Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
12.04.00
PELUANG BISNIS VSI (Veritra Sentosa Internasional) bersama Ust.Yusuf Mansur.
Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 28 Januari 2014 | 12.04.00
PELUANG BISNIS VSI (Veritra Sentosa Internasional) bersama Ust.Yusuf Mansur.

Kami akan terangkan cara kerja dan bonus-bonusnya,
Untuk pendaftar dan bergabung menjadi member silahkan anda klik link di bawah ini,
http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda
Setelah mendaftar anda akan bisa langsung menjadi member kami dengan cara yang telah kami terangkan pada link yang telah kami sediakan di atas. atau klik Disini
Anda juga bisa melihat Video louncing dan penjelasan Tentang Program VSI Yusuf Mansur ini
klik link ini http://www.youtube.com/watch?v=nJa_5HTgOF0
ANDA TINGGAL KLIK LINKNYA DAN SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA.
http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda
Salam Sukses ("VSI Ust.Yusuf Mansur")
Kami akan terangkan cara kerja dan bonus-bonusnya,
Untuk pendaftar dan bergabung menjadi member silahkan anda klik link di bawah ini,
http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda
Setelah mendaftar anda akan bisa langsung menjadi member kami dengan cara yang telah kami terangkan pada link yang telah kami sediakan di atas. atau klik Disini
Anda juga bisa melihat Video louncing dan penjelasan Tentang Program VSI Yusuf Mansur ini
klik link ini http://www.youtube.com/watch?v=nJa_5HTgOF0
ANDA TINGGAL KLIK LINKNYA DAN SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA.
http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda
Salam Sukses ("VSI Ust.Yusuf Mansur")
10.06.00
TELUK KUANTAN (RP) - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) terus marak di wilayah Kabupaten Kuantan singingi.
Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.
Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.
Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.
Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu.
Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.
Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.
Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh.
Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.
‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.
Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.
Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini.
Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’
Aktivitas PETI Rambah Wilayah Ibukota Kuansing
Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 15 September 2013 | 10.06.00
Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.
Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.
Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.
Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu.
Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.
Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.
Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh.
Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.
‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.
Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.
Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini.
Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’
Label:
Bencana Alam,
Demonstrasi,
Hot News,
Sumber Daya Alam,
Tenaga Kerja
11.49.00
RAPP Serahkan Sembako untuk 140 KK Korban Banjir Kuansing
Written By SEDI SUGANDA on Kamis, 25 April 2013 | 11.49.00
KUANSING – Kepedulian terhadap banjir Kuansing terus berdatangan. Untuk mengurangi kesulitan yang dihadapi masyarakat yang dilanda banjir di dua kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi, yakni Kecamatan Singingi dan Kecamatan Singingi Hilir, PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) Estate Logas, Rabu (20/3/2013), memberikan bantuan sembako kepada 140 KK yang tersebar di lima desa di dua kecamatan tersebut. Lima desa tersebut adalah Desa Muara Lembu, Desa Kebun Lado, Desa Petai, Desa Sungai Paku, dan Desa Tanjung Pauh.
Penyerahan bantuan banjir diserahkan Estate Manager Logas diwakili oleh Head Humas Estate Logas, Herman, yang diterima oleh Camat Singingi Hilir, Yulfides, S. Sos. didampingi SHR Officer Kabupaten Kuansing, Eka Haris, CD Officer Logas Erian Yusti, SGR Officer Logas Raja Asman, CD BPPUT Kuansing Nazrul Efendi, disaksikan oleh para staf kecamatan, serta para Kepala Desa yang mendapat bantuan banjir.
Camat Singingi Hilir, Yulpides.S Sos, atas nama pemerintahan mengucapkan apresiasi untuk RAPP yang telah membantu dan peduli terhadap korban banjir di Kecamatan Singingi Hilir dan Kecamatan Singingi.
“Mudah-mudahan bantuan yang telah diberikan dapat bermanfaat untuk masyarakat yang terkena musibah banjir. Dan diharapkan bantuan dari RAPP terus berlanjut sehingga dapat membangun reputasi dan pencitraan RAPP ke depan yang lebih baik dimata masyarakat dan pemerintah,” katanya.
Senada dengan Yulpides, Estate Manager Logas, diwakili oleh Head Humas Estate Logas, Herman, menyampaikan, RAPP memiliki komitmen yang kuat untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.
”Pemberian bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen RAPP untuk peduli kepada masyarakat yang mendapat musibah disekitar wilayah operasional, diharapkan dengan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang mendapat musibah banjir, dan terjalinnya hubungan dan koordinasi yang baik dengan pemerintahan dan masyarakat dengan RAPP,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Desa Sei Paku, Eldianto mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh RAPP, dimana dengan adanya bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terkena musibah bandir.
“RAPP dengan program CD (Community development)-nya juga telah banyak membantu desa yang berada di sekitar wilayah operasionalnya dan diharapkan RAPP tetap memperhatikan desa-desa tersebut,” tuturnya.
Penyerahan bantuan banjir diserahkan Estate Manager Logas diwakili oleh Head Humas Estate Logas, Herman, yang diterima oleh Camat Singingi Hilir, Yulfides, S. Sos. didampingi SHR Officer Kabupaten Kuansing, Eka Haris, CD Officer Logas Erian Yusti, SGR Officer Logas Raja Asman, CD BPPUT Kuansing Nazrul Efendi, disaksikan oleh para staf kecamatan, serta para Kepala Desa yang mendapat bantuan banjir.
Camat Singingi Hilir, Yulpides.S Sos, atas nama pemerintahan mengucapkan apresiasi untuk RAPP yang telah membantu dan peduli terhadap korban banjir di Kecamatan Singingi Hilir dan Kecamatan Singingi.
“Mudah-mudahan bantuan yang telah diberikan dapat bermanfaat untuk masyarakat yang terkena musibah banjir. Dan diharapkan bantuan dari RAPP terus berlanjut sehingga dapat membangun reputasi dan pencitraan RAPP ke depan yang lebih baik dimata masyarakat dan pemerintah,” katanya.
Senada dengan Yulpides, Estate Manager Logas, diwakili oleh Head Humas Estate Logas, Herman, menyampaikan, RAPP memiliki komitmen yang kuat untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.
”Pemberian bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen RAPP untuk peduli kepada masyarakat yang mendapat musibah disekitar wilayah operasional, diharapkan dengan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang mendapat musibah banjir, dan terjalinnya hubungan dan koordinasi yang baik dengan pemerintahan dan masyarakat dengan RAPP,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Desa Sei Paku, Eldianto mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh RAPP, dimana dengan adanya bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terkena musibah bandir.
“RAPP dengan program CD (Community development)-nya juga telah banyak membantu desa yang berada di sekitar wilayah operasionalnya dan diharapkan RAPP tetap memperhatikan desa-desa tersebut,” tuturnya.
Label:
Bencana Alam,
Ekonomi,
Sosial Budaya,
Sumbangan
10.40.00
TALUK KUANTAN--Tanggul penahan air pada salah satu bendungan terbesar di Kuansing, yakni Bendungan Sungai Batang Pangean jebol hingga menghancurkan rumah dan merendam ratusan rumah warga, yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Senin dini hari (29/10) kemarin.
Jebolnya tanggul tersebut disebabkan hujan deras yang tidak berhenti selama beberpa hari terakihir ini sehingga mengakibatkan debit air yang berada di sepanjang sungai batang pangean membesar sehingga menghantam bendungan terbesar di kuansing.
Akibatnya, satu unit rumah yang terbuat dari tembok milik Neneng (45), warga Dusun Penghijauan, yang berdiri kokoh di bawah tanggul hancur karena diterjang air Sungai Batang Pangean tersebut.Selain meluluhlantakkan rumah milik Neneng, akibat dari jebolnya tanggul Bendungan Pangean ini juga merendam sekitar 120 rumah di Dusun Penghijauan, serta juga merendam jalan provinsi yang menghubungkan Teluk Kuantan-Cerenti.
Kepala Dusun Penghijauan Desa Pasarbaru Pangean, Agus Salim mengungkapkan, kalau di dusunnya ini merendam sekurangnya 120 rumah, dan menghancurkan satu unit rumah milik Neneng.Ia menyangsikan, apabila hujan kembali mengguyur bagian hulu sungai ini tentu berakibat terhadap pemukiman warga Penghijauan, yang bisa terus merendam dan menggenangi rumah dan jalan provinsi yang ada di daerah ini.
Camat Pangean Novrion SSos Menurutnya, ada sekitar 10 meter tanggul di Bendungan Pangean ini jebol yang setiap saat airnya akan meluncurkan ke pemukiman warga dan jalan provinsi termasuk ke sejumlah desa yang ada di Pangean, seperti Koto Tinggi, Pulau Tengah, Pulau Kumpai, dan Pauh Angit.
"Bisa saja kalau hujan terus mengguyur, setiap rumah yang berada di sepanjang aliran sungai ini akan jadi sasaran banjir, dan ini akan lebih parah lagi," ujar Novrion.
"Bendungan ini berada diatas rata-rata pemukiman masyarakat," katanya.Disampin tanggul bendungan yang jebol, ada sekitar 50 meter turap air saluran pembuang juga jebol.
Sekarang kondisinya sudah retak-retak dan tanahnyapun sudah amblas seiring dengan derasnya arus sungai, Ahad malam (28/10) kemarin.
"Kalau ini dibiarkan, ini akan lebih membahayakan lagi," katanya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kuansing, Nopriman HK ST MT mengatakan, bahwa pihaknya akan mengopname seluruh fasilitas yang ada di tengah masyarakat yang rusak akibat banjir ini .
," untuk mengiventarisir ini kita tentu menunggu banjir surut Sekarang kan masih banjir, tentu kita tunggu surut setelah itu baru kita inventarisir.Ujarnya
Kalau memang bisa pakai dana bencana alam, kita bangun. Tapi kita akan pantau dulu sambil menunggu banjir benar-benar surut,"
Tanggul Bendungan Terbesar Di Kuansing Jebol"Simak selengkapnya.!!!
Bendungan Kuansing "Jebol"!!
TALUK KUANTAN--Tanggul penahan air pada salah satu bendungan terbesar di Kuansing, yakni Bendungan Sungai Batang Pangean jebol hingga menghancurkan rumah dan merendam ratusan rumah warga, yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Senin dini hari (29/10) kemarin.
Jebolnya tanggul tersebut disebabkan hujan deras yang tidak berhenti selama beberpa hari terakihir ini sehingga mengakibatkan debit air yang berada di sepanjang sungai batang pangean membesar sehingga menghantam bendungan terbesar di kuansing.
Akibatnya, satu unit rumah yang terbuat dari tembok milik Neneng (45), warga Dusun Penghijauan, yang berdiri kokoh di bawah tanggul hancur karena diterjang air Sungai Batang Pangean tersebut.Selain meluluhlantakkan rumah milik Neneng, akibat dari jebolnya tanggul Bendungan Pangean ini juga merendam sekitar 120 rumah di Dusun Penghijauan, serta juga merendam jalan provinsi yang menghubungkan Teluk Kuantan-Cerenti.
Kepala Dusun Penghijauan Desa Pasarbaru Pangean, Agus Salim mengungkapkan, kalau di dusunnya ini merendam sekurangnya 120 rumah, dan menghancurkan satu unit rumah milik Neneng.Ia menyangsikan, apabila hujan kembali mengguyur bagian hulu sungai ini tentu berakibat terhadap pemukiman warga Penghijauan, yang bisa terus merendam dan menggenangi rumah dan jalan provinsi yang ada di daerah ini.
Camat Pangean Novrion SSos Menurutnya, ada sekitar 10 meter tanggul di Bendungan Pangean ini jebol yang setiap saat airnya akan meluncurkan ke pemukiman warga dan jalan provinsi termasuk ke sejumlah desa yang ada di Pangean, seperti Koto Tinggi, Pulau Tengah, Pulau Kumpai, dan Pauh Angit.
"Bisa saja kalau hujan terus mengguyur, setiap rumah yang berada di sepanjang aliran sungai ini akan jadi sasaran banjir, dan ini akan lebih parah lagi," ujar Novrion.
"Bendungan ini berada diatas rata-rata pemukiman masyarakat," katanya.Disampin tanggul bendungan yang jebol, ada sekitar 50 meter turap air saluran pembuang juga jebol.
Sekarang kondisinya sudah retak-retak dan tanahnyapun sudah amblas seiring dengan derasnya arus sungai, Ahad malam (28/10) kemarin.
"Kalau ini dibiarkan, ini akan lebih membahayakan lagi," katanya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kuansing, Nopriman HK ST MT mengatakan, bahwa pihaknya akan mengopname seluruh fasilitas yang ada di tengah masyarakat yang rusak akibat banjir ini .
," untuk mengiventarisir ini kita tentu menunggu banjir surut Sekarang kan masih banjir, tentu kita tunggu surut setelah itu baru kita inventarisir.Ujarnya
Kalau memang bisa pakai dana bencana alam, kita bangun. Tapi kita akan pantau dulu sambil menunggu banjir benar-benar surut,"
Label:
Bencana Alam,
Hot News,
Inprastruktur
12.10.00
HUJAN lebat yang turun sejak Kamis (14/3) malam hingga Jumat (15/3) dinihari, mengakibatkan banjir bandang di dua kabupaten bertetangga, Kuantan Singingi (Kuansing) dan Indragiri Hulu (Inhu). Belum ada laporan korban jiwa, namun banjir merendam 120 rumah dan sempat memutus jalan lintas Kuansing (Riau) - Kiliranjao (Sumatera Barat).
Di Kuansing, banjir bandang tersebut merendam Kelurahan Muara Lembu, Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, Kuansing. Banjir berlangsung lebih kurang enam jam sehingga juga melumpuhkan jalan nasional di perbatasan Desa Logas dengan Kelurahan Muara Lembu, sejak pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB. Sementara banjir bandang di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu dan sekitarnya membuat nyaris membuat rubuh jembatan di atas Sungai Sisirih di Desa Usul.
Banjir yang menjadikan putusnya jalan lintas provinsi di Kuansing itu ketinggiannya mencapai 1 meter. Akibatnya, kendaraan dari berbagai jenis yang akan melintas terpaksa berhenti menunggu air surut. Kendaraan roda empat atau lebih baru bisa melintas sekitar pukul 09.30 WIB. Namun kondisi itu belum aman bagi kendaraan roda dua.
‘’Masih tinggi bang, mobil bisa lewat, tapi sepeda motor masih sulit, tapi kalau berani lewat juga,’’ kata salah seorang pengendara yang tersangkut di ruas jalan itu.
Datangnya banjir bandang secara tiba-tiba ini tidak disangka warga. Beruntung arus air tidak begitu deras sehingga hanya merendam rumah, tidak sampai menghanyutkan.
Zulfitri (39), warga yang rumahnya terendam setinggi dua meter menyebutkan, baru pertama kali terjadi banjir yang sebesar ini terjadi di Singingi. Ini akibat air dari Sungai Lembu dari arah desa Logas ini meluap.
Ayah dua anak ini menuturkan, puncak banjir bandang ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu rumahnya yang berada di dekat Sungai Lembu kemasukan air hingga lebih kurang 2 meter. Akibatnya, ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. ‘’TV dan peralatan lainnya terendam banjir sekaligus. Apalagi yang mau kita selamatkan, semuanya sudah terendam,’’ ujarnya.
Ia menceritakan, banjir kali ini datang dengan mengeluarkan suara yang keras. Saat itu, ia sedang tidur bersama anak dan istrinya yang tengah hamil tua. Air masuk begitu cepat dan saat itu dirinya hanya berusaha untuk menyelamatkan istrinya dan kedua anaknya ke tempat yang lebih aman. Pada saat berusaha menyelamatkan orang-orang yang disayanginya itu, ia harus dihadapi dengan jalan lintas provinsi yang juga terendam setinggi 1 meter. Sehingga ia memilih menyelamatkan anak dan istrinya ke salah satu rumah makan yang tidak jauh dari rumahnya.
‘’Tak ada selamatkan apa-apa. Dan yang terpenting, bagaimana anak dan istri selamat. Ya, lebih kurang 2 jamlah air setinggi rata-rata 1 meter menggenangi jalan hingga membuat kendaraan tertahan, dari pukul 05.00 pagi,’’ ujarnya.
Zulfitri mengaku, hanya pakaian di badan yang bisa ia bawa bersama anak dan istrinya itu. Kini, semua pakaian dan peralatan lainnya sudah basah dan tidak tidak tahu bagaimana bentuk isi yang ada di dalam rumahnya. ‘’Sekarang air memang sudah mulai surut, tapi masih tinggi,’’ katanya.
Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing H Tarmis SPd MH yang tinggal di Kebun Lado dan setiap pagi melintas di jalan ini menuju Teluk Kuantan mengaku sempat tertahan selama dua jam.
‘’Tak bisa lewat, banjir sangat tinggi yang menggenang di jalan nasional di Muara Lembu. Mobil seperti Kijang Innova, sedan, Avanza tak bisa lewat, baru bisa lewat hampir pukul 09.00. Ini baru pertama kali banjir terjadi di sini,’’ kata Tarmis yang menghubungi Riau Pos, kemarin.
Camat Singingi, Zulkaneri SSos MSi yang dihubungi Riau Pos juga mengaku terkejut. Ia tidak mengira banjir akan terjadi cukup besar. Ia menduga banjir ini akibat rusaknya lingkungan. ‘’Inilah akibatnya kalau lingkungan sudah rusak,’’ katanya.
Informasi yang diterima Riau Pos, banjir ini melanda dua desa dan merendam sekitar 120 rumah. 65 rumah di Kelurahan Muara Lembu dan 55 unit rumah di Kebun Lado. Saat ini, warga yang menjadi korban banjir ini sudah disalurkan bantuan berupa mie instan, sarden dan susu. Hingga pukul 15.00 WIB, banjir sudah surut namun air sungai masih meluap, tapi tidak lagi merendam rumah warga.
‘’Bantuan yang disalurkan terdiri dari 55 kotak mie instan untuk Desa Kebun Lado dan 65 kotak mie instan untuk warga kelurahan Muara Lembu, ditambah 4 kotak Sarden,’’ ujar Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kuansing, Nopriman ST MT.
Sebelumnya, hujan mengakibatkan meluapnya Sungai Ili di Desa Koto Inuman namun tidak sampia merendam rumah warga.
Banjir Bandang Hantam Kuansing-Inhu
Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 24 April 2013 | 12.10.00
Di Kuansing, banjir bandang tersebut merendam Kelurahan Muara Lembu, Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, Kuansing. Banjir berlangsung lebih kurang enam jam sehingga juga melumpuhkan jalan nasional di perbatasan Desa Logas dengan Kelurahan Muara Lembu, sejak pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB. Sementara banjir bandang di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu dan sekitarnya membuat nyaris membuat rubuh jembatan di atas Sungai Sisirih di Desa Usul.
Banjir yang menjadikan putusnya jalan lintas provinsi di Kuansing itu ketinggiannya mencapai 1 meter. Akibatnya, kendaraan dari berbagai jenis yang akan melintas terpaksa berhenti menunggu air surut. Kendaraan roda empat atau lebih baru bisa melintas sekitar pukul 09.30 WIB. Namun kondisi itu belum aman bagi kendaraan roda dua.
‘’Masih tinggi bang, mobil bisa lewat, tapi sepeda motor masih sulit, tapi kalau berani lewat juga,’’ kata salah seorang pengendara yang tersangkut di ruas jalan itu.
Datangnya banjir bandang secara tiba-tiba ini tidak disangka warga. Beruntung arus air tidak begitu deras sehingga hanya merendam rumah, tidak sampai menghanyutkan.
Zulfitri (39), warga yang rumahnya terendam setinggi dua meter menyebutkan, baru pertama kali terjadi banjir yang sebesar ini terjadi di Singingi. Ini akibat air dari Sungai Lembu dari arah desa Logas ini meluap.
Ayah dua anak ini menuturkan, puncak banjir bandang ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu rumahnya yang berada di dekat Sungai Lembu kemasukan air hingga lebih kurang 2 meter. Akibatnya, ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. ‘’TV dan peralatan lainnya terendam banjir sekaligus. Apalagi yang mau kita selamatkan, semuanya sudah terendam,’’ ujarnya.
Ia menceritakan, banjir kali ini datang dengan mengeluarkan suara yang keras. Saat itu, ia sedang tidur bersama anak dan istrinya yang tengah hamil tua. Air masuk begitu cepat dan saat itu dirinya hanya berusaha untuk menyelamatkan istrinya dan kedua anaknya ke tempat yang lebih aman. Pada saat berusaha menyelamatkan orang-orang yang disayanginya itu, ia harus dihadapi dengan jalan lintas provinsi yang juga terendam setinggi 1 meter. Sehingga ia memilih menyelamatkan anak dan istrinya ke salah satu rumah makan yang tidak jauh dari rumahnya.
‘’Tak ada selamatkan apa-apa. Dan yang terpenting, bagaimana anak dan istri selamat. Ya, lebih kurang 2 jamlah air setinggi rata-rata 1 meter menggenangi jalan hingga membuat kendaraan tertahan, dari pukul 05.00 pagi,’’ ujarnya.
Zulfitri mengaku, hanya pakaian di badan yang bisa ia bawa bersama anak dan istrinya itu. Kini, semua pakaian dan peralatan lainnya sudah basah dan tidak tidak tahu bagaimana bentuk isi yang ada di dalam rumahnya. ‘’Sekarang air memang sudah mulai surut, tapi masih tinggi,’’ katanya.
Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing H Tarmis SPd MH yang tinggal di Kebun Lado dan setiap pagi melintas di jalan ini menuju Teluk Kuantan mengaku sempat tertahan selama dua jam.
‘’Tak bisa lewat, banjir sangat tinggi yang menggenang di jalan nasional di Muara Lembu. Mobil seperti Kijang Innova, sedan, Avanza tak bisa lewat, baru bisa lewat hampir pukul 09.00. Ini baru pertama kali banjir terjadi di sini,’’ kata Tarmis yang menghubungi Riau Pos, kemarin.
Camat Singingi, Zulkaneri SSos MSi yang dihubungi Riau Pos juga mengaku terkejut. Ia tidak mengira banjir akan terjadi cukup besar. Ia menduga banjir ini akibat rusaknya lingkungan. ‘’Inilah akibatnya kalau lingkungan sudah rusak,’’ katanya.
Informasi yang diterima Riau Pos, banjir ini melanda dua desa dan merendam sekitar 120 rumah. 65 rumah di Kelurahan Muara Lembu dan 55 unit rumah di Kebun Lado. Saat ini, warga yang menjadi korban banjir ini sudah disalurkan bantuan berupa mie instan, sarden dan susu. Hingga pukul 15.00 WIB, banjir sudah surut namun air sungai masih meluap, tapi tidak lagi merendam rumah warga.
‘’Bantuan yang disalurkan terdiri dari 55 kotak mie instan untuk Desa Kebun Lado dan 65 kotak mie instan untuk warga kelurahan Muara Lembu, ditambah 4 kotak Sarden,’’ ujar Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kuansing, Nopriman ST MT.
Sebelumnya, hujan mengakibatkan meluapnya Sungai Ili di Desa Koto Inuman namun tidak sampia merendam rumah warga.
Label:
Bencana Alam,
Unik