Latest Post
Tampilkan postingan dengan label SDM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDM. Tampilkan semua postingan
16.50.00
Panduan lengkap budidaya ikan lele
Written By SEDI SUGANDA on Senin, 03 Februari 2014 | 16.50.00
Panduan lengkap budidaya ikan lele
Budidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang. Pemerintah juga gencar memberikan dukungan melalui riset benih lele unggul dan kampanye gerakan makan ikan. Sehingga bermunculan sentra-sentra budidaya ikan lele di sejumlah daerah.
Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, budidaya ikan lele sebaiknya tidak dilakukan secara sampingan atau sekadar kegiatan subsisten. Ikan lele sanggup hidup dalam kepadatan tebar yang tinggi dan memiliki rasio pemberian pakan berbanding pertumbuhan daging yang baik. Oleh karena itu, usaha budidaya ikan lele akan memberikan keuntungan lebih apabila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas budidaya ikan lele segmen pembesaran. Berikut kami uraikan tahap-tahap persiapannya.
Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele
Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Lalu, cocokkan dengan sumber dana yang kita miliki. Perlu diperhatikan bahwa setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita hanya membahas kolam tanah saja, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan.
a. Pengeringan dan pengolahan tanah
Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering. Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari sisa-sisa priode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah. Selain penggemburan, lakukan pengangkatan lapisan lumpur hitam berbau busuk yang biasanya terdapat di dasar kolam. Karena lumpur hitam tersebut menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak habis pada periode budidaya ikan lele sebelumnya.
b. Pengapuran dan pemupukan
Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor. Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di atas permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah dengan cangkul agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran dasar kolam adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Pupuknya menggunakan paduan pupuk organikditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organiknya bisa pupuk kandang atau pupuk kompos, dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan dosis pupuk kimianya adalah urea 15 gram per meter persegi dan TSP 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.
c. Pengaturan air kolam
Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam harus dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Pada ketinggian tersebut sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton airnya akan berwarna kehijauan. Setelah satu minggu, baru benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.
Pemilihan benih ikan lele
Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Benih yang akan digunakan dalam budidaya ikan lele hendaklah dari jenis benih unggul. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya. Dalam artikel ini kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Alasannya, ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. Dimana kualitas dari lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai ikan lele sangkuriang silakan baca asal-usul ikan lele sangkuriang.
Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan leledan teknik pemijahan ikan lele. Hal yang paling penting adalah benih unggul yang digunakan harus benih yang baik dan sehat.
a. Syarat benih unggul
Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Benih yang kualitasnya buruk tidak bisa menghasilkan dengan maksimal dan rentan terhadap serangan penyakit. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakan renangnya, coba tempatkan ikan pada arus air, jika ikan tersebut menantang arah arus air berarti gerakan renangnya normal.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele sebaiknya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.
b. Cara menebar benih
Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terhadap benih. Caranya, masukan benih yang baru datang dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
Menentukan kapasitas kolamBerikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.
Pakan untuk budidaya ikan lele
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan. Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.
a. Pemberian pakan utama
Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ikan lele. Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa. Apabila pakan dirasa terlalu mahal kita juga bisa membuat pakan alternatif, silahkan baca membuat sendiri pakan lele alternatif.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari. Harus diingat, ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian makan lebih banyak pada sore dan malam hari. Pakan diberikan dengan ditebar. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.
b. Pemberian pakan tambahan
Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang memang cukup menguras kantong. Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.
Pengelolaan air
Hal penting lainnya dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Walaupun ikan lele bisa hidup dalam kondisi air yang buruk, untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk. Oleh karena itu, apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan memberikan pakan. Apabila dalam memberikan pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan. Selain itu, apabila air terlihat berkurang karena penguapan atau kebocoran kolam, segera tambahkan.
Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.
Panen budidaya ikan lele
Pemanenan budidaya ikan lele untuk konsumsi dalam negeri biasanya berukuran 9-12 ekor per kg. Untuk mencapai ukuran konsumsi dari benih sebesar 5-7 cm dibutuhkan waktu sekitar 2,5 sampai 3,5 bulan dari awal benih ditebar. Sedangkan untuk ekspor, berat ikan lele bisa mencapai 500 gram per ekor.
Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen hendaknya disortasi terlebih dahulu untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran ini berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.
Label:
Bahan pangan,
SDM,
Sumber Daya Alam,
Tenaga Kerja,
Top News
16.37.00
BETERNAK IKAN NILA
cara memijahkan/pembenihan ikan nila
Untuk melakukan pembenihan ikan nila ada langkah-langkah yang harus kita laksanakan, untuk lebih jelasnya dapat sobat lihat di bawah ini.
Langkah Pertama : Persiapan Kolam
Persiapan kolam untuk kegiatan pemijahan ikan nila antara lain peneplokan/ perapihan pematang agar pematang tidak bocor, meratakan dasar kolam dengan kemiringan mengarah ke kemalir, membersihkan bak kobakan, menutup pintu pengeluaran dengan paralon, pemasangan saringan di pintu pemasukan serta pengisian kolam dengan air. Pemasangan saringan dimaksudkan untuk menghindari masuknya ikan-ikan liar sebagai predator atau kompetitor yang dapat mempengaruhi kuantitas hasil produksi maupun kualitas benih yang dihasilkan.
Langkah Kedua : Pemijahan
Jumlah induk dalam satu populasi pemijahan secara masal disebut satu paket. Satu paket induk berjumlah 400 ekor yang terdiri dari 100 ekor jantan dan 300 ekor betina (Ne = ±133,3). Dengan induk sejumlah ini diharapkan dapat menghambat laju silang dalam dan memungkinkan keturunannya dapat dijadikan induk kembali setelah melalui kegiatan seleksi. Penebaran induk dilakukan pada pagi hari saat suhu udara dan air masih rendah. Padat tebar induk adalah 1 ekor/m2, sehingga satu paket induk sebanyak 400 ekor memerlukan lahan untuk pemijahan seluas 400 m2. Satu periode pemijahan berlangsung selama 10 hari untuk dapat dilakukan pemanenan larva. Proses pemijahan sendiri dapat berlangsung selama delapan periode pemijahan dengan delapan kali pemanenan larva, tanpa harus mengangkat induk. Setelah akhir periode, induk diangkat dari kolam pemijahan dan dipelihara secara terpisah antara jantan dan betina untuk pematangan gonad selama 15 hari. Selanjutnya paket induk tersebut dimasukkan kembali kedalam kolam pemijahan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Langkah Ketiga : Pengolahan Pakan dan Air
Dosis pemberian pakan adalah 3% dari bobot biomas untuk lima hari pertama pemijahan dan 2-2,5% untuk lima hari berikutnya sampai panen larva. Penurunan dosis pemberian pakan ini disesuaikan dengan kondisi bahwa sebagian induk betina sedang mengerami telur dan larva. Pakan yang diberikan harus cukup mengandung protein ( 28-30%). Selama pemijahan debit air diatur dalam dua tahap, yakni 5 hari pertama lebih besar 5 hari kedua. Debit air dalam 5 hari pertama adalah dalam rangka meningkatkan kandungan oksigen dalam air, memacu nafsu makan induk disamping mengganti air yang menguap. Sedangkan untuk 5 hari kedua debit air hanya dimaksudkan untuk mengganti air yang terbuang melalui penguapan sedemikian rupa tanpa melimpaskan air ke luar kolam.
Langkah Keempat : Panen Larva
Panen larva dilakukan setiap sepuluh hari sekali pada pagi hari. Tergantung luas kolam, penyurutan kolam dapat mulai disurutkan sehari sebelumnya. Penyurutan air kolam dilakukan pertama-tama sampai setengah-nya. Sebelum surut total, bak tempat panen larva perlu dibersihkan dari lumpur dengan cara membuka sumbat outlet kobakan. Penyusutan secara total dilakukan sampai air hanya tersisa pada kobakan saja. Induk dan larva akan berkumpul pada kobakan, dan segera dilakukan pengambilan larva menggunakan scoop net. Kemudian larva ditampung sementara dalam hapa ukuran 2 x 2 x 1 m3 dengan mesh size 1,0 mm. Proses pengambilan larva ini dapat dilakukan oleh dua orang. Pemungutan larva dilakukan secara total sampai bersih termasuk yang masih terdapat dalam sarang, dengan cara membongkar sarang dan mengarahkan larva ke kobakan.
Biasanya setelah larva ikan nila dipanen, maka larva ikan akan diberikan perlakuan yang disebut dengan Pendederan (pembesaran). Untuk tahap-tahap pendederan dapat anda baca di bawah ini.
Langkah Pertama : Persiapan Kolam
Persiapan kolam untuk kegiatan pendederan ikan nila antara lain peneplokan pematang dengan kontruksi tanah, meratakan dasar kolam dengan kemiringan mengarah ke kemalir, membersihkan bak kobakan, menutup pintu pengeluaran dengan paralon, pemasangan penyaring di pintu pemasukan air, pemupukan dengan dosis 250-500 gram/m2 (sesuai dengan kesuburan tanah dan air), pengapuran (bila perlu) serta pengisian kolam dengan air.
Langkah Kedua : Padat Tebar
Pendederan ikan nila dilakukan dalam dua atau tiga tahap. Pendederan tiga dapat langsung merupakan lanjutan dari pendederan kedua. Lama pendederan pertama adalah 30 hari dengan target benih berukuran 3-5 cm. Pendederan kedua dan ketiga, masing-masing juga 30 hari. Benih hasil pendederan ketiga berukuran sekitar 20-30 gram/ekor. Padat tebar pendederan pertama adalah 100-200 ekor/m2, sedangkan untuk pendederan kedua dan ketiga masing-masing 75-100 dan 50 ekor/m2.
Langkah Ketiga : Pengolahan Pakan dan Air
Dosis pemberian pakan pendederan 1, 2 dan 3 masing-masing adalah 20, 10 dan 5% dari bobot biomas/hari. Pakan diberikan sehari 3 kali. Kandungan protein dalam pakan sekitar 26-28%. Debit air dalam pendederan satu dan kedua tidak terlalu besar, yakni sekedar mengganti air yang menguap dan rembes. Namun untuk pendederan ketiga debit air juga dimaksudkan untuk meningkatkan daya dukung media terutama ketersedian oksigen yang berguna dan dapat meningkatkan nafsu makan serta laju pertumbuhan.
Langkah Keempat : Panen Benih
Panen benih harus dilakukan pada saat suhu air kolam dan udara relatif sejuk, terutama pada pagi hari. Hal ini untuk menekan angka kematian saat panen. Setelah benih dipanen, maka ikan bisa disebar ke dalamkolam yang telah disediakan sebelumnya.
Label:
Bahan pangan,
Hot News,
SDM
11.15.00

Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.
Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308
Cash Forvisits (Menghasilkan Uang) Dengan Usaha Online
Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 24 Desember 2013 | 11.15.00
Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.
Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308
Label:
Hari Ini,
Hot Post,
Hot Sport,
Kejahatan,
Kesenian Daerah,
Korupsi,
Mata pencarian,
Olahraga,
Parpol,
Pelecehan,
Penculikan,
Pertanian,
SDM,
Top News,
Tradisi
09.02.00
Teluk Kuantan 22 Juni 2013
Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat (21/6), harga BBM di tingkat pengecer terus melonjak tinggi, terutama jenis premium yang menembus harga Rp12 ribu per liter, terutama daerah yang memang jauh dari SPBU, seperti di wilayah eks transmigrasi.
Salah seorang warga Sungai Langsat Kecamatan Pangean, Jufri Arianto kepada Riau Pos menuturkan, bahwa harga premium di wilayahnya sangat mahal. Harga premium itu bervariasi, mulai dari harga terendah yang Rp10 ribu per liter hingga tembus Rp12 ribu per liter.
‘’Memang sangat mahal harga per liternya, dan kondisi ini sudah terjadi tiga hari ini. Tak hanya di Sungai Langsat, di wilayah eks trans seperti Sukaraja, Kuantan Sako, Giri Sako harganya juga sama,’’ katanya di Teluk Kuantan, Jumat (21/6).
Pria yang juga Pengurus SPSI di PT Citra Riau Sarana ini menjelaskan, kalau penyebab dari mahalnya harga satu liter Bensin dikarenakan adanya rencana menaikkan harga BBM oleh pemerintah. Sementara, jelang kenaikannya itu, para pedagang sudah mulai menaikkan harganya.
‘’Biasalah alasannya, premium sulit didapat, akibatnya harga menjadi naik sebelum ada kepastian kenaikan dari pemerintah,’’ katanya lagi yang mengaku kesal dengan kurang tegasnya pemerintah dalam mengumumkan kepastian kenaikan BBM ini.
Kondisinya sekarang, kata Jufri, premium sulit didapatkan di SPBU. Sementara, banyak para pedagang eceran yang diduga melakukan penimbunan. Sebab menurutnya, sangat banyak pedagang eceran itu yang mengaku kesulitan mendapatkan premium, sehingga tidak bisa lagi dijual.
‘’Bisa kita lihat, kalau sudah ada kepastian kenaikan harga BBM, saya pastikan kios dari para pedagang kembali dihiasi jerigen premium dan solar. Dan sekarang memang kita kesulitan, karena saya rasa mereka banyak yang menyimpan jerigen premiumnya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopindag) H Tarmis SPd MM kepada wartawan, mengaku prihatin dengan kenaikan harga BBM di tengah masyarakat, padahal menurutnya, pemerintah belum mengumumkan harga kenaikan. Dijelaskan, bahwa saat ini, rata-rata dari kuota BBM untuk premium dan solar yang ditetapkan BPH Migas untuk wilayah Kuansing sudah tersalur rata-rata 35 persen. ‘’Hingga bulan April lalu memang rata-rata sudah tersalur sekitar 35 persen,’’ ujarnya.
Dari data BPH Migas yang mereka terima, tahun 2013 katanya, untuk Solar Kuansing mendapat jatah 26.441 kilo liter. Dari kuota itu sudah tersalur sebesar 9.036 kilo liter atau sekitar 34 persen. Sementara untuk Premium, ujarnya, kuota untuk Kuansing sebanyak 32.154 kilo liter, dan hingga bulan April lalu sudah tersalurkan sebesar 11.457 kilo liter atau sekitar 35 persen. ‘’Itu kondisi kuota dan kuota yang telah disalurkan ke masyarakat, rata-rata 35 persen hingga April lalu,’’ ujar Tarmis kembali.
Saat ini penyaluran BBM dilakukan di 5 SPBU, masing-masing SPBU Koto Baru di Singingi Hilir, SPBU Kebun Nenas, SPBU Sungai Jering dan SPBU Sitorajo di Kuantan Tengah dan SPBU Sako di Kecamatan Pangean. ‘’Di luar 5 SPBU itu, ada 2 AMPS di Desa Sungai Kuning dan Sukamaju di Singingi dan Singingi Hilir yang memenuhi kebutuhan BBM warga di daerah yang jauh dari SPBU,’’
Premium Tembus Rp12 Ribu per Liter
Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 23 Juni 2013 | 09.02.00
Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat (21/6), harga BBM di tingkat pengecer terus melonjak tinggi, terutama jenis premium yang menembus harga Rp12 ribu per liter, terutama daerah yang memang jauh dari SPBU, seperti di wilayah eks transmigrasi.
Salah seorang warga Sungai Langsat Kecamatan Pangean, Jufri Arianto kepada Riau Pos menuturkan, bahwa harga premium di wilayahnya sangat mahal. Harga premium itu bervariasi, mulai dari harga terendah yang Rp10 ribu per liter hingga tembus Rp12 ribu per liter.
‘’Memang sangat mahal harga per liternya, dan kondisi ini sudah terjadi tiga hari ini. Tak hanya di Sungai Langsat, di wilayah eks trans seperti Sukaraja, Kuantan Sako, Giri Sako harganya juga sama,’’ katanya di Teluk Kuantan, Jumat (21/6).
Pria yang juga Pengurus SPSI di PT Citra Riau Sarana ini menjelaskan, kalau penyebab dari mahalnya harga satu liter Bensin dikarenakan adanya rencana menaikkan harga BBM oleh pemerintah. Sementara, jelang kenaikannya itu, para pedagang sudah mulai menaikkan harganya.
‘’Biasalah alasannya, premium sulit didapat, akibatnya harga menjadi naik sebelum ada kepastian kenaikan dari pemerintah,’’ katanya lagi yang mengaku kesal dengan kurang tegasnya pemerintah dalam mengumumkan kepastian kenaikan BBM ini.
Kondisinya sekarang, kata Jufri, premium sulit didapatkan di SPBU. Sementara, banyak para pedagang eceran yang diduga melakukan penimbunan. Sebab menurutnya, sangat banyak pedagang eceran itu yang mengaku kesulitan mendapatkan premium, sehingga tidak bisa lagi dijual.
‘’Bisa kita lihat, kalau sudah ada kepastian kenaikan harga BBM, saya pastikan kios dari para pedagang kembali dihiasi jerigen premium dan solar. Dan sekarang memang kita kesulitan, karena saya rasa mereka banyak yang menyimpan jerigen premiumnya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopindag) H Tarmis SPd MM kepada wartawan, mengaku prihatin dengan kenaikan harga BBM di tengah masyarakat, padahal menurutnya, pemerintah belum mengumumkan harga kenaikan. Dijelaskan, bahwa saat ini, rata-rata dari kuota BBM untuk premium dan solar yang ditetapkan BPH Migas untuk wilayah Kuansing sudah tersalur rata-rata 35 persen. ‘’Hingga bulan April lalu memang rata-rata sudah tersalur sekitar 35 persen,’’ ujarnya.
Dari data BPH Migas yang mereka terima, tahun 2013 katanya, untuk Solar Kuansing mendapat jatah 26.441 kilo liter. Dari kuota itu sudah tersalur sebesar 9.036 kilo liter atau sekitar 34 persen. Sementara untuk Premium, ujarnya, kuota untuk Kuansing sebanyak 32.154 kilo liter, dan hingga bulan April lalu sudah tersalurkan sebesar 11.457 kilo liter atau sekitar 35 persen. ‘’Itu kondisi kuota dan kuota yang telah disalurkan ke masyarakat, rata-rata 35 persen hingga April lalu,’’ ujar Tarmis kembali.
Saat ini penyaluran BBM dilakukan di 5 SPBU, masing-masing SPBU Koto Baru di Singingi Hilir, SPBU Kebun Nenas, SPBU Sungai Jering dan SPBU Sitorajo di Kuantan Tengah dan SPBU Sako di Kecamatan Pangean. ‘’Di luar 5 SPBU itu, ada 2 AMPS di Desa Sungai Kuning dan Sukamaju di Singingi dan Singingi Hilir yang memenuhi kebutuhan BBM warga di daerah yang jauh dari SPBU,’’
09.06.00
TELUK KUANTAN (RP)-Setelah perwakilan Kabupaten Kuansing berhasil keluar sebagai juara umum pada pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIV tingkat Provinsi Riau, yang dilaksanakan di Desa Rambah Utama, Kabupaten Rokan Hulu pada 3-8 Juni lalu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP mengajak seluruh pihak terkait untuk mempertahankan prestasi tersebut.
Dalam lomba yang diikuti itu, KTNA Kuansing berhasil meraih juara pertama di lima kategori, masing-masing stan pameran, tari daerah, vokal group, membuat minuman penyegar dari lidah buaya, dan pacu goni.
Selain itu, Kuansing berhasil juga keluar sebagai tiga kali juara tiga, masing-masing diraih pada lomba menangkap belut, bola voli putra dan putri.
‘’Alhamdulillah, kita berhasil kembali ke luar sebagai juara umum pada lomba Peda KTNA tahun 2013 di Rohul,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP kepada Riau Pos, Senin (10/6).
Menurut Hardison, keberhasilan meraih juara umum pada lomba tingkat provinsi ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam lomba ini. ‘’Ini adalah hasil dari kerja sama yang kita jalin, sehingga kita bisa juara,’’ akunya.
Sementara itu, Kabid Perlindungan Tanaman dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Kuansing Deflides Gusni SP menambahkan, bahwa kegiatan Peda KTNA ini memiliki target untuk menyejahterakan petani.
Dari kegiatan ini, petani diharapkannya bisa saling tukar pengetahuan tentang pertanian. ‘’Kita bersyukur keluar sebagai juara umum pada lomba ini. Tentunya, kita juga ingin memastikan, bahwa Kuansing bisa,’’ katanya.
Ke depan, Deflides berharap agar para petani di Kuansing semakin termotivasi dan kompak dalam mengikuti lomba apapun dan di tingkat manapun.
Dengan keberhasilan ini, ia berharap motivasi bagi petani lain di Kuansing agar terus cinta dengan dunia pertanian.
‘’Mari kita pertahankan prestasi ini, semoga kalau kita tetap kompak dan bersatu, kita yakin prestasi ini bisa dipertahankan lagi. Terima kasih semuanya,’’
Petani Kuansing Juara I Peda KTNA XIV Riau
Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 12 Juni 2013 | 09.06.00
Dalam lomba yang diikuti itu, KTNA Kuansing berhasil meraih juara pertama di lima kategori, masing-masing stan pameran, tari daerah, vokal group, membuat minuman penyegar dari lidah buaya, dan pacu goni.
Selain itu, Kuansing berhasil juga keluar sebagai tiga kali juara tiga, masing-masing diraih pada lomba menangkap belut, bola voli putra dan putri.
‘’Alhamdulillah, kita berhasil kembali ke luar sebagai juara umum pada lomba Peda KTNA tahun 2013 di Rohul,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP kepada Riau Pos, Senin (10/6).
Menurut Hardison, keberhasilan meraih juara umum pada lomba tingkat provinsi ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam lomba ini. ‘’Ini adalah hasil dari kerja sama yang kita jalin, sehingga kita bisa juara,’’ akunya.
Sementara itu, Kabid Perlindungan Tanaman dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Kuansing Deflides Gusni SP menambahkan, bahwa kegiatan Peda KTNA ini memiliki target untuk menyejahterakan petani.
Dari kegiatan ini, petani diharapkannya bisa saling tukar pengetahuan tentang pertanian. ‘’Kita bersyukur keluar sebagai juara umum pada lomba ini. Tentunya, kita juga ingin memastikan, bahwa Kuansing bisa,’’ katanya.
Ke depan, Deflides berharap agar para petani di Kuansing semakin termotivasi dan kompak dalam mengikuti lomba apapun dan di tingkat manapun.
Dengan keberhasilan ini, ia berharap motivasi bagi petani lain di Kuansing agar terus cinta dengan dunia pertanian.
‘’Mari kita pertahankan prestasi ini, semoga kalau kita tetap kompak dan bersatu, kita yakin prestasi ini bisa dipertahankan lagi. Terima kasih semuanya,’’
Label:
Mata pencarian,
Pertanian,
SDM,
Sumber Daya Alam
16.37.00
Tahun Ini, Pemdes Kelola Penuh Pasar Desa Melalui BUMDes
Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 28 April 2013 | 16.37.00
Tahun Ini, Pemdes Kelola Penuh Pasar Desa Melalui BUMDes
PASIR PENGARYAN-Untuk memaksimalkan pembangunan wilayah pedesaan sebagai kawasan terpadu dan mandiri, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu tahun ini akan memberikan hak penuh pengelolaan pasar desa kepada pemerintah desa setempat. Saat ini, terdapat 81 pasar yang akan segera dikelola pemerintah desa.
Kebijakan itu diambil agar pasar desa dapat dikelola dengan lebih baik dan optimal serta menjadi salah pendapatan bagi desa atau PADes. Ini dilakukan dalam mewujudkan perluasan otonomi bagi desa, melalui program pemberdayaan masyarakat desa.
"Kebijakan ini merupakan salah satu terobosan pemerintah dalam perluasan kewenangan kepada pemerintah desa agar dapat mengelola potensi yang ada di desa untuk percepatan pembangunan pedesaaan. Bahkan, aset Pemkab Rohul yang sudah dibangun di pedesaan juga akan diserahkan kepada pemerintah desa," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Rokan Hulu, Bhudia Kasiono kepada wartawan, kemarin.
Dikatakan, untuk pasar dan aset Pemkab Rohul yang ada di desa akan diserahkan pengelolaannya sepenuhny kepada pemerintah desa mulai tahun 2013 ini. "Mulai tahun ini, pengelolaan pasar desa akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa, termasuk aset yang sudah dibangun pemerintah," paparnya.
Selain itu, menurut Bhudi, diserahkannya pengelolaan penuh pasar kepada desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah terbentuk di seluruh desa. Harapannya, retribusi yang dipungut dapat menjadi dana talangan bagi BUMDes untuk digulirkan kembali kepada masyarakat. Bahkan, menurut Bhudi, sebelum penyerahan pengelolaan pasar dilakukan kepada desa, BPMPD Rokan Hulu juga sudah memberikan pelatihan manajemen kepada 81 pengelola BUMDes.
"Kita berharap, pengelolaan pasar yang dilakukan pemerintah desa akan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Sehingga menjadi kawasan terpadu dan mandiri," ujarnya.
Kebijakan itu diambil agar pasar desa dapat dikelola dengan lebih baik dan optimal serta menjadi salah pendapatan bagi desa atau PADes. Ini dilakukan dalam mewujudkan perluasan otonomi bagi desa, melalui program pemberdayaan masyarakat desa.
"Kebijakan ini merupakan salah satu terobosan pemerintah dalam perluasan kewenangan kepada pemerintah desa agar dapat mengelola potensi yang ada di desa untuk percepatan pembangunan pedesaaan. Bahkan, aset Pemkab Rohul yang sudah dibangun di pedesaan juga akan diserahkan kepada pemerintah desa," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Rokan Hulu, Bhudia Kasiono kepada wartawan, kemarin.
Dikatakan, untuk pasar dan aset Pemkab Rohul yang ada di desa akan diserahkan pengelolaannya sepenuhny kepada pemerintah desa mulai tahun 2013 ini. "Mulai tahun ini, pengelolaan pasar desa akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa, termasuk aset yang sudah dibangun pemerintah," paparnya.
Selain itu, menurut Bhudi, diserahkannya pengelolaan penuh pasar kepada desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah terbentuk di seluruh desa. Harapannya, retribusi yang dipungut dapat menjadi dana talangan bagi BUMDes untuk digulirkan kembali kepada masyarakat. Bahkan, menurut Bhudi, sebelum penyerahan pengelolaan pasar dilakukan kepada desa, BPMPD Rokan Hulu juga sudah memberikan pelatihan manajemen kepada 81 pengelola BUMDes.
"Kita berharap, pengelolaan pasar yang dilakukan pemerintah desa akan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Sehingga menjadi kawasan terpadu dan mandiri," ujarnya.
Label:
Ekonomi,
Mata pencarian,
SDM
16.35.00
TELUK KUANTAN - DPRD Kuansing memberikan persetujuan dan mengesyahkan draft Ranperda APBD 2013 menjadi Perda pada sidang paripurna DPRD Kuansing, Senin ( 28/1 ) siang. Walaupun disetujui, sejumlah kegiatan dianulir DPRD.
APBD 2013 Disyahkan, Sejumlah Kegiatan Dianulir DPRD
Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 24 April 2013 | 16.35.00
Sidang paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Muslim didampingi Wakil Ketua Elpius dan Sardiyono dan dihadiri oleh Bupati H Sukarmis, Kapolres AKBP Wendry Purbvyantoro, Kajari Teluk Kuantan Maryono, SH, MH, Pabung Mayor ( Inf ) Rio Purwantoro, Plh Sekda Frederik, SE, MM, Asisten, Kadis, Kaban, Kakan Direktur RSUD, Camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, cerdik pandai dan undangan lainnya.
Sebelum disyahkan, juru bicara Badan Anggaran ( Banggar ) DPRD Kuansing, Musliadi, S.Ag melaporkan hasil pembahasan kepada seluruh anggota DPRD Kuansing yang hadir saat itu. Menurutnya, sebelum disyahkan Bupati Kuansing terlebih dahulu menyampaikan pidato pengantar nota keuangan pada tanggal 15 Januari 2013 lalu.
Sebelum juga telah dilaksanakan pembahasan KUA-PPAS oleh komisi-komisi dari tanggal 7 Januari sampai dengan 11 Januari, yang selanjutnya hasil pembahasan itu merupakan masukan untuk Banggar dalam pembahasan RAPBD.
Maksud dan tujuan penyusunan pendapat akhir Banggar cetus Musliadi merupakan penyampaian laporan akhir perumusan terhadap Ranperda APBD 2013 kepada masyarakat dalam forum sidang paripurna yang terbuka untuk umum sehingga diketahui secara luas. Serta sebagia dasar pengambilan keputusan akhir sesuai PP Nomor 16 Tahun 20120 Pasal 85 Ayat 2 dan Peraturan DPRD Nomor 6 Tahun 2010 Pasal 110 Ayat 3 Huruf A angka 1.
Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan Banggar ujarnya, Banggar bersama TAPD telah menyepakati sejumlah hal terkait pergeseran anggaran, penundaan atau penghapusan anggaran yang dianggap bukan prioritas utama dan penganggaran kegiatan berdasarkan usulan masyarakat yang disampaikan ke DPRD maupun usulan ke Pemkab melalui Musrenbang disejumlah Satker.
Untuk Dinas Pendidikan ungkapnya, pembangunan tower di SMA Pintar dibatalkan dan dialihkan bagi kegiatan lain dengan alasan kualitas air yang tidak standar sehingga bila dibangun tidak maksimal penggunaannya. Relokasi dan pembangunan TK Pertiwi dibatalkan. Penambahan anggaran untuk pembangunan pagar SMK 1 Benai, pagar SDN 20 Langsat Hulu, pagar SDN Muara Sentajo, pengadaan meubiler SDN 25 Teluk Beringin, Meubiler SDN 21 Pulau Mungkur, Meubiler SDN 08 Sumber Jaya, Meubiler SDN 08 Sumber Jaya, Meubiler SMA Kelas Jauh Kari, Meubiler SMA 2 Singingi, Meubiler SMPN 4 Singingi, pembangunan WC TK Muara Sentajo dan Logas Tanah Darat, pagar SDN 03 Kelas Jauh Ketaping jaya, Pagar SMAN 1 Gunung Toar, pembangunan RKB SMA 1 Cerenti Kelas Jauh.
Pada Dinas Cipta Karya bebernya, pembangunan hotel dan UNIKS hanya disetujui anggaran penyusunan DED. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, dilakukan penambahan untuk itu eksekutif agar menganggarkan kegiatan yang merupakan apsirasi masyarakat yang telah disampaikan selama pembahasan APBD 2013. Kegiatan pembangunan pasar tradisional berbasis modern di Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan hanya untuk penyusunan DED. Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga dilakukan penambahan anggaran untuk pembangunan lapangan bola di kecamatan Cerenti dan Pangean, pengadaan alat musik tradisional dan pengadaan sarana dan prasarana penunjang wisata Batang Koban.
Untuk Dinas Perikanan, anggaran operasional alat berat dialihkan untuk kegiatan lain karena status alat berat merupakan pinjam pakai dari pusat sehingga tidak tercatat dalam asset Pemkab, karena itu tidak dibenarkan menggunakan dana APBD untuk operasional kecuali bila proses hibahnya sudah selesai.
Bagian Pelayanan Pertanahan Setda ujarnya, anggaran pengadaan lahan di depan Sekolah Pintar seluas 2100 meter persegi dibatalkan. Dinas ESDM dianggarkan pembangunan jaringan listrik bagi daerah yang tidak tertampung dalam bantuan APBN dan APBD Provinsi.
Label:
Ekonomi,
SDM,
Tenaga Kerja
16.29.00
TELUK KUANTAN – Penduduk Kuansing saat ini sudah mencapai 357.381 jiwa. Jika tingkat konsumsi per orang sebesar 114,7 kilogram pertahun, maka Kuansing kekurangan stok beras sebesar 10.599 ton setiap tahun nya, jika dibandingkan dengan produksi beras di daerah ini.
Kuansing Masih Kekurangan 10.599 Ton Beras Pertahun
Psalnya dari data 2012 lalu, produksi padi di Kuansing sebesar 48.162,29 ton gabah giling kering ( GKG ) atau setara dengan 30.443 ton beras. Sementara itu kebutuhan beras untuk 357.381 jiwa dikalkan dengan konsumsi perindividu 114,7 kilogram pertahun maka kebutuhan mencapai 41.002,332 ton setiap tahunnya.
“ Ini merupakan salah satu tantangan sektor pertanian tanaman pangan di Kuansing,”ujar Kadis Tanaman Pangan Kuansing, Hardison di Inuman, Jumat ( 19/4 ) pecan lalu.
Tantangan lain yang tak kalah beratnya, semakin banyak alih fungsi lahan sawah untuk berbagai keperluan seperti lokasi pembangunan pertokoan, permukiman dan yang lainnya.
“ Alih fungsi lahan ini rata-rata terjadi di ibukota Kabupaten dan ibukota kecamatan, dan kedepan hal in tidak bisa dielakkan karena kebutuhan lahan warga untuk berbafgai kepentingan ini memang meningkat,”ujarnya.
Artinya lanjut Hardison, disaat produksi beras Kuansing belum cukup memenuh kebutuhan warga, disisi lain lahan sawah yang subur semakin banyak beralih fungsi.
Salah satu solusi yang dapat dilakukan mengatasi masalah iini lanjut Hardison, antara lain melalui pencetakan sawah baru, rehab sawah terlantar, optimalisasi pemanfaatan lahan serta Peningkatan Indek Pertanaman (baik IP -O menjadi IP-100 maupun IP-100 menjadi IP 200) atau populer dengan isitilah tanam 2 x.
“ Upaya lain yang dilaksanakan untuk menekan kebutuhan beras dengan Program Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Disamping itu dalam beberapa tahun terakhir juga dilaksanakan berbagai program dan kegiatan dalam rangka perbaikan dan peningkatan infrastruktur, baik berupa Pintu Air, Jaringan Irigasi, Jalan Usahatani, serta peningkatan jumlah Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan),”ujarnya.
Karena itu Hardosn berharap Kepala Desa dan Ketua BPD serta Kepala Cabang Dinas yang ada untuk mendukung dalam hal menggerakkan masyarakat, karena disadari sepenuhnya bahwa pembangunan tanaman pangan tidak bisa hanya diselesaikan oleh jajaran Dinas Tanaman Pangan. Begitu juga dengan Camat dan UPIKA sangat diharapkan dukungannya dalam rangka peningakatn produksi pangan diwilayah ini.
Label:
Ekonomi,
Mata pencarian,
SDM
16.00.00
TELUK KUANTAN- Harga karet yang terus anjlok sejak dua bulan terakhir ini mulai membuat masyarakat Kuansing yang sebagian besar bergantung hidup dari komoditas ini kewalahan dan gamang dalam memenuhi anak-anak jelang tahun ajaran baru dan juga kebutuhan hidup sehari-hari.
"Entah lah pak, bagaimana caranya nanti, tahun ini anak saya yang paling tua mau melanjutkan ke SMP kalau lulus, dan yang nomor dua mau masuk TK, pastinya perlu biaya yang tidak sedikit, sementara sekarang jangankan menabung untuk persiapan, kebutuhan sehari-hari saja sering ngutang di warung,"ujar Iros, ibu rumah tangga asal Taluk Kuantan saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.
Ibu tiga anak yang suaminya sehari-hari berporfesi sebagai petani penyadap karet ini mengaku kalau penghasilan suaminya dari menyadap karet kebun milik kerabatnya itu hanya berkisar Rp. 200 ribu satu minggu itu pun kalau tidak ada hujan.
"Sekarang harga karet terus turun, bahkan dua hari lalu kami jual harganya cuma Rp 7000 satu kilo, dalam seminggu itu cuma paling dapat 70 kg, jadi duitnya paling Rp 400 ribu, dibagi dua dengan yang punya kebun tinggal lagi Rp 200 ribu, bayar hutang di kedai dengan hutang sama induk semang, paling 100-150 yang dibawa pulang, Rp. 100 ribu seminggu mau makan apa zaman sekarang ini, yah makanya terpaksa ngutang lagi,"ujarnya lirih.
Untuk itu dirinya bersama sang suami harus memutar otak untuk mencari tambahan."Yah, kerja apa aja yang bisa menambah penghasilan, ini untung saja kita beras tidak beli karena ada hasil sawah kemaren,"sambungnya.
Kalau dulu saat harga karet diatas sepuluh ribu menurutnya penghasilan mereka dalam satu minggu itu bisa lah berkisar Rp. 400 sampai 500 ribu perminggu."Kalau segitu kita bisa sisihkan antara seratus sampai dua ratus seminggu, kan lumayan untuk kebutuhan yang mendesak,"paparnya.
Seharusnya menurut Iros, dalam menghadapi tahun ajaran baru ini dirinya sudah bisa menabung untuk persiapan mulai dari sekarang, tapi dengan kondisi seperti ini ia mengaku tidak bisa.
Tapi bukankah pemerintah sudah menggratiskan untuk tingkat SD sampai SMP."Namanya saja gratis pak, kalau mau masuk sekolah itu tetap aja harus siapkan duit, minimal 2 juta harus ada dikantong, kara uang ini lah, uang itu lah,"ujarnya tanpa menjelaskan rincian dari biaya-biaya tersebut.
Belum lagi menurut Iros, moment bulan puasa, setelah itu hari raya, kemudian pacu jalur yang akan dihadapi yang membutuhkan biaya ekstra."Itu semua kita perlu persiapkan dari sekarang,"tuturnya.
Sementara itu, secara terpisah salah satu induk semang (toke) yang biasa membeli karet masyarakat di Seberang Taluk, Buyung mengakui kalau sejak dua bulan terakhir ini harga karet memang anjlok."Wah, karam kami pak, sudah 7000 sekarang, kalau udah segini banyak petani yang ngutang,"ujarnya singkat.
Kemudian, informasi dari salah seorang warga Desa Jake, Isep, untuk harga karet disana Rabu kemaren itu Rp 8600/kg."Turun terus bang, minggu kemaren masih Rp 9000 ribu, Rabu kemaren sudah Rp 8600/kg,"ujarnya.
Harga Karet Terus Anjlok, Warga Mulai Gamang Hadapi Tahun Ajaran Baru
"Entah lah pak, bagaimana caranya nanti, tahun ini anak saya yang paling tua mau melanjutkan ke SMP kalau lulus, dan yang nomor dua mau masuk TK, pastinya perlu biaya yang tidak sedikit, sementara sekarang jangankan menabung untuk persiapan, kebutuhan sehari-hari saja sering ngutang di warung,"ujar Iros, ibu rumah tangga asal Taluk Kuantan saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.
Ibu tiga anak yang suaminya sehari-hari berporfesi sebagai petani penyadap karet ini mengaku kalau penghasilan suaminya dari menyadap karet kebun milik kerabatnya itu hanya berkisar Rp. 200 ribu satu minggu itu pun kalau tidak ada hujan.
"Sekarang harga karet terus turun, bahkan dua hari lalu kami jual harganya cuma Rp 7000 satu kilo, dalam seminggu itu cuma paling dapat 70 kg, jadi duitnya paling Rp 400 ribu, dibagi dua dengan yang punya kebun tinggal lagi Rp 200 ribu, bayar hutang di kedai dengan hutang sama induk semang, paling 100-150 yang dibawa pulang, Rp. 100 ribu seminggu mau makan apa zaman sekarang ini, yah makanya terpaksa ngutang lagi,"ujarnya lirih.
Untuk itu dirinya bersama sang suami harus memutar otak untuk mencari tambahan."Yah, kerja apa aja yang bisa menambah penghasilan, ini untung saja kita beras tidak beli karena ada hasil sawah kemaren,"sambungnya.
Kalau dulu saat harga karet diatas sepuluh ribu menurutnya penghasilan mereka dalam satu minggu itu bisa lah berkisar Rp. 400 sampai 500 ribu perminggu."Kalau segitu kita bisa sisihkan antara seratus sampai dua ratus seminggu, kan lumayan untuk kebutuhan yang mendesak,"paparnya.
Seharusnya menurut Iros, dalam menghadapi tahun ajaran baru ini dirinya sudah bisa menabung untuk persiapan mulai dari sekarang, tapi dengan kondisi seperti ini ia mengaku tidak bisa.
Tapi bukankah pemerintah sudah menggratiskan untuk tingkat SD sampai SMP."Namanya saja gratis pak, kalau mau masuk sekolah itu tetap aja harus siapkan duit, minimal 2 juta harus ada dikantong, kara uang ini lah, uang itu lah,"ujarnya tanpa menjelaskan rincian dari biaya-biaya tersebut.
Belum lagi menurut Iros, moment bulan puasa, setelah itu hari raya, kemudian pacu jalur yang akan dihadapi yang membutuhkan biaya ekstra."Itu semua kita perlu persiapkan dari sekarang,"tuturnya.
Sementara itu, secara terpisah salah satu induk semang (toke) yang biasa membeli karet masyarakat di Seberang Taluk, Buyung mengakui kalau sejak dua bulan terakhir ini harga karet memang anjlok."Wah, karam kami pak, sudah 7000 sekarang, kalau udah segini banyak petani yang ngutang,"ujarnya singkat.
Kemudian, informasi dari salah seorang warga Desa Jake, Isep, untuk harga karet disana Rabu kemaren itu Rp 8600/kg."Turun terus bang, minggu kemaren masih Rp 9000 ribu, Rabu kemaren sudah Rp 8600/kg,"ujarnya.
Label:
Mata pencarian,
Pertanian,
SDM