.00

Panduan lengkap budidaya ikan lele

Budidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang. Pemerintah juga gencar memberikan dukungan melalui riset benih lele unggul dan kampanye gerakan makan ikan. Sehingga bermunculan sentra-sentra budidaya ikan lele di sejumlah daerah.
Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, budidaya ikan lele sebaiknya tidak dilakukan secara sampingan atau sekadar kegiatan subsisten. Ikan lele sanggup hidup dalam kepadatan tebar yang tinggi dan memiliki rasio pemberian pakan berbanding pertumbuhan daging yang baik. Oleh karena itu, usaha budidaya ikan lele akan memberikan keuntungan lebih apabila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas budidaya ikan lele segmen pembesaran. Berikut kami uraikan tahap-tahap persiapannya.

Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele

Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Lalu, cocokkan dengan sumber dana yang kita miliki. Perlu diperhatikan bahwa setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita hanya membahas kolam tanah saja, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan.

a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering. Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari sisa-sisa priode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah. Selain penggemburan, lakukan pengangkatan lapisan lumpur hitam berbau busuk yang biasanya terdapat di dasar kolam. Karena lumpur hitam tersebut menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak habis pada periode budidaya ikan lele sebelumnya.

b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor. Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di atas permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah dengan cangkul agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran dasar kolam adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Pupuknya menggunakan paduan pupuk organikditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organiknya bisa pupuk kandang atau pupuk kompos, dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan dosis pupuk kimianya adalah urea 15 gram per meter persegi dan TSP 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.

c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam harus dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Pada ketinggian tersebut sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton airnya akan berwarna kehijauan. Setelah satu minggu, baru benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.

Pemilihan benih ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Benih yang akan digunakan dalam budidaya ikan lele hendaklah dari jenis benih unggul. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya. Dalam artikel ini kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Alasannya, ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. Dimana kualitas dari lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai ikan lele sangkuriang silakan baca asal-usul ikan lele sangkuriang.
Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan leledan teknik pemijahan ikan lele. Hal yang paling penting adalah benih unggul yang digunakan harus benih yang baik dan sehat.

a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Benih yang kualitasnya buruk tidak bisa menghasilkan dengan maksimal dan rentan terhadap serangan penyakit. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakan renangnya, coba tempatkan ikan pada arus air, jika ikan tersebut menantang arah arus air berarti gerakan renangnya normal.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele sebaiknya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terhadap benih. Caranya, masukan benih yang baru datang dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
Menentukan kapasitas kolam
Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.
Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.

Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan. Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.

a. Pemberian pakan utama

Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ikan lele. Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa. Apabila pakan dirasa terlalu mahal kita juga bisa membuat pakan alternatif, silahkan baca membuat sendiri pakan lele alternatif.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari. Harus diingat, ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian makan lebih banyak pada sore dan malam hari. Pakan diberikan dengan ditebar. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.

b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang memang cukup menguras kantong. Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.

Pengelolaan air

Hal penting lainnya dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Walaupun ikan lele bisa hidup dalam kondisi air yang buruk, untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk. Oleh karena itu, apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan memberikan pakan. Apabila dalam memberikan pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan. Selain itu, apabila air terlihat berkurang karena penguapan atau kebocoran kolam, segera tambahkan.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.

Panen budidaya ikan lele

Pemanenan budidaya ikan lele untuk konsumsi dalam negeri biasanya berukuran 9-12 ekor per kg. Untuk mencapai ukuran konsumsi dari benih sebesar 5-7 cm dibutuhkan waktu sekitar 2,5 sampai 3,5 bulan dari awal benih ditebar. Sedangkan untuk ekspor, berat ikan lele bisa mencapai 500 gram per ekor.
Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen hendaknya disortasi terlebih dahulu untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran ini berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

PELUANG BISNIS Bersama Ust.Yusuf Mansur

Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 28 Januari 2014 | 16.44.00

PELUANG BISNIS Bersama Ust.Yusuf Mansur



Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk Anda,


Halo calon mitra VSI, apakah Anda tahu...9 Hal yang bisa anda lakukan setelah menjadi Member VSI? Silahkan simak infonya dibawah ini:
1. Bisnis Loket All Payment VERITRA-PAY dapat melakukan pembayaran online tanpa ke loket atau Bank.
2. Mengisi pulsa elektronik kapan saja dimana saja langsung dari HP Anda...BAYANGKAN hidup tanpa perlu lagi ke konter!
3. Mengisi pulsa dengan HARGA paling MURAH dibanding harga konter.
4. Mengisi pulsa HP rekan, kenalan atau relasi atau pengguna HP lain di seluruh Indonesia...Bayangkan Anda SELALU menerima UNTUNG setiap kali ada pengguna HP yang kehabisan PULSA!
5. Mengisi pulsa Token Listrik PLN di rumah Anda ataupun rumah tetangga Anda...Bayangkan Anda bisa dengan mudah kapan saja mengisi pulsa Token Listrik PLN rumah Anda.
6. Membayar TAGIHAN Listrik PLN di rumah Anda ataupun rumah tetangga Anda....Bayangkan Anda tidak perlu lagi ANTRI untuk membayar tagihan Listrik PLN rumah Anda!
7. membayar TAGIHAN telepon TELKOM rumah Anda...Menyenangkan bukan, Anda bisa membayar tagihan dari HP ANda?
8. Selain itu bisa juga untuk membayar TAGIHAN Speedy dan lainnya...(tiket pesawat, kereta api, bis, travel , konser, voucher main game, dll).
9. Mendapatkan produk Suplemen Herbal Habs-Pro senilai Rp.270.000 dan dapat menjadi distributornya.
Ckckckck...BUKAN MAIN...Luar biasa bukan?

Jadi tunggu apalagi? SEGERA bergabung bersama kami "The Best Team" VSI. Silakan ikuti panduan cara upgrade melalui halaman dibawah ini:

http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda

Aktivitas PETI Rambah Wilayah Ibukota Kuansing

Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 15 September 2013 | 10.06.00


TELUK KUANTAN (RP) - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) terus marak di wilayah Kabupaten Kuantan singingi. 

Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan. 

Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.



Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer. 

Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.

Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu. 

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.

Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.

Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh. 

Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.

‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.

Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.

Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini. 

Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’

Ombak Bono di Provinsi Riau

Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 12 Juni 2013 | 10.11.00

Ombak Bono di Provinsi Riau


Saya tertarik sekali dengan wisata Ombak Bono yang berada di provinsi Riau, yang kebetulan saya di lahirkan dan tinggal di Riau, tapi saya belum pernah melihat secara langsung Ombak Bono tersebut, karena belum adanya waktu untuk kesana. 
Berikut info mengenani Ombak Bono yag bersumber dari attayaya.net



Melihat orang berselancar di pantai adalah suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa. Kegiatan ini adalah kegiatan berselencar dengan papan selancar, bukan arung jeram atau dayung sampan.

Kegiatan berselancar di sungai hanya ada di 4 (empat) tempat di dunia ini. Tempat yang memiliki arus gelombang yang membentuk ombak sungai yang TERBESAR dan TERPANJANG terdapat di Indonesia dan di dunia.

Lokasi tepatnya adalah di Muara Kuala Sungai Kampar - Kecamatan Kuala Kampar - Kabupaten Pelalawan - Propinsi Riau - Indonesia. Gelombang ombak sungai ini disebut Gelombang BONO atau Ombak Bono. Bono yang lebih kecil berlokasi di Muara Sungai Rokan - Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau - Indonesia.

Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut akibat perubahan arus air. Gelombang atau ombak akibat tiupan angin dapat juga terjadi di danau yang luas. Tetapi gelombang atau ombak yang terjadi di sungai hanya ada di 4 sungai, salah satunya Sungai Kampar Riau - Indonesia ini.

BONO adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara Sungai Kampar Riau Indonesia yang merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang.

BONO menurut masyarakat muara Sungai Bono yang disebut penduduk sebagai kuala kampar memiliki ombak Bono yang dapat mencapai ketinggian 6-10 meter terkandung keadaan pada saat kejadian. Menurut cerita Melayu lama berjudul Sentadu Gunung Laut), setiap pendekar Melayu pesisir harus dapat menaklukkan ombak Bono untuk meningkatkan keahlian bertarung mereka.

Hal ini dapat masuk akal karena "mengendarai" Bono intinya adalah menjaga keseimbangan badan, diluar masalah mistis. Bono ini sebenarnya terdapat di dua lokasi yaitu di Muara (Kuala) Sungai Kampar dan di Muara (Kuala) Sungai Rokan.

Masyarakat setempat menyebut Bono di Kuala Kampar sebagai BONO JANTAN karena lebih besar, sedangkan Bono di Kuala Rokan sebagai BONO BETINA karena lebih kecil. Dahulu, karena masih ada sifat mistis di lokasi tersebut, maka untuk mengendarai Bono harus dengan upacara "semah" yang dilakukan pagi atau siang hari.

Upacara dipimpin oleh BOMO atau Datuk atau tetua kampung dengan maksud agar pengendara Bono selalu mendapat keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya. Selain itu ada cerita mistis (mungkin) yang berhubungan dengan gelombang Bono ini yaitu cerita tentang BANJIR DARAH DI MEMPUSUN atau MEMPUSUN BERSIMBAH DARAH dan terbentuknya Kerajaan Pelalawan 1822 Masehi.

Sekarang, masyarakat sekitar Kuala Kampar menganggap Bono sebagai "sahabat alam". Penduduk yang berani akan "mengendarai" Bono dengan sampan mereka tidak dengan menggunakan papan selancar pada umumnya. Mengendarai sampan di atas ombak Bono menjadi suatu kegiatan ketangkasan. Tetapi kegiatan ini memiliki resiko tinggi karena ketika salah mengendarai sampan, maka sampan akan dapat dihempas oleh ombak Bono, tak jarang yang sampannya hancur berkeping-keping. 

foto Ombak Bono sumber google







GELOMBANG BONO OMBAK TUJUH HANTU

Menurut cerita masyarakat Melayu lama, ombak Bono terjadi karena perwujudan 7 (tujuh) hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Kuala Kampar. Ombak besar ini sangat menakutkan bagi masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan upacara semah seperti yang telah disebutkan di atas.

Ombak ini sangat mematikan ketika sampan atau kapal berhadapan dengannya. Tak jarang sampan hancur berkeping-keping di hantam ombak tersebut atau hancur karena menghantam tebing sungai. Tak sedikit kapal yang diputar balik dan tenggelam akibanya. Menurut cerita masyarakat, dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu.

Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang.

Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak Bono. Tujuh Hantu adalah 7 ombak Bono dengan formasi 1 di depan dan diikuti dengan 6 gelombang di belakangnya. Karena 1 ombak terbesar telah dihancurkan Belanda sehingga ombak Bono besar hanya tersisa 6 ombak dengan formasi hampir sejajar memasuki Kuala Kampar. Mengenai kapal Belanda dan orang-orangnya tidak pernah diketemukan sampai sekarang.

CARA MENUJU LOKASI OMBAK BONO

Desa Teluk Meranti, Kuala Kampar. Cara menuju lokasi ombak Bono umumnya dilakukan dari Kota Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci (ibukota Kabupaten Pelalawan) dan menuju Desa Teluk Meranti. Perjalanan dilakukan dengan menggunakan transportasi darat (mobil, bus, motor).

Lama perjalanan memakan waktu antara 5 s/d 6 jam tergantung kondisi jalan dan kepadatan arus lalu lintas. Perjalanan antara Pekanbaru ke Pangkalan Kerinci adalah melalui Jalan Lintas Timur Sumatera sekitar 1-2 jam. Dari Pangkalan Kerinci menuju Simpang Bunut sekitar 30 menit dan akan memasuki Jalan Lintas Bono menuju Desa Teluk Meranti yang memakan waktu sekitar 4-5 jam.

Lewat transportasi air dapat dilalui melalui Pelabuhan Pangkalan Kerinci yang berada di bawah Jembatan Pangkalan Kerinci. Dari pelabuhan tersebut, dapat dilanjutkan perjalanan dengan menaiki speedboat menuju Pelabuhan Pulau Muda dengan waktu tempuh 4,5 jam.

Dapat juga menaiki kapal yang menuju Tanjung Batu yang berangkat jam 11 setiap hari dan turun di Pelabuhan Desa Teluk Meranti. Penginapan biasanya masih di rumah masyarakat karena untuk melihat ombak Bono harus menyewa speed boat kecil menuju Kuala Kampar. Ombak Bono tidak begitu terlihat bagus di Desa Teluk Meranti. Penduduk setempat dapat menunjukkan lokasi ombak Bono terbaik, terbesar dan terpanjang.

video


Perpanjangan Perizinan PT Miracle Terus Dipantau

 

TELUK KUANTAN (RP) - Kapolres Kuantan Singingi AKBP Wendry Purbyantoro SH menegaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses perpanjangan perizinan PT Miracle.

‘’Sekarang kan mereka sedang dalam mengurus perpanjangan perizinan. Ini yang terus kita pantau, apakah mereka beroperasi atau tidak. Tapi memang sejauh ini mereka tidak lagi beroperasi,’’ kata Wendry yang dihubungi Riau Pos, Ahad (9/6).

Kendati perusahaan tambang ini tidak lagi beroperasi, namun Wendry memastikan kalau proses perpanjangan perizinan perusahaan ini tetap dipantau. ‘’Kalau perusahaan ini beroperasi tanpa ada izin, tentu ini akan kita sikat,’’ katanya.

Sebelumnya, Pemuka Masyarakat Kuansing, Ir Mardianto Manan MT menilai, kalau keberadaan PT Miracle ini secara nyata merusak llingkungan. Bekas tambang perusahaan ini, katanya, tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk usaha lain, seperti perkebunan.

‘’Seharusnya perusahaan ini mereklamasi bekas tambangnya. Sehingga tidak hanya mengeksploitasi alam, namun juga harus bertanggungjawab memperbaharui alam,’’ saran Mardianto.

Sebelumnya, Humas PT Miracle, Rasidi mengungkapkan, bahwa pihaknya bersama dengan Pemkab Kuansing telah megupayakan reklamasi bekas tambang, terutama di wilayah yang telah dieksploitasi.

PT Miracle mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di empat lokasi. Pertama, seluas 2.006 hektare di Desa Pulau Padang Kecamatan Singingi, 6.010 hektare di Desa Geringging Baru Kecamatan Sentajo Raya, 4.007 hektare di Desa Logas Kecamatan Singingi dan 100 hektare lagi di Desa Logas, Kecamatan Singingi.

‘’Kalau perizinannya nanti disalahgunakan, kita tidak akan segan-segan untuk mencabut izinnya,’’ kata Sekda H Muharman kepada Riau Pos, beberapa waktu lalu.

Petani Kuansing Juara I Peda KTNA XIV Riau

TELUK KUANTAN (RP)-Setelah perwakilan Kabupaten Kuansing berhasil keluar sebagai juara umum pada pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIV tingkat Provinsi Riau, yang dilaksanakan di Desa Rambah Utama, Kabupaten Rokan Hulu pada 3-8 Juni lalu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP mengajak seluruh pihak terkait untuk mempertahankan prestasi tersebut. 

Dalam lomba yang diikuti itu, KTNA Kuansing berhasil meraih juara pertama di lima kategori, masing-masing stan pameran, tari daerah, vokal group, membuat minuman penyegar dari lidah buaya, dan pacu goni. 

Selain itu, Kuansing berhasil juga keluar sebagai tiga kali juara tiga, masing-masing diraih pada lomba menangkap belut, bola voli putra dan putri.

‘’Alhamdulillah, kita berhasil kembali ke luar sebagai juara umum pada lomba Peda KTNA tahun 2013 di Rohul,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP kepada Riau Pos, Senin (10/6).

Menurut Hardison, keberhasilan meraih juara umum pada lomba tingkat provinsi ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam lomba ini. ‘’Ini adalah hasil dari kerja sama yang kita jalin, sehingga kita bisa juara,’’ akunya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Tanaman dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Kuansing Deflides Gusni SP menambahkan, bahwa kegiatan Peda KTNA ini memiliki target untuk menyejahterakan petani.

Dari kegiatan ini, petani diharapkannya bisa saling tukar pengetahuan tentang pertanian. ‘’Kita bersyukur keluar sebagai juara umum pada lomba ini. Tentunya, kita juga ingin memastikan, bahwa Kuansing bisa,’’ katanya.

Ke depan, Deflides berharap agar para petani di Kuansing semakin termotivasi dan kompak dalam mengikuti lomba apapun dan di tingkat manapun. 

Dengan keberhasilan ini, ia berharap motivasi bagi petani lain di Kuansing agar terus cinta dengan dunia pertanian.

‘’Mari kita pertahankan prestasi ini, semoga kalau kita tetap kompak dan bersatu, kita yakin prestasi ini bisa dipertahankan lagi. Terima kasih semuanya,’’ 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kuansing_Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger