Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan

Cash Forvisits (Menghasilkan Uang) Dengan Usaha Online

Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 24 Desember 2013 | 11.15.00

http://fluidsurveys.com/wp-content/uploads/2013/05/Person+Quote3.png


Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.

Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308

Bupati Kuansing Galang Dana Untuk Jalur Garuda Baru "Pulau Mungkur".

Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 22 Desember 2013 | 11.00.00

Bupati Galang Dana Untuk Jalur Garuda Baru Pulau Mungkur, Terkumpul Dana Rp 77 Juta

Selasa,10 Desember 2013
Bupati Galang Dana Untuk Jalur Garuda Baru Pulau Mungkur, Terkumpul Dana Rp 77 Juta
Ket Foto : Bupati H Sukarmis menyerahkan dana kepada panitia jalur Garuda Baru desa Pulau Mungkur. ( ktc )

GUNUNG TOAR  – Dalam upaya meringankan biaya pembuatan jalur, Bupati Kuansing, H Sukarmis   memimpin penggalangan  jalur ‘Garuda Muda’ Desa Pulau Mungkur.
Penggalangan dana oleh orang nomor satu Kuansing itu saat menghadiri  melayur jalur Garuda Baru desa Pulau Mungkur  Kecamatan Gunung Toar, Senin malam (9/12/2013) malam . Dari hasil penggalangan dana tersebut terkumpul dana Rp 77 juta lebih.
Selain Bupati H Sukarmis, hadir pada acara acara ini tersebut Sekda Kuansing H Muharman, Wakil Ketua DPRD Sardiono, Anggota DPRD Kuansing Andi Cahyadi, kepala dinas/badan, kabag di lingkungan Pemkab Kuansing. Camat  Hulu Kuantan, Camat Kuantan Mudik, Camat Pucuk Rantau, dan Camat Gunung Toar sendiri selaku tuan rumah.
Rp 77 Juta dana yang berhasil dikumpulkan pada saat penggalangan tersebut berasal dari Bupati Kuansing sebesar Rp 15 juta, pribadi H Sukarmis Rp 5 juta dan atas nama Ketua Golkar Kuansing Rp 5 juta.
Kemudian ditambah sumbangan dari para kadis sebesar Rp 10 juta, Indra Putra ST sebesar Rp 2,5 juta, Andi Cahyadi menyumbang Rp 1 Juta dan Sekda Kuansing H Muharman menyumbang Rp 5 juta. Sehingga total sumbangan yang terkumpul mencapai Rp 77 juta lebih.
Dalam sambutannya, Bupati Sukarmis berharap jalur Garuda Baru milik desa Pulau Mungkur dapat memacu prestasi dimasa-masa yang akan datang, sebagaimana harapan masyarakat sebelum membuat jalur baru ini. Apalagi jalur dari desa ini juga cukup dikenal masyarakat karena berprestasi diberbagai ajang.
Yang tak kalah pentingnya tambah Sukarmis, masyarakat juga diminta memahami hakekat dan nilai-nilai positif yang terdapat dalam budaya pacu jalur yakni semangat kebersamaan dan gotong royong. Karena tanpa semangat kebersamaan dan gotong royong, pembuatan sebuah jalur tidak akan terlaksana.
“ Mari Kita lestarikan semangat kebersamaan dan gotong royong ini tidak hanya saat pembuatan jalur namun untuk bidang lainnya sepereti bidang pertanian dan perkebunan serta ekonomi kerakyatan dan bidang sosial lainnya,”pungkas Sukarmis.

Pestival Perahu Baganduang di "Kab. Kuansing "

Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 24 April 2013 | 11.36.00


Festival Perahu Baganduang di Kuansing (Foto: Ist)
Festival Perahu Baganduang di Kuansing (Foto: Ist)
Selain tempat wisatanya, Kuantan Singingi juga punya tradisi unik yang berpotensi menarik para wisatawan. Salah satunya adalah festival Perahu Baganduang yang merupakan sebuah atraksi budaya khas masyarakat Kuantan Mudik berupa parade sampan tradisional yang dihiasi berbagai ornamen dan warna-warni yang menarik. 
Perahu Baganduang merupakan kendaraan adat untuk Majompuik Limau yang terdiri dari gabungan tiga buah jalur yang diarangkai menjadi satu (diganduang) dengan menggunakan bambu.
Perahu kemudian dihiasi dengan berbagai simbol adat yang berwarna-warni, yang dinamakan gulang-gulang. Tradisi adat Perahu Baganduang ini biasanya dilaksanakan pada malam hari raya Idul Fitri sampai sebelum Shalat Ied di pagi harinya. 
Lokasinya terletak di Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik yang berjarak 21 Km ke arah Kiliran Jao dari Kota Teluk Kuantan. Konon, festival ini sudah berusia ratusan tahun dan merupakan warisan kerajaan dahulu dan dipakai oleh raja-raja sebagai sarana transportasi.
Tiap desa yang ada di daerah Kuantan Mudik dalam festival ini biasanya mengirimkan perwakilan perahunya untuk dinilai. Dewan jurinya terdiri dari tokoh adat dan ninik mamak yang akan menilai keindahan dan kelengkapan adat yang ada pada perahu peserta. Perahu peserta yang memiliki kriteria lebih, dari sisi keindahan dan adat, akan ditetapkan sebagai pemenang. 
“Lambat laun tradisi berlayar ini kemudian dipakai untuk mengantar air jeruk (limau) oleh menantu ke rumah mertua dalam tradisi menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Harmonise, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuantan Singingi,
Dia mengungkapkan, dalam tradisi masyarakat Kuantan Singingi, memang terdapat kebiasaan ritual mandi jeruk (mandi balimau), sebagai simbol perbersihan diri pada pagi hari menjelang Hari Raya Idulfitri. 
“Kami bertekad, tradisi ini akan dirawat dan dipelihara masyarakat serta diwujudkan melalui Festival Perahu Baganduang yang rutin digelar tiap tahunnya,”

Logas, " Tradisi Mendulang Emas " Di Kuansing




Warga sekitar Logas yang tengah mendulang emas secara tradisional (Foto: Ist)
Warga sekitar Logas yang tengah mendulang emas secara tradisional
Logas terletak antara Pekanbaru dan Teluk Kuantan, sekitar 40 km dari Teluk Kuantan menuju Pekanbaru atau berada di kawasan Muara Lembu. Sebagian besar masyarakat di daerah Logas juga bekerja sebagai penambang emas tradisional.
Nama logas tidak hanya dikenal sebagai tambang emas, tetapi juga terkenal dengan kerja paksa selama masa penjajahan Jepang. Logas yang penuh dengan batu batu dataran rendah yang menyimpan potensi emasnya.
Di antara bukit-bukit batu, Batang Singingi aliran sungai mengalir dengan jelas air yang memberikan tambahan nilai panorama alam yang indah. 
Di Logas terdapat bekas rel kereta api dan lokomotif dengan kondisi rusak di hutan yang merupakan peninggalan zaman penjajahan Jepang dan Belanda.
Tempat ini juga jadi obyek wisata sejarah terkenal dan banyak wisatawan mancanegara yang telah mengunjunginya, terutama para wisatawan yang berasal dari Belanda dan Jepang dengan motivasi untuk bernostalgia.
Selain jadi area kerja paksa semasa zaman penjajahan Jepang, Logas juga jadi daerah untuk menampung tawanan-tawanan serdadu Jepang yang pernah menjajah Indonesia.
Tambang Emas Logas awalnya didirikan waktu zaman penjajahan Belanda. Tapi pada masa penjajahan Jepang perusahaan tambang itu diambil alih oleh Jepang hingga Indonesia merdeka tahun 1945. 
Sampai sekarang masyarakat setempat masih melakukan penambangan emas secara tradisional. Dan ini menjadi kejadian unik yang membuat wisatawan penasaran untuk melihat proses pendulangan emas oleh masyarakat setempat.
Berkat keunikannya itulah, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menjadikan Logas salah satu kawasan wisata unggulan dimana terdapat beberapa situs sejarah peninggalan zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Selain itu proses pendulangan emas secara tradisonal oleh masyarakat setempat juga jadi hal unik di Logas yang membuat wisatawan sangat tertarik berkunjung ke Kuansing.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kuansing_Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger