Latest Post
10.50.00
Dukun Santet Dibakar Hidup-Hidup "Inuman" Kuansing
Written By SEDI SUGANDA on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 10.50.00
SEORANG DUKUN SANTET DIBAKAR MASSA.

PEKANBARU -Jasad Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi korban pembakaran massa akibat disangka dukun santet pada Kamis (3/10 ) akan dikebumikan siang ini.
"Sebelumnya anggota sempat kesulitan untuk menyerahkan kepada siapa mayat korban. Karena dia tinggal sendiri di desa itu, tanpa ada saudara," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Aji Irawan yang menghubungi media ini, Jumat (4/10).
Ia menjelaskan, setelah bersusah payah hingga jasad korban terkesan terlantar, akhirnya anggota menemukan seseorang yang bersedia untuk mengebumikan korban.
"Warga itu adalah yang menumpangi tempat tinggal korban. Sebelumnya dia sempat menolak, namun setelah dimediasi, akhirnya bersedia. Rencananya pemakaman akan dilakukan siang ini," katanya.
Pada Kamis (3/10) siang, dilaporkan bahwa Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, dibakar oleh massa karena dianggap sebagai dukun.
Puncak marah warga, berawal ketika terjadi beberapa kasus kesurupan yang dialami oleh pelajar di satu sekolah menengah pertama di kecamatan itu dengan menyebut-nyebut nama 'Mbah'. 'Mbah' menurut Kapolres adalah sebutan untuk korban Paiman selama ia tinggal menumpang di rumah seorang warga, Rinson.
Mau tau berita kuansing lainnya klik link ini http://kuansing-terkini.blogspot.com/
PEKANBARU -Jasad Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi korban pembakaran massa akibat disangka dukun santet pada Kamis (3/10 ) akan dikebumikan siang ini.
"Sebelumnya anggota sempat kesulitan untuk menyerahkan kepada siapa mayat korban. Karena dia tinggal sendiri di desa itu, tanpa ada saudara," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Aji Irawan yang menghubungi media ini, Jumat (4/10).
Ia menjelaskan, setelah bersusah payah hingga jasad korban terkesan terlantar, akhirnya anggota menemukan seseorang yang bersedia untuk mengebumikan korban.
"Warga itu adalah yang menumpangi tempat tinggal korban. Sebelumnya dia sempat menolak, namun setelah dimediasi, akhirnya bersedia. Rencananya pemakaman akan dilakukan siang ini," katanya.
Pada Kamis (3/10) siang, dilaporkan bahwa Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, dibakar oleh massa karena dianggap sebagai dukun.
Puncak marah warga, berawal ketika terjadi beberapa kasus kesurupan yang dialami oleh pelajar di satu sekolah menengah pertama di kecamatan itu dengan menyebut-nyebut nama 'Mbah'. 'Mbah' menurut Kapolres adalah sebutan untuk korban Paiman selama ia tinggal menumpang di rumah seorang warga, Rinson.
Mau tau berita kuansing lainnya klik link ini http://kuansing-terkini.blogspot.com/
Label:
Berita,
Breaking News,
Korban Jiwa,
Top News
11.01.00

PANGEAN (RP) - Masyarakat Sako Kecamatan Pangean dihebohkan dengan adanya upaya penculikan terhadap anak-anak oleh orang tak dikenal, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (5/9).
Namun upaya penculikan terhadap anak yang usianya sekitar 8 tahun itu gagal terjadi, karena anak tersebut bisa menghindar dengan cara melompat ke semak-semak di sekitar tempat kejadian, persisnya tidak jauh dari wilayah Polsek Pangean.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, anak tersebut berjalan dari arah Sako menuju arah Pasarbaru Pangean. Kejadiannya bermula pada saat sebuah mobil jenis truck melaju dari arah Teluk Kuantan.
Setibanya berada di tempat anak itu berjalan, mobil tersebut mencoba menghampiri, namun dengan sigap anak itu langsung melompat ketika ada upaya penculikan.
‘’Iya, heboh juga dengan kejadian itu, karena kan tak biasanya kejadian penculikan anak terjadi di Pangean bahkan Kuansing,’’ ujar Sotri Denti, salah seorang warga asal Pulau Rengas Pangean yang melintas pada saat kejadian, Kamis (5/9).
Menurut Sotri, kejadiannya ini mengundang perhatian banyak masyarakat di wilayah Sako. Pasalnya, penculikan anak sepertinya sudah mulai masuk ke wilayah Kuansing. ‘’Tentu dengan kejadian ini akan membuat kita lebih berhati-hati dengan anak,’’ ujarnya.
Terkait kejadian ini, Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni SH MH yang dikonfirmasi Riau Pos terpisah mengakui, adanya upaya penculikan anak di wilayah Pangean. Ia mengimbau masyarakat Pangean waspada terhadap kejadian tersebut.
‘’Memang ada, tapi gagal, karena pada saat mau dihampiri, anak itu langsung melompat ke semak-semak,’’ ujar Milson.
Menurut Milson, mobil yang hendak melakukan upaya penculikan itu adalah jenis truk yang datang dari arah Teluk Kuantan.
Warga Dihebohkan Upaya Penculikan Anak di Kuansing
Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 15 September 2013 | 11.01.00
PANGEAN (RP) - Masyarakat Sako Kecamatan Pangean dihebohkan dengan adanya upaya penculikan terhadap anak-anak oleh orang tak dikenal, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (5/9).
Namun upaya penculikan terhadap anak yang usianya sekitar 8 tahun itu gagal terjadi, karena anak tersebut bisa menghindar dengan cara melompat ke semak-semak di sekitar tempat kejadian, persisnya tidak jauh dari wilayah Polsek Pangean.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, anak tersebut berjalan dari arah Sako menuju arah Pasarbaru Pangean. Kejadiannya bermula pada saat sebuah mobil jenis truck melaju dari arah Teluk Kuantan.
Setibanya berada di tempat anak itu berjalan, mobil tersebut mencoba menghampiri, namun dengan sigap anak itu langsung melompat ketika ada upaya penculikan.
‘’Iya, heboh juga dengan kejadian itu, karena kan tak biasanya kejadian penculikan anak terjadi di Pangean bahkan Kuansing,’’ ujar Sotri Denti, salah seorang warga asal Pulau Rengas Pangean yang melintas pada saat kejadian, Kamis (5/9).
Menurut Sotri, kejadiannya ini mengundang perhatian banyak masyarakat di wilayah Sako. Pasalnya, penculikan anak sepertinya sudah mulai masuk ke wilayah Kuansing. ‘’Tentu dengan kejadian ini akan membuat kita lebih berhati-hati dengan anak,’’ ujarnya.
Terkait kejadian ini, Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni SH MH yang dikonfirmasi Riau Pos terpisah mengakui, adanya upaya penculikan anak di wilayah Pangean. Ia mengimbau masyarakat Pangean waspada terhadap kejadian tersebut.
‘’Memang ada, tapi gagal, karena pada saat mau dihampiri, anak itu langsung melompat ke semak-semak,’’ ujar Milson.
Menurut Milson, mobil yang hendak melakukan upaya penculikan itu adalah jenis truk yang datang dari arah Teluk Kuantan.
Label:
Hot News,
Kejahatan,
Penculikan,
Top News
10.52.00
KUANTAN MUDIK (RP) - Obyek wisata Danau Kebun Nopi yang terletak di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik telan korban jiwa.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (29/8), seorang pelajar dari Desa Bukit Pedusunan meninggal diduga tenggelam di danau tersebut pada saat mandi bersama teman-temannya.
Pelajar tersebut bernama Rini yang masih berusia 15 tahun. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SLTP ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuantan Mudik.
Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dibawa ke Puskesmas Lubuk Jambi, meski sempat mendapat pertolongan dari para tenaga medis.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, Rini diketahui pada sore kemarin mandi bersama teman-teman sebayanya di dekat daerah yang di namakan punggung gajah atau tepatnya di samping pintu air Danau Kebun Nopi.
Sedang asyik mandi dan berenang, saat itulah Rini menghilang dan membuat panik teman sebayanya.
Melihat Rini tidak muncul ke permukaan, lalu temannya meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, tiba-tiba tubuh Rini terlihat muncul ke permukaan. Melihat itu pula, tubuh Rini dapat diangkat ke permukaan oleh temannya.
‘’Setelah Rini ditemukan, dengan menggunakan sepeda motor lalu kita bawa ke Puskesmas, namun Nyawanya tetap tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Desa Bukit Pedusunan, Masril, Kamis (29/8).
Diakui Masril, daerah tempat mandi Rini dan teman sebayannya itu memang cukup dalam, sehingga kalau anak kecil biasanya tidak bisa menggapai dasar sungai.
‘’Yang mengangkat Rini kemarin juga anak-anak yang sama mandi dengannya, baru kita sampai, dan langsung membawanya ke puskesmas,’’ ujarnya.
Korban Jiwa di Tempat Wisata Kobun Nopi
Sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (29/8), seorang pelajar dari Desa Bukit Pedusunan meninggal diduga tenggelam di danau tersebut pada saat mandi bersama teman-temannya.
Pelajar tersebut bernama Rini yang masih berusia 15 tahun. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SLTP ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuantan Mudik.
Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dibawa ke Puskesmas Lubuk Jambi, meski sempat mendapat pertolongan dari para tenaga medis.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, Rini diketahui pada sore kemarin mandi bersama teman-teman sebayanya di dekat daerah yang di namakan punggung gajah atau tepatnya di samping pintu air Danau Kebun Nopi.
Sedang asyik mandi dan berenang, saat itulah Rini menghilang dan membuat panik teman sebayanya.
Melihat Rini tidak muncul ke permukaan, lalu temannya meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, tiba-tiba tubuh Rini terlihat muncul ke permukaan. Melihat itu pula, tubuh Rini dapat diangkat ke permukaan oleh temannya.
‘’Setelah Rini ditemukan, dengan menggunakan sepeda motor lalu kita bawa ke Puskesmas, namun Nyawanya tetap tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Desa Bukit Pedusunan, Masril, Kamis (29/8).
Diakui Masril, daerah tempat mandi Rini dan teman sebayannya itu memang cukup dalam, sehingga kalau anak kecil biasanya tidak bisa menggapai dasar sungai.
‘’Yang mengangkat Rini kemarin juga anak-anak yang sama mandi dengannya, baru kita sampai, dan langsung membawanya ke puskesmas,’’ ujarnya.
Label:
Hari Ini,
Hot News,
Kecelakaan,
Korban Jiwa
10.29.00
KUANSING (RP) - Jalan Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan sepanjang 215 meter yang menghubungkan Desa Lubuk Ambacang menuju Desa Koto Kombu, diaspal Jumat (6/9/2013).
Kepala Desa Lubuk Ambacang, Ardison melalui Sekretaris Desa, Marhalim saat dihubungi Riau Pos menyebutkan, bahwa pengaspalan ini dimulai dari Pasar Lubuk Ambacang menuju jalan baru.
‘’Ini menyambung jalan kabupaten yang dulunya hanya sampai pasar Lubuk Ambacang. Kini sudah disambung hingga jalan baru dekat jembatan perbatasan desa Koto Kombu,’’ ujar Marhalim.
Dengan diaspalnya jalan ini, masayarakat Lubuk Ambacang sangat berterima kasih kepada pihak terkait. Sebab, sebelum jalan ini diaspal, kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat musim hujan.
‘’Kami sangat berterima kasih sekali karena sudah diaspalnya jalan ini. Biasanya kalau turun hujan, didepan rumah saya ini sangat licin sekali. Dan sering warga jatuh saat menurun kalau dari arah desa Koto Kombu," kata Pudin salah seorang warga Lubuk Ambacang.
Jalan Lubuk Ambacang-Koto Kombu Diaspal
Kepala Desa Lubuk Ambacang, Ardison melalui Sekretaris Desa, Marhalim saat dihubungi Riau Pos menyebutkan, bahwa pengaspalan ini dimulai dari Pasar Lubuk Ambacang menuju jalan baru.
‘’Ini menyambung jalan kabupaten yang dulunya hanya sampai pasar Lubuk Ambacang. Kini sudah disambung hingga jalan baru dekat jembatan perbatasan desa Koto Kombu,’’ ujar Marhalim.
Dengan diaspalnya jalan ini, masayarakat Lubuk Ambacang sangat berterima kasih kepada pihak terkait. Sebab, sebelum jalan ini diaspal, kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat musim hujan.
‘’Kami sangat berterima kasih sekali karena sudah diaspalnya jalan ini. Biasanya kalau turun hujan, didepan rumah saya ini sangat licin sekali. Dan sering warga jatuh saat menurun kalau dari arah desa Koto Kombu," kata Pudin salah seorang warga Lubuk Ambacang.
Label:
Bangunan,
Inprastruktur,
Jajanan,
Top News,
Transportasi
10.06.00
TELUK KUANTAN (RP) - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) terus marak di wilayah Kabupaten Kuantan singingi.
Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.
Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.
Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.
Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu.
Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.
Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.
Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh.
Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.
‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.
Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.
Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini.
Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’
Aktivitas PETI Rambah Wilayah Ibukota Kuansing
Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.
Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.
Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.
Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu.
Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.
Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.
Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh.
Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.
‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.
Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.
Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini.
Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’
Label:
Bencana Alam,
Demonstrasi,
Hot News,
Sumber Daya Alam,
Tenaga Kerja
09.48.00
TALUK KUANTAN - Akibat terjadinya gangguan jaringan listrik sistem Sumatera membuat listrik di Kuansing harus dilakukan pemadaman bergilir. Pemadaman bergilir akan dimulai pukul 18.00 WIB setiap hari selama dua jam.
Pemadaman yang sudah mulai sejak empat hari lalu akan berlangsung sampai 30 Juni mendatang.
‘’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan, karena listrik ada gangguan sistem Sumatera maka dilakukan pemadaman secara bergilir di tiap kecamatan,’’ kata Kepala Rayon PLN Teluk Kuantan, Darwin kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Pemadaman secara bergilir ini, katanya, terpaksa dilakukan untuk menghemat listrik, sebab jika dipaksakan hidup seluruhnya tidak akan mampu dilayani tenaga pembangkit listrik untuk seluruh wilayah di Kuansing, karena adanya gangguan sistem Sumatera. Maka dilakukan pemadaman giliran sekitar 4 MW setiap hari.
Mulai dari pukul 18:00 WIB selama dua jam berlanjut sampai pekerjaan selesai yang diperkirakan 30 Juni nanti. ‘’Lewat 30 Juni aliran listrik PLN baru mulai normal dan tidak ada lagi pemadaman secara bergilir,’’ katanya.
Dijelaskannya, listrik PLN ini akan mati secara bergantian, di mana ada lima travo jaringan yang akan dimatikan selama dua jam. Di antaranya travo fidel 1 (F1) untuk sekitaran Kota Teluk Kuantan atau di sejumlah desa lainnya.
Kemudian fidel 2 (F2) meliputi sejumlah desa di Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, LTD, daerah tranmigrasi, Baserah, Kuantan Hilir Seberang, Cerenti.
Selanjutnya, fidel 3 (F3) sejumlah desa di Kuantan Tengah, Singingi, Singingi Hilir, dan Sarosah Hulu Kuantan. Fidel 4 (F4) meliputi sejumlah desa di Kuantan Tengah, Benai, Pangean, Baserah, dan Cerenti. Selanjutnya, fidel 5 (F5) meliputi daerah Kari, Gunung Toar, dan Lubuk Jambi.
‘’Setiap jaringan fidel ini akan dilakukan pemadaman secara bergilir selama dua jam. Jadi kalau jaringan fidel 1 dimatikan, maka sekitar Kota Teluk Kuantan lampu akan mati, begitu juga seterusnya. Dan ini dilakukan secara bergiliran yang setiap hari waktu matinya dilakukan selama dua jam,’’
PLN Lakukan Pemadaman Di Sebagian Daerah Kuansing
Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 23 Juni 2013 | 09.48.00
Pemadaman yang sudah mulai sejak empat hari lalu akan berlangsung sampai 30 Juni mendatang.
‘’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan, karena listrik ada gangguan sistem Sumatera maka dilakukan pemadaman secara bergilir di tiap kecamatan,’’ kata Kepala Rayon PLN Teluk Kuantan, Darwin kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Pemadaman secara bergilir ini, katanya, terpaksa dilakukan untuk menghemat listrik, sebab jika dipaksakan hidup seluruhnya tidak akan mampu dilayani tenaga pembangkit listrik untuk seluruh wilayah di Kuansing, karena adanya gangguan sistem Sumatera. Maka dilakukan pemadaman giliran sekitar 4 MW setiap hari.
Mulai dari pukul 18:00 WIB selama dua jam berlanjut sampai pekerjaan selesai yang diperkirakan 30 Juni nanti. ‘’Lewat 30 Juni aliran listrik PLN baru mulai normal dan tidak ada lagi pemadaman secara bergilir,’’ katanya.
Dijelaskannya, listrik PLN ini akan mati secara bergantian, di mana ada lima travo jaringan yang akan dimatikan selama dua jam. Di antaranya travo fidel 1 (F1) untuk sekitaran Kota Teluk Kuantan atau di sejumlah desa lainnya.
Kemudian fidel 2 (F2) meliputi sejumlah desa di Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, LTD, daerah tranmigrasi, Baserah, Kuantan Hilir Seberang, Cerenti.
Selanjutnya, fidel 3 (F3) sejumlah desa di Kuantan Tengah, Singingi, Singingi Hilir, dan Sarosah Hulu Kuantan. Fidel 4 (F4) meliputi sejumlah desa di Kuantan Tengah, Benai, Pangean, Baserah, dan Cerenti. Selanjutnya, fidel 5 (F5) meliputi daerah Kari, Gunung Toar, dan Lubuk Jambi.
‘’Setiap jaringan fidel ini akan dilakukan pemadaman secara bergilir selama dua jam. Jadi kalau jaringan fidel 1 dimatikan, maka sekitar Kota Teluk Kuantan lampu akan mati, begitu juga seterusnya. Dan ini dilakukan secara bergiliran yang setiap hari waktu matinya dilakukan selama dua jam,’’
Label:
Hot News,
Perhubungan,
Top News
09.41.00
TALUK KUANTAN - Polres Kuansing menangkap dua pedagang yang disinyalir melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) terutama untuk mengais keuntungan menjelang pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.
‘’Sudah ada dua orang pembeli BBM yang kami tangkap, hendaknya ini menjadi pelajaran bagi mereka, jika tidak berhenti maka Polisi bakal bertindak tegas tanpa pandang bulu,’’ kata Kapolres Kuansing, AKBP Wendry Purbyantoro SH kepada wartawan Rabu (19/6).
Kedua pedagang dibekuk usai membeli BBM di SPBU Kebun Nenas Desa Jake. Yang bersangkutan sempat menyembunyikannya di dalam semak-semak disekitar SPBU, namun diketahui oleh Polisi.
‘’Barang bukti berupa jerigen berisi BBM dan tersangka sudah diamankan di Polres,’’ ujarnya.
Terkait upaya Polres dalam memantau penyaluran BBM, katanya, saat ini Polri sedang menggelar operasi Dian.
Karena itu petugas Polisi ditugasi memantau penyaluran BBM di SPBU baik secara terbuka maupun secara tertutup. ‘’Kalau ada yang melanggar langsung kita tindak,’’ ujarnya.
Sementara menyangkut pedagang eceran, lanjut Kapolres, merupakan wewenang dari Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing. Bahkan dirinya sudah meminta Kadis Kopindag untuk bertemu dengan berbagai pihak mengantisipasi permasalahan pedagang eceran tersebut.
‘’Contohnya pemilik kartu kendali ditata ulang soal jadwal pembelian BBM di SPBU yang selama ini bisa setiap hari untuk mencegah penimbunan menjadi sekali dalam 2 atau 3 hari,’’ ujarnya.
Sebenarnya, kata Kapolres, secara nasional, pedagang eceran tidak dibenarkan, namun Pemkab Kuansing melihat geografis wilayah yang luas sementara jumlah SPBU sedikit memberikan rekomendasi kepada pedagang untuk membeli BBM untuk warga yang jauh dari SPBU.
‘’Dalam mencegah penimbunan BBM saat ini, perlu dinas terkait berembuk ulang menata penyaluran, di SPBU tersedia di daerah yang jauh dari SPBU juga tersedia. Tapi kita ingatkan setiap pelanggaran oleh pedagang dan petugas SPBU dalam penyaluran akan ditindak tegas,’’ jelas Wendry.
Walau pemerintah belum mengumumkan secara resmi kenaikan harga BBM, baik premium dan solar, namun ironisnya di lapangan sudah ada pedagang eceran yang menjual bensin dari Rp7 ribu sampai dengan Rp10 ribu per liter. Tidak hanya harga bensin yang melambung, stok di pedagang eceran juga menghilang.
Pasalnya, banyak pedagang eceran yang biasanya menjual bensin sekarang memilih menutup usaha mereka. Mereka tampaknya sengaja menimbun BBM jelang pengumuman sehingga dapat menikmati keuntungan berlipat ganda.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing H Tarmis yang ditanya soal ini, Rabu siang mengakui, bahwa saat ini SPBU dilarang menjual BBM kepada pedagang eceran untuk mencegah terjadinya aksi penimbunan.
‘’Memang ada imbauan Polres ke SPBU agar BBM tak dijual ke pedagang eceran terlebih dahulu,’’
Dua Penimbun BBM Ditangkap
‘’Sudah ada dua orang pembeli BBM yang kami tangkap, hendaknya ini menjadi pelajaran bagi mereka, jika tidak berhenti maka Polisi bakal bertindak tegas tanpa pandang bulu,’’ kata Kapolres Kuansing, AKBP Wendry Purbyantoro SH kepada wartawan Rabu (19/6).
Kedua pedagang dibekuk usai membeli BBM di SPBU Kebun Nenas Desa Jake. Yang bersangkutan sempat menyembunyikannya di dalam semak-semak disekitar SPBU, namun diketahui oleh Polisi.
‘’Barang bukti berupa jerigen berisi BBM dan tersangka sudah diamankan di Polres,’’ ujarnya.
Terkait upaya Polres dalam memantau penyaluran BBM, katanya, saat ini Polri sedang menggelar operasi Dian.
Karena itu petugas Polisi ditugasi memantau penyaluran BBM di SPBU baik secara terbuka maupun secara tertutup. ‘’Kalau ada yang melanggar langsung kita tindak,’’ ujarnya.
Sementara menyangkut pedagang eceran, lanjut Kapolres, merupakan wewenang dari Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing. Bahkan dirinya sudah meminta Kadis Kopindag untuk bertemu dengan berbagai pihak mengantisipasi permasalahan pedagang eceran tersebut.
‘’Contohnya pemilik kartu kendali ditata ulang soal jadwal pembelian BBM di SPBU yang selama ini bisa setiap hari untuk mencegah penimbunan menjadi sekali dalam 2 atau 3 hari,’’ ujarnya.
Sebenarnya, kata Kapolres, secara nasional, pedagang eceran tidak dibenarkan, namun Pemkab Kuansing melihat geografis wilayah yang luas sementara jumlah SPBU sedikit memberikan rekomendasi kepada pedagang untuk membeli BBM untuk warga yang jauh dari SPBU.
‘’Dalam mencegah penimbunan BBM saat ini, perlu dinas terkait berembuk ulang menata penyaluran, di SPBU tersedia di daerah yang jauh dari SPBU juga tersedia. Tapi kita ingatkan setiap pelanggaran oleh pedagang dan petugas SPBU dalam penyaluran akan ditindak tegas,’’ jelas Wendry.
Walau pemerintah belum mengumumkan secara resmi kenaikan harga BBM, baik premium dan solar, namun ironisnya di lapangan sudah ada pedagang eceran yang menjual bensin dari Rp7 ribu sampai dengan Rp10 ribu per liter. Tidak hanya harga bensin yang melambung, stok di pedagang eceran juga menghilang.
Pasalnya, banyak pedagang eceran yang biasanya menjual bensin sekarang memilih menutup usaha mereka. Mereka tampaknya sengaja menimbun BBM jelang pengumuman sehingga dapat menikmati keuntungan berlipat ganda.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing H Tarmis yang ditanya soal ini, Rabu siang mengakui, bahwa saat ini SPBU dilarang menjual BBM kepada pedagang eceran untuk mencegah terjadinya aksi penimbunan.
‘’Memang ada imbauan Polres ke SPBU agar BBM tak dijual ke pedagang eceran terlebih dahulu,’’