Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

PELUANG BISNIS Bersama Ust.Yusuf Mansur

Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 28 Januari 2014 | 16.44.00

PELUANG BISNIS Bersama Ust.Yusuf Mansur



Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk Anda,


Halo calon mitra VSI, apakah Anda tahu...9 Hal yang bisa anda lakukan setelah menjadi Member VSI? Silahkan simak infonya dibawah ini:
1. Bisnis Loket All Payment VERITRA-PAY dapat melakukan pembayaran online tanpa ke loket atau Bank.
2. Mengisi pulsa elektronik kapan saja dimana saja langsung dari HP Anda...BAYANGKAN hidup tanpa perlu lagi ke konter!
3. Mengisi pulsa dengan HARGA paling MURAH dibanding harga konter.
4. Mengisi pulsa HP rekan, kenalan atau relasi atau pengguna HP lain di seluruh Indonesia...Bayangkan Anda SELALU menerima UNTUNG setiap kali ada pengguna HP yang kehabisan PULSA!
5. Mengisi pulsa Token Listrik PLN di rumah Anda ataupun rumah tetangga Anda...Bayangkan Anda bisa dengan mudah kapan saja mengisi pulsa Token Listrik PLN rumah Anda.
6. Membayar TAGIHAN Listrik PLN di rumah Anda ataupun rumah tetangga Anda....Bayangkan Anda tidak perlu lagi ANTRI untuk membayar tagihan Listrik PLN rumah Anda!
7. membayar TAGIHAN telepon TELKOM rumah Anda...Menyenangkan bukan, Anda bisa membayar tagihan dari HP ANda?
8. Selain itu bisa juga untuk membayar TAGIHAN Speedy dan lainnya...(tiket pesawat, kereta api, bis, travel , konser, voucher main game, dll).
9. Mendapatkan produk Suplemen Herbal Habs-Pro senilai Rp.270.000 dan dapat menjadi distributornya.
Ckckckck...BUKAN MAIN...Luar biasa bukan?

Jadi tunggu apalagi? SEGERA bergabung bersama kami "The Best Team" VSI. Silakan ikuti panduan cara upgrade melalui halaman dibawah ini:

http://klikvsi-yusufmansur.com/?reg=sedisuganda

Kuala Kampar Dinilai Perlu Kantor KUA Baru

Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 12 Juni 2013 | 10.02.00

 
TELUK DALAM (RP) -Kondisi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuala Kampar kini sudah cukup memprihatinkan. Kantor yang berbentuk rumah panggung ini kalau tak segera direhab, bisa-bisa rubuh.

‘’Sejumlah kayunya sudah lapuk dimakan anai-anai. Kantor yang dibangun pada tahun 1985 semasa Kuala Kampar masuk dalam Kabupaten Kampar perlu segera perbaikan,’’ ujar Kepala KUA Kecamatan Kuala Kampar, Abdul Manaf di Teluk Dalam Penyalai, Rabu (5/6).

Memang, lanjut Abdul Manaf, kabarnya Kantor Kemenag Pelalawan akan segera merehabilitasinya dalam tahun ini.

‘’Namun saran saya, sebenarnya lebih baik kalau dibangun baru karena letak kantor sekarang termasuk dalam wilayah pelebaran pelabuhan. Kebetulan pula kita punya tanah cukup luas yaitu 20X70 meter di depan kantor ini. Untuk itu, bangunan tersebut baiknya dipindahkan atau dibangun di depan, ke tepi jalan raya,’’ kata Abdul Manaf.

Hal senada juga disampaikan tokoh agama Kuala Kampar, Mislan SAg. ‘’Dari pada direhab, kantor itu lebih baik dan lebih tepat guna bila dibangun baru. Selain karena kondisi kantor sudah rusak berat, posisi kantor sekarang pun sudah berada di pinggir laut. Tidak menunggu lama bisa tenggelam, kan mubazir,’’ kata Mislan melalui telepon selulernya.

‘’Semakin lama kondisinya semakin mengkhawatirkan karena semakin lapuk. Takut nanti memakan korban karena tumbang,’’ lanjut Mislan.   

Dari pantauan di lapangan, sejumlah tripleks loteng di kantor KUA ini telah bocor dan koyak. Sebagian kayu lantainya pun sudah dimakan anai-anai.

Selain itu, kantor KUA ini perlu tambahan pegawai. ‘’Kini pegawai di kantor ini hanya empat orang, yaitu kepala KUA, penghulu, pembantu penghulu dan tenaga administrasi. Yang pegawai negeri baru dua orang, sementara dua orang yang lain masih berstatus honorer. Untuk itu kami juga berharap pegawai tambahan. Kalau tak bisa dari Kementerian Agama kami harap pula dari Pemkab Pelalawan,’’ tutur Mislan.

Kenapa kita minta honornya dari Pemkab juga? Karena walaupun kita di Kemenag ini pegawai pusat tapi kita juga mengurus masyarakat Kabupaten Pelalawan. Saya rasa tak salah pula kalau Pemkab Pelalawan ikut membantu,’’ harap putra jati Kuala Kampar ini yang diaminkan Kepala KUA Kecamatan Kuala Kampar.

Pertumbuhan Ekonomi Kuansing di atas Rata-rata Nasional

Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 05 Mei 2013 | 10.40.00

TELUK KUANTAN (RP) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Mahdi Muhammad menyebutkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Kuansing saat ini di atas rata-rata nasional, yang pertumbuhannya di atas 7 persen. Sementara rata-rata pertumbuhan ekonomi secara nasional hanya mencapai 6,2 persen.
Bila dilihat dari angka kinerja ekonomi di Riau, menurutnya ekonomi Riau cukup menggairahkan. Pasalnya pada tahun lalu ekonomi Riau tumbuh 7,8 persen. Dan pertumbuhan ini menurutnya, juga diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

‘’Riau pertumbuhan ekonominya 7,8 persen tahun lalu, dan khusus untuk Kuansing tumbuh 7 persen lebih dan ini di atas rata-rata nasional,’’ kata Mahdi Muhammad saat memberikan sambutan pada acara peresmian Bank Riaukepri Syariah di Teluk Kuantan, Rabu (10/4).

Di tingkat nasional, PDRB Riau nomor 5 tingkat nasional dengan jumlah Rp469,1 triliun dan nomor satu di luar Pulau Jawa. Diharapkannya, kondisi perekonomian Kuansing saat ini harus dijaga dan ditingkatkan. ‘’Momentum ini harus kita jaga agar pertumbuhan ekonomi kita berkualitas,’’ harapnya.

Disebutkan, bahwa di Kuansing, dana masyarakat terserap di sektor perbankan hampir mencapai Rp1 triliun yang jumlahnya mencapai Rp971,1 miliar. Kemudian, di Kuansing kreditnya besar bila dibandingkan dengan uang yang terserap atau naik 70 persen dari jumlah uang yang terserap. ‘’Itu kondisi perbankan di Kuansing, dimana kreditnya besar mencapai 170 persen dari dana yang diserap,’’ ucapnya.

Angka ini menurutnya, menyebabkan dua hal. Pertama, memang kredit yang dikucurkan kepada masyarakat itu produktif dan kedua, adanya kemungkinan dana yang dipinjamkan itu belum maksimal penggunaannya oleh masyarakat alias kredit bermasalah. Bila dilihat dari data yang dmilikinya, persentase kredit bermasalah di Kuansing termasuk sedikit, yakni sekitar dua persen. ‘’Jadi, ini cukup baik di Kuansing,’’ katanya.

Melalui Bank Riaukepri Syariah, katanya, bisa dioptimalkan untuk mendorong perbankan syariah di Riau. Diharapkan, bank yang ada saat ini lebih memahami apa yang menjadi keperluan masyarakat, dan keperluan pelaku ekonomi. Karena menurutnya, tidak semua masyarakat mudah berurusan dengan bank. ‘’Maka diharapkan banyak turun ke lapangan untuk melihat potensi ekonomi masyarakat kita,’’ harapnya.

Petani Pangean Panen Perdana Hari ini"2013"

PANGEAN (RP) - Sejumlah petani yang melaksanakan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi sawah  non hibrida di Pulau Tengah Pangean melaksanakan panen perdana, Rabu (1/5).

Panen perdana di atas lahan SLPTT ini dihadiri Kepala UPTD Pertanian Pangean Syaiful Anwar, Pjs Kepala Desa Pulau Tengah Harkenzon, para penyuluh dan puluhan petani yang mengikuti program tersebut.

‘’Alhamdulillah, hasil panen di lahan SLPTT ini sangat bagus, sehingga para petani sangat antusias melaksanakan panen perdana ini,’’ kata Kepala UPTD Pertanian Pangean, Syaiful Anwar usai menghadiri panen perdana.

Syaiful berharap, tidak hanya lahan SLPTT di Pulau Tengah yang mengalami peningkatan produksi, namun desa-desa yang melaksanakan program ini hendaknya juga mengalami kondisi yang sama.

Di samping itu, Syaiful juga menaruh harapan supaya sebagian besar petani di Pangean yang tengah panen hendaknya mengalami peningkatan produksi. 

‘’Semoga petani lain hasilnya produksinya juga meningkat,’’ katanya.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Pulau Tengah, Harkenzon menambahkan, suksesnya meningkatkan produktivitas pertanian melalui program ini hendaknya menjadi motivasi bagi para petani di desa ini untuk terus mendukung program SLPTT ini. ‘’Memang sangat besar hasilnya kalau melaksanakan program ini,’’ katanya.

Di Kabupaten Kuantan Singingi ada 3.950 hektare SLPTT. Dan sebagian dari luasannya itu ada yang sudah dipanen, seperti di Hulu Kuantan dan Kuantan Mudik dan Gunung Toar. Harkenzon menaruh harapan besar kepada petani padi di Pulau Tengah ini untuk selalu menerapkan teknologi yang diperkenalkan kepada para petani ini.

Tahun Ini, Pemdes Kelola Penuh Pasar Desa Melalui BUMDes

Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 28 April 2013 | 16.37.00

Tahun Ini, Pemdes Kelola Penuh Pasar Desa Melalui BUMDes
PASIR PENGARYAN-Untuk memaksimalkan pembangunan wilayah pedesaan sebagai kawasan terpadu dan mandiri, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu tahun ini akan memberikan hak penuh pengelolaan pasar desa kepada pemerintah desa setempat. Saat ini, terdapat 81 pasar yang akan segera dikelola pemerintah desa.

Kebijakan itu diambil agar pasar desa dapat dikelola dengan lebih baik dan optimal serta menjadi salah pendapatan bagi desa atau PADes. Ini dilakukan dalam mewujudkan perluasan otonomi bagi desa, melalui program pemberdayaan masyarakat desa.

"Kebijakan ini merupakan salah satu terobosan pemerintah dalam perluasan kewenangan kepada pemerintah desa agar dapat mengelola potensi yang ada di desa untuk percepatan pembangunan pedesaaan. Bahkan, aset Pemkab Rohul yang sudah dibangun di pedesaan juga akan diserahkan kepada pemerintah desa," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Rokan Hulu, Bhudia Kasiono kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, untuk pasar dan aset Pemkab Rohul yang ada di desa akan diserahkan pengelolaannya sepenuhny kepada pemerintah desa mulai tahun 2013 ini. "Mulai tahun ini, pengelolaan pasar desa akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa, termasuk aset yang sudah dibangun pemerintah," paparnya.

Selain itu, menurut Bhudi, diserahkannya pengelolaan penuh pasar kepada desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah terbentuk di seluruh desa. Harapannya, retribusi yang dipungut dapat menjadi dana talangan bagi BUMDes untuk digulirkan kembali kepada masyarakat. Bahkan, menurut Bhudi, sebelum penyerahan pengelolaan pasar dilakukan kepada desa, BPMPD Rokan Hulu juga sudah memberikan pelatihan manajemen kepada 81 pengelola BUMDes.

"Kita berharap, pengelolaan pasar yang dilakukan pemerintah desa akan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Sehingga menjadi kawasan terpadu dan mandiri," ujarnya.

Petani Kuansing Makin Menjerit, Harga Sawit Sekilo Rp800


TELUK KUANTAN-Sejak sebulan terakhir, harga tandan buah segar sawit di Kabupaten Kuantan Singingi terus merosot. Turunnya harga sawit makin meresahkan petani yang selama ini mengantungkan hidup dengan hasil kebun tersebut. Saat ini, harga jual TBS tingkat petani terus menurun dari Rp1.000 perkilogram sampai Rp800 perkilogram.

Di Pucuk Rantau, harga TBS hanya yang ditawar agen buah hanya Rp800 perkilogram. Artinya, harga tersebut kembali mengalami penurunan Rp200 perkilogram. Sebelumnya, harga TBS untuk umur tanam 5 tahun dihargai Rp1.000 kilogram. "Kalau sekarang harganya Rp800 perkilo, sebelumnya Rp1.000," kata Kepala Desa Sungai Besar Pucuk Rantau, Minggu (14/10). 

Diakui, dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab harga TBS terus merosot. "Kalau kita jual ke agen paling bawah sekarang Rp800 perkilo, kalau di pabrik kita kurang tahu," ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan Kuansing, Wariman melalui Kepala Bidang Pembinaan Pengawasan Usaha Perkebunan, Pramudio Nandar, Sabtu (13/10) mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi terkait semakin merosotnya harga sawit petani. Tapi dirinya tidak mengetahui penyebab anjloknya harga sawit tersebut. Sesuai kesepakatan rapat penetapan harga yang digelar Dinas Perkebunan Riau, kata Pramuido, harga sawit tidak seperti ini. Meski begitu, harga kesepakatan tersebut hanya untuk lingkup plasma dan perusahaan, tapi harga itu yang kemudian menjadi dasar penetapan harga sawit di daerah, termasuk untuk harga petani.

Dikatakan, penetapan harga TBS  Provinsi Riau untuk periode 3 s/d 9 Oktober 2012 umur 3 tahun Rp951,88, untuk umur 4 tahun sebesar Rp1.063,97, lalu untuk umur 5 tahun senilai Rp1.138,94,  umur 6 tahun Rp1.171,54, umur 7 tahun Rp1.216,52. Sedangkan sawit untuk umur 8 tahun Rp1.254,38, umur 9 tahun Rp1.294,10 dan untuk umur 10 tahun sebesar Rp1.330,66. Sedangkan Indeks 86,58 persen, harga CPO saat ini 6,326,86 harga kernel dan 3.003,47. Artinya, kalaupun turun hanya Rp171,70 perkilogram untuk umur 10 tahun ke atas. "Sekarang informasi yang kita dengar dari patani harga sawit anjlok, tapi kita belum tahu apa sebabnya," kata Pramudio.

Dikatakan, informasi harga biasanya dikirim Disbun Provinsi sekali seminggu dari hasil penetapan harga setelah rapat dengan pengusaha sawit di Riau. Kemudian, harga sawit ditetapkan berdasarkan umur tanaman sawit pertahun. Ke depan, untuk memantau harga sawit, Disbun Riau telah membentuk tim monitoring dan pembinaan untuk memantau harga. "Ada SK Gubri untuk tim tersebut," tukasnya.

Potensi Wilayah Pertambangan Rakyat Emas di Kuansing Capai 12.413 Ha


Potensi Wilayah Pertambangan Rakyat Emas di Kuansing Capai 12.413 HaTELUK KUANTAN – Hasil pendataan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Kuantan Singingi Provinsi Riau , 12.413,37 Ha lahan memiliki kandungan emas aluvial baik di daratan maupun diperbukitan. Emas aluvial adalah potensi emas dalam bentuk butiran yang ada di permukaan dan dekat permukaan dan sudah pernah menjadi tempat pencarian emas dimasa lalu dengan alat-alat sederhana oleh masyarakat.
Potensi emas butiran itu berpotensi masuk dalam skala pertambangan rakyat dengan pengelolaan secara sederhana seperti mendulang. Potensi yang ada ini dimasukkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kuansing dalam   wilayah pertambangan rakyat ( WPR ) emas yang tersebar di hampir seluruh kecamatan. Namun pemberlakuan WPR ini masih menunggu persetujuan sejumlah Kementrian atas revisi rencana tata ruang dan rencana wilayah ( RTRW ) Provinsi Riau yang didalamnya juga termasuk Kabupaten Kuansing.
            Hal tersebut dibeberkan Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Kuansing, Indra Agus, AP, M.Si pada ekpose penyelesaian penambangan tanpa izin ( PETI ) terutama emas di Balai Adat Teluk Kuantan, Jumat ( 19/4 ) lalu. Acara ini dihadiri Bupati H Sukarmis, Wakil Ketua DPRD Elpius, Kapolres AKBP Wendry Purbyantoro, Kajari Teluk Kuantan, Maryono, SH, MH , Asisten, Kadis, Kaban, Camat, Lurah dan ades serta pemuka masyarakat.   
            12.413,3 hektare potensi WPR emas tersebut katanya tersebar disejumlah 24 WPR. Untuk WPR 1 meliputi kecamatan Singingi Hilir, seluas 417,19 Ha. WPR 2 kecamatan Singingi Hilir dengan emas daratan seluas 224,18 Ha. WPR 3 di kecamatan Singingi Hilir dengan emas daratan seluas 303,91 Ha . WPR 4 di kecamatan Singingi dengan emas daratan dan perbukitan seluas 70,24 Ha. WPR 5 di kecamatan Singingi dengan emas  daratan seluas 136,8 Ha. WPR 6 masih di kecamatan Singingi dengan emas daratan dan perbukitan seluas 356,36 Ha.
            Seterusnya kata Indra, WPR 7 masih di kecamatan Singingi dengan emas daratan seluas 60,87 hektare dan perbukitan seluas 113,53 Ha. WPR 8 di Kecamatan Singingi dan Kecamatan Kuantan Tengah dengan emas perbukitan seluas 113,53 Ha. WPR 9 di kecamatan meliputi kecamtan Hulu Kuantan dengan komodutas emas daratan seluas 62,28 Ha.
            Kemudian WPR 10 meliuti kecamatan Kuantan Mudik  dengan komoditas emas, dataran seluas 255.43 Ha. WPR 11 meliputi Kecamatan Gunung Toar, dengan emas aluvial dataran seluas 56.05 Ha.  WPR 12 meliputi Kecamatan Gunung Toar, dengan komoditas emas aluvial, dataran, total luasannya adalah 87.21 Ha. WPR 13 meliputi Kecamatan Gunung Toar, dengan emas dataran seluas 37.37 Ha.
Selanjutnya, WPR 14 meliputi Kecamatan Kuantan Tengah, dengan emas dataran seluas  598.05 Ha. WPR 15 meliputi Kecamatan Kuantan Tengah, dengan emas dataran seluas 62.30 Ha. WPR 16 meliputi Kecamatan Kuantan Tengah, Benai, Pangean dan Kuantan Hilir, dengan emas dataran seluas 1699.82 hektar, dan emas di perbukitan seluas 446.05 hektar.  WPR 17 meliputi Kecamatan Kuantan Tengah dan Benai, dengan emas perbukitan, seluas  1006.24 hektar.
WPR 18 meliputi Kecamatan Benai, dengan emas dataran seluas 379.35 Ha. WPR 19 meliputi Kecamatan Benai dan  Pangean, dengan komoditas emas dataran seluas 635.78 Ha.  WPR 20 meliputi Kecamatan Kuantan Hilir, dengan komoditas emas dataran seluas 75.42 Ha. WPR 21 meliputi Kecamatan Kuantan Hilir, dengan komoditas emas dataran seluas adalah 362.04 Ha.  WPR 22 meliputi Kecamatan Inuman, dengan komoditas emas aluvial, seluruhnya berada pada morfologi daratan seluas 948.09 Ha.  WPR 23 meliputi Kecamatan Cerenti, dengan komoditas emas dataran seluas 1749.75 Ha. Terkahir WPR 24 meliputi Kecamatan Logas Tanah Darat, dengan emas dataran seluas 1510.99 hektar.
Menurutnya, WPR ini sebagai salah satu upaya dalam menertibkan kegiatan penambangan emas. Menghentikan tentu saja sangat susah, namun bagaimana menertibkannya sesuai aturan yang ada.
Diakui Indra Agus, untuk izin eksploitasi emas diluar skala pertambangan rakyat termasuk golongan A artinya dari pusat bukan dari daerah.

RAPP Serahkan Sembako untuk 140 KK Korban Banjir Kuansing

Written By SEDI SUGANDA on Kamis, 25 April 2013 | 11.49.00

RAPP-Bantu-korban-banjir-Kuansing.jpg
KUANSING – Kepedulian terhadap banjir Kuansing terus berdatangan. Untuk mengurangi kesulitan yang dihadapi masyarakat yang dilanda banjir di dua kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi, yakni Kecamatan Singingi dan Kecamatan Singingi Hilir, PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) Estate Logas, Rabu (20/3/2013), memberikan bantuan sembako kepada 140 KK yang tersebar di lima desa di dua kecamatan tersebut. Lima desa tersebut adalah Desa Muara Lembu, Desa Kebun Lado, Desa Petai, Desa Sungai Paku, dan Desa Tanjung Pauh.

Penyerahan bantuan banjir diserahkan Estate Manager Logas diwakili oleh Head Humas Estate Logas, Herman, yang diterima oleh  Camat Singingi Hilir, Yulfides, S. Sos. didampingi SHR Officer Kabupaten Kuansing, Eka Haris, CD Officer Logas Erian Yusti, SGR Officer Logas Raja Asman, CD BPPUT Kuansing Nazrul Efendi, disaksikan oleh para staf kecamatan, serta para Kepala Desa yang mendapat bantuan banjir.  

Camat Singingi Hilir, Yulpides.S Sos, atas nama pemerintahan mengucapkan apresiasi untuk RAPP yang telah membantu dan peduli terhadap korban banjir di Kecamatan Singingi Hilir dan Kecamatan Singingi. 
“Mudah-mudahan bantuan yang telah diberikan dapat bermanfaat untuk masyarakat yang terkena musibah banjir. Dan diharapkan bantuan dari  RAPP terus berlanjut sehingga dapat membangun reputasi dan pencitraan RAPP ke depan yang lebih baik dimata masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Senada dengan Yulpides, Estate Manager Logas, diwakili oleh  Head Humas Estate Logas, Herman, menyampaikan, RAPP memiliki komitmen yang kuat untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. 

”Pemberian bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen RAPP untuk peduli kepada masyarakat yang mendapat musibah disekitar wilayah operasional, diharapkan dengan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang mendapat musibah banjir, dan terjalinnya hubungan dan koordinasi yang baik dengan pemerintahan dan masyarakat dengan RAPP,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Sei Paku, Eldianto mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh RAPP, dimana dengan adanya bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terkena musibah bandir. 

“RAPP dengan program CD (Community development)-nya juga telah banyak membantu desa yang berada di sekitar wilayah operasionalnya dan  diharapkan RAPP tetap memperhatikan desa-desa tersebut,” tuturnya.

Harga Karet Turun Petani Menangis"

Karet Dumai

DUMAI - Harga jual getah para petani karet di Kota Dumai mengalami penurunan hingga mencapai Rp 2.000 perkilogram. Sebelumnya harga penjualan di tingkat agen berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu perkilogram, namun kini anjlok menjadi Rp 8.000 hingga Rp 8.500 perkilogram.

Edi Susanto, seorang petani karet warga Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur mengeluhkan anjloknya harga jual produksi getah karet ini ke agen penampung.

Dia mengaku tidak mengetahui persis penyebab turunnya harga tersebut, namun dari pihak agen menyebutkan harga penjualan di pabrik juga mengalami penurunan.

"Rabu kemarin masih berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu, namun pada hari ini harga sangat anjlok hingga mencapai Rp 8.500 perkilogram. Kata agen yang menampung hasil getah kami harganya turun di penjualan pabrik kelapa sawit," terang Edi didampingi Mislan, Jumat (19/4) kemarin.

Kondisi penurunan harga yang sudah berlangsung ini terang saja dikeluhkan para petani karet yang sebagian besar membuka perkebunan di Kecamatan Bukit Kapur. Sebagian besar masyarakat di kecamatan tersebut menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian, perkebunan dan wiraswasta. Sehingga, jika harga karet terus turun maka akan memperburuk ekonomi masyarakat.

"Penurunan harga ini tidak ada pengaruhnya dengan kualitas hasil sadapan batang karet kami karena sejauh ini produksi masih bagus dan berkualitas. Kendati begitu, kami tetap menyadap karet dan tetap menjual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Saat ini petani karet di daerah tersebut hanya bisa pasrah dengan harapan harga karet kembali naik. Kepada pemerintah, petani mengharapkan agar secepatnya dapat mengendalikan harga dan memulihkan kembali harga seperti semula.

Menurutnya, dalam sehari produksi dan penjualan getah karet ke kalangan agen, petani karet di Kelurahan Bukit Nenas ini mampu mengumpulkan getah karet hingga mencapai 1 ton perhari dengan produksi per petani bisa mencapai 3 kilogram per hari.

"Ya, karena harganya turun maka kami berharap supaya pemerintah melakukan upaya-upaya pengendalian harga getah yang anjlok ini supaya kehidupan perekonomian para petani tidak mengalami kesulitan," harapnya.

Cetak Sawah Baru 500 Ha di Pucuk Rantau dan Inuman Diusulkan di APBD Riau 2014

Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 24 April 2013 | 16.52.00


Cetak Sawah Baru 500 Ha di Pucuk Rantau dan Inuman Diusulkan di APBD Riau 2014TELUK KUANTAN  - Dalam rangka meningkatkan swa sembada pangan, Pemkab Kuansing melalui Dinas Tanaman Pangan (Distangan) mengusulkan pembangunan cetak sawah baru (CSB) seluas 500 hektar kepada Pemerintah Provinsi Riau tahun 2014 mendatang.

"Itu yang kita usulkan ke Pemprov Riau pada Musrenbang tahun ini, mudah-mudahan direalisasikan tahun 2014 mendatang," kata Kadis Tangan Kuansing, Ir H Hardison MP kepada di Pekanbaru, Selasa (2/4) disela-sela Musrenbang Riau.

500 hektar CSB yang diusulkan, ungkapnya terdapat di sejumlah kecamatan, diantaranya Kecamatan Pucuk Rantau, dan di Kecamatan Inuman. Usulan di Inuman, kata Hardison, karena masyarakatnya sangat antusias menanam padi.
Mengenai Pucuk Rantau, alasanya wilayah ini sangat potensial dikembangkan pertanian, seperti padi. Karena katanya, CSB juga diusulkan disejumlah di Pucuk Rantau. "Karena masih banyak potensi pertanian padi di daerah kita, tentu harus kita gali dan kembangkan," jelasnya.

Pengusulan CSB ini, katanya, tidak terlepas dari upaya pihaknya di Kabupaten Kuansing untuk meningkatkan produktivitas pertanian padi, tentunya dalam rangka mendukung swasembada pangan di Indonesia. "Karena pusat menargetkan swasembada pangan, kita harapkan, program kita di daerah mendapat dukungan dari pusat dan provinsi," katanya.

Sejauh ini, Hardison menilai, program CSB di Kuansing sangat disambut antusias oleh masyarakat. Dan bermodalkan itu, pihaknya akan terus memberikan kesadaran kepada para petani padi untuk terus memanfaatkan dan menanam padi di lahan yang dicetak tersebut.

2013, Sentajo Raya Dapat Rp42 Milyar


2013, Sentajo Raya Dapat Rp42 MilyarTELUK KUANTAN - Pada tahun anggaran 2013 ini, Pemkab Kuansing mengalokasikan dana Rp 42 Milyar bagi kecamatan Sentajo Raya. Dana yang lumayan besar ini disebabkan Sentajo Raya merupakan salah satu kecamatan yang baru dimekarkan dan memerlukan sokongan dana untuk mengatasi kebutuhan sarana dan prasarana insfrastruktur yang masih kurang.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kuansing H Sukarmis saat membuka Musrenbang Kecamatan Sentajo Raya di lapangan sepakbola desa Muaro Sentajo, Rabu ( 20/2 )  pagi. Diantara proyek pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun ini masing-masing pembangunan kantor Camat Sentajo Raya beserta rumah dinas Camat, pembangunan Puskesmas, peningkatan jalan, sarana pendidikan, kesehatan dan perekonomian lainnya.
Selain itu katanya, Pemkab juga merencanakan pembangunan jalan jalur dua dari lokasi kantor Camat Sentajo didesa Koto Sentajo menuju kawasan Teratak Air Hitam. Keberadaan jalan ini hendaknya selain menata kawasan ibukota kecamatan juga memperlancar arus transportasi dari desa-desa menuju ibukota kecamatan Sentajo Raya.
Sementara itu Camat Sentajo , Andika Putra menyatakan terimakasih atas perhatian Pemkab terhadap Sentajo Raya. Namun demikian pada tahun 2014, kecamatan Sentajo Raya tetap mengharapkan perhatian dari Pemkab Kuansing agar aspirasi masyarakat dapat ditampung.
Menurutnya, aspirasi yang hendak direalisasikan pada tahun 2014 mendatang melalui forum Musrenbang ini antara lain pengaspalan ruas jalan poros dari desa Marsawa - Muara Langsat 3,5 kilometer, Koto Sentajo- Jembatan Sungai Langsat 2,5, tebing kuantan desa Pulau Komang-Koto Sentajo 4 Kilometer. 
Untuk sarana dan prasarana gedung ungkapnya, masing-masing pembangunan kantor  Kepala Desa Marsawa dan desa Parit Teratak Air Hitam. Bidang ekonomoi rakyat berupa peremajaan 228 hektare kebun tua masyarakat di 8 desa, pelatihan pemuda putus sekolah dan pengangguran serta pembinaan PKK.
Dalam kesempatan in, Andika Putra juga mengharapkan agar peserta Musrenbang dari kecamatan Sentajo Raya mulai dari Kades, Kepala UPTD dan Kepsek untuk bersungguh dan serius dalam merencanakan usulan pembangunan kepada  masing-masing Satker saat pembahasan dalam Musrenbang.
" Karena Kades, kepala UPTD ( unit pelaksana teknis dinas ) dan Kepsek yang mengetahui apa-apa yang hendak dibangun dengan skala prioritas,"pungkasnya.

APBD 2013 Disyahkan, Sejumlah Kegiatan Dianulir DPRD


APBD 2013 Disyahkan,  Sejumlah Kegiatan Dianulir DPRDTELUK KUANTAN - DPRD Kuansing memberikan persetujuan dan mengesyahkan draft Ranperda APBD 2013 menjadi Perda pada sidang paripurna DPRD Kuansing, Senin ( 28/1 ) siang. Walaupun disetujui, sejumlah kegiatan dianulir DPRD.
Sidang paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Muslim didampingi Wakil Ketua Elpius dan Sardiyono dan dihadiri oleh Bupati H Sukarmis, Kapolres AKBP Wendry Purbvyantoro, Kajari Teluk Kuantan Maryono, SH, MH, Pabung Mayor ( Inf ) Rio Purwantoro, Plh Sekda Frederik, SE, MM, Asisten, Kadis, Kaban, Kakan Direktur RSUD, Camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, cerdik pandai dan undangan lainnya.
            Sebelum disyahkan, juru bicara Badan Anggaran ( Banggar ) DPRD Kuansing, Musliadi, S.Ag  melaporkan hasil pembahasan kepada seluruh anggota DPRD Kuansing yang hadir saat itu. Menurutnya, sebelum disyahkan Bupati Kuansing terlebih dahulu menyampaikan pidato pengantar nota keuangan pada tanggal 15 Januari 2013 lalu.  
Sebelum juga telah dilaksanakan pembahasan KUA-PPAS oleh komisi-komisi dari tanggal 7 Januari sampai dengan 11 Januari, yang selanjutnya hasil pembahasan itu merupakan masukan untuk Banggar dalam pembahasan RAPBD.
            Maksud dan tujuan penyusunan pendapat akhir Banggar cetus Musliadi merupakan penyampaian laporan akhir perumusan terhadap Ranperda APBD 2013 kepada masyarakat dalam forum sidang paripurna yang terbuka untuk umum sehingga diketahui secara luas. Serta sebagia dasar pengambilan keputusan akhir sesuai PP Nomor 16 Tahun 20120 Pasal 85 Ayat 2 dan Peraturan DPRD Nomor 6 Tahun 2010 Pasal 110 Ayat 3 Huruf A angka 1.
                Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan Banggar ujarnya, Banggar bersama TAPD telah menyepakati sejumlah hal terkait pergeseran anggaran, penundaan atau penghapusan anggaran yang dianggap bukan prioritas utama dan penganggaran kegiatan berdasarkan usulan masyarakat yang disampaikan ke DPRD maupun usulan ke Pemkab melalui Musrenbang disejumlah Satker.
            Untuk Dinas Pendidikan ungkapnya, pembangunan tower di SMA Pintar dibatalkan dan dialihkan bagi kegiatan lain dengan alasan kualitas air yang tidak standar sehingga bila dibangun tidak maksimal penggunaannya. Relokasi dan pembangunan TK Pertiwi dibatalkan. Penambahan anggaran untuk pembangunan pagar SMK 1 Benai, pagar SDN 20 Langsat Hulu, pagar SDN Muara Sentajo, pengadaan meubiler SDN 25 Teluk Beringin, Meubiler SDN 21 Pulau Mungkur, Meubiler SDN 08 Sumber Jaya, Meubiler SDN 08 Sumber Jaya, Meubiler SMA Kelas Jauh Kari, Meubiler SMA 2 Singingi, Meubiler SMPN 4 Singingi, pembangunan WC TK Muara Sentajo dan Logas Tanah Darat, pagar SDN 03 Kelas Jauh Ketaping jaya, Pagar SMAN 1 Gunung Toar, pembangunan RKB SMA 1 Cerenti Kelas Jauh.
            Pada Dinas Cipta Karya bebernya, pembangunan hotel dan UNIKS hanya disetujui anggaran penyusunan DED. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, dilakukan penambahan untuk itu eksekutif agar menganggarkan kegiatan yang merupakan apsirasi masyarakat yang telah disampaikan selama pembahasan APBD 2013. Kegiatan pembangunan pasar tradisional berbasis modern di Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan hanya untuk penyusunan DED. Dinas Pariwisata Kebudayaan dan  Pemuda Olahraga dilakukan penambahan anggaran untuk pembangunan lapangan bola di kecamatan Cerenti dan Pangean, pengadaan alat musik tradisional dan pengadaan sarana dan prasarana penunjang wisata Batang Koban.
            Untuk Dinas Perikanan, anggaran operasional alat berat dialihkan untuk kegiatan lain karena status alat berat merupakan pinjam pakai dari pusat sehingga tidak tercatat dalam asset Pemkab, karena itu tidak dibenarkan menggunakan dana APBD  untuk operasional kecuali bila proses hibahnya sudah selesai.
            Bagian Pelayanan Pertanahan Setda ujarnya, anggaran pengadaan lahan di depan Sekolah Pintar seluas 2100 meter persegi dibatalkan. Dinas ESDM dianggarkan pembangunan jaringan listrik bagi daerah yang tidak tertampung dalam bantuan APBN dan APBD Provinsi.

Kuansing Masih Kekurangan 10.599 Ton Beras Pertahun


Kuansing Masih Kekurangan  10.599 Ton Beras PertahunTELUK KUANTAN – Penduduk Kuansing saat ini sudah mencapai 357.381 jiwa. Jika tingkat konsumsi per orang sebesar 114,7 kilogram pertahun, maka  Kuansing  kekurangan stok beras sebesar 10.599 ton setiap tahun nya, jika dibandingkan dengan produksi beras di daerah ini.
Psalnya dari data   2012  lalu, produksi padi di Kuansing sebesar 48.162,29 ton gabah giling kering ( GKG ) atau setara dengan 30.443 ton beras. Sementara itu kebutuhan beras untuk 357.381 jiwa dikalkan dengan konsumsi perindividu  114,7 kilogram  pertahun maka kebutuhan mencapai  41.002,332 ton setiap tahunnya.
“ Ini merupakan salah satu tantangan sektor pertanian tanaman pangan di Kuansing,”ujar Kadis Tanaman Pangan Kuansing, Hardison di Inuman, Jumat ( 19/4 ) pecan lalu.
Tantangan lain yang tak kalah beratnya,  semakin banyak alih fungsi lahan sawah untuk berbagai keperluan seperti lokasi pembangunan pertokoan, permukiman dan yang lainnya.
“ Alih fungsi lahan ini rata-rata terjadi di ibukota Kabupaten dan ibukota kecamatan, dan kedepan hal in tidak bisa dielakkan karena kebutuhan lahan  warga untuk berbafgai kepentingan ini memang meningkat,”ujarnya.
Artinya lanjut Hardison, disaat produksi beras Kuansing belum  cukup memenuh kebutuhan warga, disisi lain lahan sawah  yang subur  semakin banyak beralih fungsi.
Salah satu solusi yang dapat dilakukan mengatasi masalah iini lanjut Hardison, antara lain melalui pencetakan sawah baru, rehab sawah terlantar, optimalisasi pemanfaatan lahan serta  Peningkatan Indek Pertanaman (baik IP -O menjadi IP-100 maupun IP-100 menjadi IP 200) atau populer dengan isitilah tanam 2 x.  
“ Upaya lain yang dilaksanakan untuk menekan kebutuhan beras dengan Program Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP).  Disamping itu dalam beberapa tahun terakhir juga dilaksanakan berbagai program dan kegiatan dalam rangka perbaikan dan peningkatan infrastruktur, baik berupa Pintu Air, Jaringan Irigasi, Jalan Usahatani, serta peningkatan jumlah Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan),”ujarnya.
Karena itu Hardosn berharap Kepala Desa dan Ketua BPD serta Kepala Cabang Dinas yang ada untuk mendukung dalam hal menggerakkan masyarakat, karena disadari sepenuhnya bahwa pembangunan tanaman pangan tidak bisa hanya diselesaikan oleh jajaran Dinas Tanaman Pangan.  Begitu juga dengan Camat dan UPIKA sangat diharapkan dukungannya dalam rangka peningakatn produksi pangan diwilayah ini.

Tiga Pekan Terakhir, Harga Karet di Kuansing Turun



POHON KARET

 Setelah sempat bertahan dengan harga Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram selama tiga pekan terakhir, sekarang harga karet di Kuantan Singingi (Kuansing) kembali turun mencapai Rp 14.500 per kilogram.

“Tiga hari yang lalu, saya menjual karet dengan harga sebesar Rp 14.500 per kilogram. Beberapa pekan lalu, harga mencapai Rp 17 ribu per kilogram, paling rendah sekitar Rp 16 ribu per kilogram,” ujar Syaiful (31) salah seorang petani karet asal Desa Kampung Medan, Kuantan Hilir, Sabtu (25/6/2011).

Berbeda dengan Syaiful, Asman petani karet asal Desa Perhentian Luas, Kecamatan Logas Tanah Darat mengakui harga karetnya memang terjual murah dari harga sebelumnya. Dimana, sebelumnya harganya mencapai Rp 16 ribu per kilogram, sekarang, mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

“Benar, harga karet kami turun, sebelumnya harga karet kami mencapai Rp 16 ribu per kilogram. Nah, sekarang harganya turun mencapai Rp 15 ribu per kilonya,” ujar Asman seperti dilansir Riau Pos, Senin (27/6/2011).

Kardius salah seorang petani karet asal Desa Pasarbaru, Kecamatan Pangean kepada Riau Pos menuturkan, harga karetnya masih bertahan dengan harga sekitar Rp 17 ribu per kilogram.

Ia heran, kenapa harga karet di Kuansing ini harganya jauh berbeda. Diakui Kardius, bahwa ia menjual karet pada saat hari pasar. Sehingga, harganya terasa lebih mahal dari hari-hari biasa.

“Saya masih bersyukur, karet saya masih terjual dengan harga Rp 17 ribu perkilogram, masih sama dengan harga sebelumnya. Saya pun heran, kenapa harga karet kami bervariasi. Tapi memang saya menjualnya setiap hari pasar, karena harga lebih mahal dari hari biasa,” ujar Kardius.

Kemudian, ketika dikonfirmasikan ini ke Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kuansing, Wariman melalui Kabid Pembinaan dan Pengawasan Usaha, Pramudio Nandar, Minggu (26/6/2011) mengatakan, supaya petani ini mendapatkan harga yang lebih baik.

Disbun Kuansing menyarankan supaya membentuk forum kelompok tani. Sehingga, pihaknya bisa membantu kelompok tersebut agar bisa menjual karetnya secara langsung ke perusahaan.

“Saya menyarankan agar petani karet kita mendapatkan harga karet yang lebih baik supaya membentuk forum kelompok tani. Sehingga kita bisa membina dan membantunya supaya bisa langsung menjual karetnya ke perusahaan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengakui, naik dan turunnya harga ini tidak terlepas dari gejolak pasar dunia yang setiap saat bisa berubah. Oleh karenanya, petani juga diharapkan memaklumi kondisi, dan Nandar menegaskan, tidak ada intervensi pemerintah dalam menetapkan harga ini.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kuansing_Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger