Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
12.04.00
PELUANG BISNIS VSI (Veritra Sentosa Internasional) bersama Ust.Yusuf Mansur.
Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 28 Januari 2014 | 12.04.00
PELUANG BISNIS VSI (Veritra Sentosa Internasional) bersama Ust.Yusuf Mansur.

Kami akan terangkan cara kerja dan bonus-bonusnya,
Untuk pendaftar dan bergabung menjadi member silahkan anda klik link di bawah ini,
http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda
Setelah mendaftar anda akan bisa langsung menjadi member kami dengan cara yang telah kami terangkan pada link yang telah kami sediakan di atas. atau klik Disini
Anda juga bisa melihat Video louncing dan penjelasan Tentang Program VSI Yusuf Mansur ini
klik link ini http://www.youtube.com/watch?v=nJa_5HTgOF0
ANDA TINGGAL KLIK LINKNYA DAN SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA.
http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda
Salam Sukses ("VSI Ust.Yusuf Mansur")
Kami akan terangkan cara kerja dan bonus-bonusnya,
Untuk pendaftar dan bergabung menjadi member silahkan anda klik link di bawah ini,
http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda
Setelah mendaftar anda akan bisa langsung menjadi member kami dengan cara yang telah kami terangkan pada link yang telah kami sediakan di atas. atau klik Disini
Anda juga bisa melihat Video louncing dan penjelasan Tentang Program VSI Yusuf Mansur ini
klik link ini http://www.youtube.com/watch?v=nJa_5HTgOF0
ANDA TINGGAL KLIK LINKNYA DAN SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA.
http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda
Salam Sukses ("VSI Ust.Yusuf Mansur")
11.15.00

Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.
Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308
Cash Forvisits (Menghasilkan Uang) Dengan Usaha Online
Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 24 Desember 2013 | 11.15.00
Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.
Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308
Label:
Hari Ini,
Hot Post,
Hot Sport,
Kejahatan,
Kesenian Daerah,
Korupsi,
Mata pencarian,
Olahraga,
Parpol,
Pelecehan,
Penculikan,
Pertanian,
SDM,
Top News,
Tradisi
09.06.00
TELUK KUANTAN (RP)-Setelah perwakilan Kabupaten Kuansing berhasil keluar sebagai juara umum pada pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIV tingkat Provinsi Riau, yang dilaksanakan di Desa Rambah Utama, Kabupaten Rokan Hulu pada 3-8 Juni lalu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP mengajak seluruh pihak terkait untuk mempertahankan prestasi tersebut.
Dalam lomba yang diikuti itu, KTNA Kuansing berhasil meraih juara pertama di lima kategori, masing-masing stan pameran, tari daerah, vokal group, membuat minuman penyegar dari lidah buaya, dan pacu goni.
Selain itu, Kuansing berhasil juga keluar sebagai tiga kali juara tiga, masing-masing diraih pada lomba menangkap belut, bola voli putra dan putri.
‘’Alhamdulillah, kita berhasil kembali ke luar sebagai juara umum pada lomba Peda KTNA tahun 2013 di Rohul,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP kepada Riau Pos, Senin (10/6).
Menurut Hardison, keberhasilan meraih juara umum pada lomba tingkat provinsi ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam lomba ini. ‘’Ini adalah hasil dari kerja sama yang kita jalin, sehingga kita bisa juara,’’ akunya.
Sementara itu, Kabid Perlindungan Tanaman dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Kuansing Deflides Gusni SP menambahkan, bahwa kegiatan Peda KTNA ini memiliki target untuk menyejahterakan petani.
Dari kegiatan ini, petani diharapkannya bisa saling tukar pengetahuan tentang pertanian. ‘’Kita bersyukur keluar sebagai juara umum pada lomba ini. Tentunya, kita juga ingin memastikan, bahwa Kuansing bisa,’’ katanya.
Ke depan, Deflides berharap agar para petani di Kuansing semakin termotivasi dan kompak dalam mengikuti lomba apapun dan di tingkat manapun.
Dengan keberhasilan ini, ia berharap motivasi bagi petani lain di Kuansing agar terus cinta dengan dunia pertanian.
‘’Mari kita pertahankan prestasi ini, semoga kalau kita tetap kompak dan bersatu, kita yakin prestasi ini bisa dipertahankan lagi. Terima kasih semuanya,’’
Petani Kuansing Juara I Peda KTNA XIV Riau
Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 12 Juni 2013 | 09.06.00
Dalam lomba yang diikuti itu, KTNA Kuansing berhasil meraih juara pertama di lima kategori, masing-masing stan pameran, tari daerah, vokal group, membuat minuman penyegar dari lidah buaya, dan pacu goni.
Selain itu, Kuansing berhasil juga keluar sebagai tiga kali juara tiga, masing-masing diraih pada lomba menangkap belut, bola voli putra dan putri.
‘’Alhamdulillah, kita berhasil kembali ke luar sebagai juara umum pada lomba Peda KTNA tahun 2013 di Rohul,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP kepada Riau Pos, Senin (10/6).
Menurut Hardison, keberhasilan meraih juara umum pada lomba tingkat provinsi ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam lomba ini. ‘’Ini adalah hasil dari kerja sama yang kita jalin, sehingga kita bisa juara,’’ akunya.
Sementara itu, Kabid Perlindungan Tanaman dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Kuansing Deflides Gusni SP menambahkan, bahwa kegiatan Peda KTNA ini memiliki target untuk menyejahterakan petani.
Dari kegiatan ini, petani diharapkannya bisa saling tukar pengetahuan tentang pertanian. ‘’Kita bersyukur keluar sebagai juara umum pada lomba ini. Tentunya, kita juga ingin memastikan, bahwa Kuansing bisa,’’ katanya.
Ke depan, Deflides berharap agar para petani di Kuansing semakin termotivasi dan kompak dalam mengikuti lomba apapun dan di tingkat manapun.
Dengan keberhasilan ini, ia berharap motivasi bagi petani lain di Kuansing agar terus cinta dengan dunia pertanian.
‘’Mari kita pertahankan prestasi ini, semoga kalau kita tetap kompak dan bersatu, kita yakin prestasi ini bisa dipertahankan lagi. Terima kasih semuanya,’’
Label:
Mata pencarian,
Pertanian,
SDM,
Sumber Daya Alam
17.04.00
Sawit Solusi Mensejahterakan Daerah Perbatasan
Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 11 Juni 2013 | 17.04.00
Baru-baru ini Indonesia dihebohkan oleh isu pencaplokan daerah perbatasan oleh Malaysia. Namun pada saat itu juga masyarakat Indonesia dihadapkan pada kenyataan kesejahteraan penduduk di ujung Indonesia yang cukup memprihatinkan.
Achmad Mangga Barani Ketua Umum Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB) menjelaskan begawan perkebunan , salah satu cara mensejahterakan daerah perbatasan adalah dengan membangun kebun sawit di daerah tersebut. Komoditas sawit berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya, seperti kakao atau karet.
Pembangunan kelapa sawit tidak hanya mensejahterakan masyarakat namun juga bisa mendorong perkembangan ekonomi daerah. Setiap kali ada perusahan yang membangun kebun di suatu daerah maka harus ada pabrik yang dibangun ditempat itu. Berbeda dengan karet atau kakao yang pabriknya adanya diperkotaan.
Ketika ada pabrik yang dibangun di tempat yang terpencil dipastikan setiap 2 minggu setidaknya akan terjadi transaksi minimal Rp. 5 M. “Jadi bisa dibayangkan dampak uangnya yang beredar begitu besar bagi suatu daerah. Maka yang kemudian muncul warung,pasar, bank. Itu sebabnya banyak daerah-daerah pengembangan kelapa sawit yang awalnya desa kemudian menjadi kecamatan, lalu berkembang jadi Ibu kota kabupaten” , ungkap Mangga Barani.
Persoalannya, menurut Mangga Barani Indonesia menerapkan kebijakan savety beltuntuk daerah perbatasan Dimana 5 km dari batas negara tidak boleh ada penanaman dan umumnya menjadi pengawasan TNI.
Pada tahun 2007 konsorsium PTPN sudah membuat proposal untuk mengembangkan kelapa sawit di daerah perbatasan seluas 180 000 ha. Rencana ini sudah akan segera diakusisi, namun karena ada protes dari LSM rencana itu dihentikan. “ Tentu ini yang membuat saya heran. Kok, negeri ini takut sama LSM,” keluh Mangga Barani.
Oleh sebab itu, Mangga Barani menegaskan untuk mendorong pengembangan kelapa sawit di daerah perbatasan adalah cara mengatasi masalah rendahnya kesejahteraan masyarakat di ujung wilayah Indonesia. “Hanya saja perlu keberanian pemerintah untuk melakukannya,”
Label:
Hari Ini,
Hot News,
Pertanian,
Tenaga Kerja
16.00.00
TELUK KUANTAN- Harga karet yang terus anjlok sejak dua bulan terakhir ini mulai membuat masyarakat Kuansing yang sebagian besar bergantung hidup dari komoditas ini kewalahan dan gamang dalam memenuhi anak-anak jelang tahun ajaran baru dan juga kebutuhan hidup sehari-hari.
"Entah lah pak, bagaimana caranya nanti, tahun ini anak saya yang paling tua mau melanjutkan ke SMP kalau lulus, dan yang nomor dua mau masuk TK, pastinya perlu biaya yang tidak sedikit, sementara sekarang jangankan menabung untuk persiapan, kebutuhan sehari-hari saja sering ngutang di warung,"ujar Iros, ibu rumah tangga asal Taluk Kuantan saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.
Ibu tiga anak yang suaminya sehari-hari berporfesi sebagai petani penyadap karet ini mengaku kalau penghasilan suaminya dari menyadap karet kebun milik kerabatnya itu hanya berkisar Rp. 200 ribu satu minggu itu pun kalau tidak ada hujan.
"Sekarang harga karet terus turun, bahkan dua hari lalu kami jual harganya cuma Rp 7000 satu kilo, dalam seminggu itu cuma paling dapat 70 kg, jadi duitnya paling Rp 400 ribu, dibagi dua dengan yang punya kebun tinggal lagi Rp 200 ribu, bayar hutang di kedai dengan hutang sama induk semang, paling 100-150 yang dibawa pulang, Rp. 100 ribu seminggu mau makan apa zaman sekarang ini, yah makanya terpaksa ngutang lagi,"ujarnya lirih.
Untuk itu dirinya bersama sang suami harus memutar otak untuk mencari tambahan."Yah, kerja apa aja yang bisa menambah penghasilan, ini untung saja kita beras tidak beli karena ada hasil sawah kemaren,"sambungnya.
Kalau dulu saat harga karet diatas sepuluh ribu menurutnya penghasilan mereka dalam satu minggu itu bisa lah berkisar Rp. 400 sampai 500 ribu perminggu."Kalau segitu kita bisa sisihkan antara seratus sampai dua ratus seminggu, kan lumayan untuk kebutuhan yang mendesak,"paparnya.
Seharusnya menurut Iros, dalam menghadapi tahun ajaran baru ini dirinya sudah bisa menabung untuk persiapan mulai dari sekarang, tapi dengan kondisi seperti ini ia mengaku tidak bisa.
Tapi bukankah pemerintah sudah menggratiskan untuk tingkat SD sampai SMP."Namanya saja gratis pak, kalau mau masuk sekolah itu tetap aja harus siapkan duit, minimal 2 juta harus ada dikantong, kara uang ini lah, uang itu lah,"ujarnya tanpa menjelaskan rincian dari biaya-biaya tersebut.
Belum lagi menurut Iros, moment bulan puasa, setelah itu hari raya, kemudian pacu jalur yang akan dihadapi yang membutuhkan biaya ekstra."Itu semua kita perlu persiapkan dari sekarang,"tuturnya.
Sementara itu, secara terpisah salah satu induk semang (toke) yang biasa membeli karet masyarakat di Seberang Taluk, Buyung mengakui kalau sejak dua bulan terakhir ini harga karet memang anjlok."Wah, karam kami pak, sudah 7000 sekarang, kalau udah segini banyak petani yang ngutang,"ujarnya singkat.
Kemudian, informasi dari salah seorang warga Desa Jake, Isep, untuk harga karet disana Rabu kemaren itu Rp 8600/kg."Turun terus bang, minggu kemaren masih Rp 9000 ribu, Rabu kemaren sudah Rp 8600/kg,"ujarnya.
Harga Karet Terus Anjlok, Warga Mulai Gamang Hadapi Tahun Ajaran Baru
Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 24 April 2013 | 16.00.00
"Entah lah pak, bagaimana caranya nanti, tahun ini anak saya yang paling tua mau melanjutkan ke SMP kalau lulus, dan yang nomor dua mau masuk TK, pastinya perlu biaya yang tidak sedikit, sementara sekarang jangankan menabung untuk persiapan, kebutuhan sehari-hari saja sering ngutang di warung,"ujar Iros, ibu rumah tangga asal Taluk Kuantan saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.
Ibu tiga anak yang suaminya sehari-hari berporfesi sebagai petani penyadap karet ini mengaku kalau penghasilan suaminya dari menyadap karet kebun milik kerabatnya itu hanya berkisar Rp. 200 ribu satu minggu itu pun kalau tidak ada hujan.
"Sekarang harga karet terus turun, bahkan dua hari lalu kami jual harganya cuma Rp 7000 satu kilo, dalam seminggu itu cuma paling dapat 70 kg, jadi duitnya paling Rp 400 ribu, dibagi dua dengan yang punya kebun tinggal lagi Rp 200 ribu, bayar hutang di kedai dengan hutang sama induk semang, paling 100-150 yang dibawa pulang, Rp. 100 ribu seminggu mau makan apa zaman sekarang ini, yah makanya terpaksa ngutang lagi,"ujarnya lirih.
Untuk itu dirinya bersama sang suami harus memutar otak untuk mencari tambahan."Yah, kerja apa aja yang bisa menambah penghasilan, ini untung saja kita beras tidak beli karena ada hasil sawah kemaren,"sambungnya.
Kalau dulu saat harga karet diatas sepuluh ribu menurutnya penghasilan mereka dalam satu minggu itu bisa lah berkisar Rp. 400 sampai 500 ribu perminggu."Kalau segitu kita bisa sisihkan antara seratus sampai dua ratus seminggu, kan lumayan untuk kebutuhan yang mendesak,"paparnya.
Seharusnya menurut Iros, dalam menghadapi tahun ajaran baru ini dirinya sudah bisa menabung untuk persiapan mulai dari sekarang, tapi dengan kondisi seperti ini ia mengaku tidak bisa.
Tapi bukankah pemerintah sudah menggratiskan untuk tingkat SD sampai SMP."Namanya saja gratis pak, kalau mau masuk sekolah itu tetap aja harus siapkan duit, minimal 2 juta harus ada dikantong, kara uang ini lah, uang itu lah,"ujarnya tanpa menjelaskan rincian dari biaya-biaya tersebut.
Belum lagi menurut Iros, moment bulan puasa, setelah itu hari raya, kemudian pacu jalur yang akan dihadapi yang membutuhkan biaya ekstra."Itu semua kita perlu persiapkan dari sekarang,"tuturnya.
Sementara itu, secara terpisah salah satu induk semang (toke) yang biasa membeli karet masyarakat di Seberang Taluk, Buyung mengakui kalau sejak dua bulan terakhir ini harga karet memang anjlok."Wah, karam kami pak, sudah 7000 sekarang, kalau udah segini banyak petani yang ngutang,"ujarnya singkat.
Kemudian, informasi dari salah seorang warga Desa Jake, Isep, untuk harga karet disana Rabu kemaren itu Rp 8600/kg."Turun terus bang, minggu kemaren masih Rp 9000 ribu, Rabu kemaren sudah Rp 8600/kg,"ujarnya.
Label:
Mata pencarian,
Pertanian,
SDM