Latest Post

Kuala Kampar Dinilai Perlu Kantor KUA Baru

Written By SEDI SUGANDA on Rabu, 12 Juni 2013 | 10.02.00

 
TELUK DALAM (RP) -Kondisi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuala Kampar kini sudah cukup memprihatinkan. Kantor yang berbentuk rumah panggung ini kalau tak segera direhab, bisa-bisa rubuh.

‘’Sejumlah kayunya sudah lapuk dimakan anai-anai. Kantor yang dibangun pada tahun 1985 semasa Kuala Kampar masuk dalam Kabupaten Kampar perlu segera perbaikan,’’ ujar Kepala KUA Kecamatan Kuala Kampar, Abdul Manaf di Teluk Dalam Penyalai, Rabu (5/6).

Memang, lanjut Abdul Manaf, kabarnya Kantor Kemenag Pelalawan akan segera merehabilitasinya dalam tahun ini.

‘’Namun saran saya, sebenarnya lebih baik kalau dibangun baru karena letak kantor sekarang termasuk dalam wilayah pelebaran pelabuhan. Kebetulan pula kita punya tanah cukup luas yaitu 20X70 meter di depan kantor ini. Untuk itu, bangunan tersebut baiknya dipindahkan atau dibangun di depan, ke tepi jalan raya,’’ kata Abdul Manaf.

Hal senada juga disampaikan tokoh agama Kuala Kampar, Mislan SAg. ‘’Dari pada direhab, kantor itu lebih baik dan lebih tepat guna bila dibangun baru. Selain karena kondisi kantor sudah rusak berat, posisi kantor sekarang pun sudah berada di pinggir laut. Tidak menunggu lama bisa tenggelam, kan mubazir,’’ kata Mislan melalui telepon selulernya.

‘’Semakin lama kondisinya semakin mengkhawatirkan karena semakin lapuk. Takut nanti memakan korban karena tumbang,’’ lanjut Mislan.   

Dari pantauan di lapangan, sejumlah tripleks loteng di kantor KUA ini telah bocor dan koyak. Sebagian kayu lantainya pun sudah dimakan anai-anai.

Selain itu, kantor KUA ini perlu tambahan pegawai. ‘’Kini pegawai di kantor ini hanya empat orang, yaitu kepala KUA, penghulu, pembantu penghulu dan tenaga administrasi. Yang pegawai negeri baru dua orang, sementara dua orang yang lain masih berstatus honorer. Untuk itu kami juga berharap pegawai tambahan. Kalau tak bisa dari Kementerian Agama kami harap pula dari Pemkab Pelalawan,’’ tutur Mislan.

Kenapa kita minta honornya dari Pemkab juga? Karena walaupun kita di Kemenag ini pegawai pusat tapi kita juga mengurus masyarakat Kabupaten Pelalawan. Saya rasa tak salah pula kalau Pemkab Pelalawan ikut membantu,’’ harap putra jati Kuala Kampar ini yang diaminkan Kepala KUA Kecamatan Kuala Kampar.

SMKN 2 Raih Adiwiyata Mandiri Nasional

SMKN 2 Teluk Kuantan terus menunjukkan prestasinya di tingkat nasional. Setelah sukses tahun lalu mendapat penghargaan Adwiyata Nasional, sekolah ini berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri tingkat nasional, tahun ini.

Penghargaan ini nantinya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin (10/6) malam kepada Kepala SMKN 2 Teluk Kuantan, Drs Arman Yulis MM. Selain SMKN 2 Teluk Kuantan yang meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional dari Provinsi Riau tahun ini, ada tiga sekolah lainnya juga meraih penghargaan yang sama, yakni SMKN 1 Dumai, SMKN 1 Bangkinang, dan SMAN 1 Siak Hulu.

‘’Alhamdulillah, kita berhasil meraih Adiwiyata Mandiri tingkat nasional tahun ini,’’ kata Kepala SMKN 2 Teluk Kuantan Drs Arman Yulis MM saat ditemui Riau Pos, di Kantor BLHPI Kuansing, Jumat (7/6).

Diakuinya, keberhasilan meraih penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang ada di sekolah, mulai majelis guru, siswa dan orang tua serta masyarakat.

Dan yang tidak kala pentingnya adalah motivasi dan pembinaan yang diberikan Pemkab Kuansing kepada pihaknya di sekolah.

‘’Iya, setelah tahun lalu kita meraih adiwiyata nasional, tahun ini kita berhasil meraih adiwiyata mandiri nasional. Keberhasilan ini atas dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun pihak sekolah,’’ katanya.

Menanggapi keberhasilan ini, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Promosi dan Investasi (BLHPI) Kuansing, Indra Suandy ST MSi menyambut gembira kabar tersebut.

Menurutnya, penghargaan adiwiyata mandiri ini merupakan penghargaan tertinggi terhadap sekolah yang peduli dan konsisten terhadap lingkungan.

‘’Tak ada lagi yang tertinggi, dan penilaian Adiwiyata Mandiri ini merupakan penilaian tertinggi setelah Adiwiyata Nasional. Kita mengucapkan selamat dan kedepan, kita akan terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah lain di Kuansing yang peduli terhadap lingkungan,’’

Perpanjangan Perizinan PT Miracle Terus Dipantau

 

TELUK KUANTAN (RP) - Kapolres Kuantan Singingi AKBP Wendry Purbyantoro SH menegaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses perpanjangan perizinan PT Miracle.

‘’Sekarang kan mereka sedang dalam mengurus perpanjangan perizinan. Ini yang terus kita pantau, apakah mereka beroperasi atau tidak. Tapi memang sejauh ini mereka tidak lagi beroperasi,’’ kata Wendry yang dihubungi Riau Pos, Ahad (9/6).

Kendati perusahaan tambang ini tidak lagi beroperasi, namun Wendry memastikan kalau proses perpanjangan perizinan perusahaan ini tetap dipantau. ‘’Kalau perusahaan ini beroperasi tanpa ada izin, tentu ini akan kita sikat,’’ katanya.

Sebelumnya, Pemuka Masyarakat Kuansing, Ir Mardianto Manan MT menilai, kalau keberadaan PT Miracle ini secara nyata merusak llingkungan. Bekas tambang perusahaan ini, katanya, tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk usaha lain, seperti perkebunan.

‘’Seharusnya perusahaan ini mereklamasi bekas tambangnya. Sehingga tidak hanya mengeksploitasi alam, namun juga harus bertanggungjawab memperbaharui alam,’’ saran Mardianto.

Sebelumnya, Humas PT Miracle, Rasidi mengungkapkan, bahwa pihaknya bersama dengan Pemkab Kuansing telah megupayakan reklamasi bekas tambang, terutama di wilayah yang telah dieksploitasi.

PT Miracle mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di empat lokasi. Pertama, seluas 2.006 hektare di Desa Pulau Padang Kecamatan Singingi, 6.010 hektare di Desa Geringging Baru Kecamatan Sentajo Raya, 4.007 hektare di Desa Logas Kecamatan Singingi dan 100 hektare lagi di Desa Logas, Kecamatan Singingi.

‘’Kalau perizinannya nanti disalahgunakan, kita tidak akan segan-segan untuk mencabut izinnya,’’ kata Sekda H Muharman kepada Riau Pos, beberapa waktu lalu.

Petani Kuansing Juara I Peda KTNA XIV Riau

TELUK KUANTAN (RP)-Setelah perwakilan Kabupaten Kuansing berhasil keluar sebagai juara umum pada pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIV tingkat Provinsi Riau, yang dilaksanakan di Desa Rambah Utama, Kabupaten Rokan Hulu pada 3-8 Juni lalu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP mengajak seluruh pihak terkait untuk mempertahankan prestasi tersebut. 

Dalam lomba yang diikuti itu, KTNA Kuansing berhasil meraih juara pertama di lima kategori, masing-masing stan pameran, tari daerah, vokal group, membuat minuman penyegar dari lidah buaya, dan pacu goni. 

Selain itu, Kuansing berhasil juga keluar sebagai tiga kali juara tiga, masing-masing diraih pada lomba menangkap belut, bola voli putra dan putri.

‘’Alhamdulillah, kita berhasil kembali ke luar sebagai juara umum pada lomba Peda KTNA tahun 2013 di Rohul,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP kepada Riau Pos, Senin (10/6).

Menurut Hardison, keberhasilan meraih juara umum pada lomba tingkat provinsi ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam lomba ini. ‘’Ini adalah hasil dari kerja sama yang kita jalin, sehingga kita bisa juara,’’ akunya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Tanaman dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Kuansing Deflides Gusni SP menambahkan, bahwa kegiatan Peda KTNA ini memiliki target untuk menyejahterakan petani.

Dari kegiatan ini, petani diharapkannya bisa saling tukar pengetahuan tentang pertanian. ‘’Kita bersyukur keluar sebagai juara umum pada lomba ini. Tentunya, kita juga ingin memastikan, bahwa Kuansing bisa,’’ katanya.

Ke depan, Deflides berharap agar para petani di Kuansing semakin termotivasi dan kompak dalam mengikuti lomba apapun dan di tingkat manapun. 

Dengan keberhasilan ini, ia berharap motivasi bagi petani lain di Kuansing agar terus cinta dengan dunia pertanian.

‘’Mari kita pertahankan prestasi ini, semoga kalau kita tetap kompak dan bersatu, kita yakin prestasi ini bisa dipertahankan lagi. Terima kasih semuanya,’’ 

Sawit Solusi Mensejahterakan Daerah Perbatasan

Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 11 Juni 2013 | 17.04.00

kelapa-sawit

Baru-baru ini Indonesia dihebohkan oleh isu  pencaplokan daerah perbatasan oleh Malaysia. Namun pada saat itu juga masyarakat Indonesia dihadapkan pada kenyataan kesejahteraan penduduk di ujung Indonesia yang cukup memprihatinkan.
Achmad Mangga Barani Ketua Umum Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB) menjelaskan begawan perkebunan , salah satu cara mensejahterakan daerah perbatasan adalah dengan membangun kebun sawit di daerah tersebut.  Komoditas sawit berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya, seperti kakao atau karet.
Pembangunan kelapa sawit tidak hanya mensejahterakan masyarakat namun juga bisa mendorong perkembangan ekonomi daerah. Setiap kali ada perusahan yang membangun kebun di suatu daerah maka harus ada pabrik yang dibangun ditempat itu. Berbeda dengan karet atau kakao yang pabriknya adanya diperkotaan.
Ketika ada pabrik yang dibangun di tempat yang terpencil dipastikan setiap 2 minggu setidaknya akan terjadi transaksi minimal Rp. 5 M. “Jadi bisa dibayangkan dampak uangnya yang beredar begitu besar bagi suatu daerah. Maka yang kemudian muncul warung,pasar, bank. Itu sebabnya banyak daerah-daerah pengembangan kelapa sawit yang awalnya desa kemudian menjadi kecamatan, lalu berkembang jadi Ibu kota kabupaten” , ungkap Mangga Barani.
Persoalannya, menurut Mangga Barani Indonesia menerapkan kebijakan savety beltuntuk daerah perbatasan Dimana 5 km  dari batas negara tidak boleh ada penanaman dan umumnya menjadi pengawasan TNI.
Pada tahun 2007 konsorsium PTPN sudah membuat proposal untuk mengembangkan kelapa sawit di daerah perbatasan seluas 180 000 ha. Rencana ini sudah akan segera diakusisi, namun karena ada protes dari LSM rencana itu dihentikan. “ Tentu ini yang membuat saya heran. Kok, negeri ini takut sama LSM,” keluh Mangga Barani.
Oleh sebab itu, Mangga Barani menegaskan untuk mendorong pengembangan kelapa sawit di daerah perbatasan adalah cara mengatasi masalah rendahnya kesejahteraan masyarakat di ujung wilayah Indonesia. “Hanya saja perlu keberanian pemerintah untuk melakukannya,”

KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PERTAHANKAN OPINI WTP

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Kuantan Singingi Tahun Anggaran 2012
Atas capaian itu, Kabupaten Kuantan Singingi menjadi daerah pertama yang sukses mempertahankan opini WTP dari BPK RI di Provinsi Riau. Tahun lalu, Kuansing juga menjadi kabupaten pertama yang meraih opini WTP atas LKPD Tahun anggaran 2011.
Kapasitas mendapatkan opini WTP ini setelah ketua BPK RI Perwakilan Provinsi Riau Drs. Widiyatmantoro mengumumkan sekaligus menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepada Wakil Ketua DPRD Kuantan Singingi Sardiyono, Amd dan Bupati Kuansing H. Sukarmis di Auditorium Kantor BPK Ri Perwakilan Riau, Pekanbaru, Jumat 24/5).
Penyerahan LHP ini juga disaksikan langsung Wakil Bupati Kuantan Singingi H. Zulkifli, MSi serta pemuka masyarkat Kuansing Ir. Mardianto Manan MT IAP, para asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala badan, kepala bagian, dan camat di lingkungan Pemkab Kuantan Singingi.
LHP atas LKPD Kuansing 2012 ini jauh lebih baik dari sebelumnya, yang dikemas dalam tiga buku, Buku pertama adalah LHP yang memuat laporan keuangan Pemkab Kuansing dan opini atas Laporan Keuangan tersebut. Buku kedua memuat LHP atas sistem pengendalian inten dan buku ketiga memuat LHP atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
“Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, bahwa Kabupaten Kuantan Singingi kembali diberikan opini WTP atas LKPD Kabupaten Kuantan Singingi tahun anggaran 2012. Opini lebih baik dari tahun sebelumnya yang mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan (WTP DPP). Dengan ini, kuansing menjadi kabupaten pertama yang mempertahankan opini WTP di Provinsi Riau,” kata kepala BPK RI Perwakilan Riau, Drs. Widiatmantoro, dalam sambutannya.
Selain itu, stebut Widiatmatoro, Pemkab Kuansing termasuk pemerintah daerah yang menyerahkan LKPD TA 2012 unaudit tepat waktu, yaitu pada 26 Maret 2012. Opini WTP yang diberikan tersebut, katanya, telah didasarkan pada langkah-langkah perbaikan yang dilakukan Pemkab Kuansing terhadap paragraf penjelasan pada opini WTP DPP sebelumnya.
Meskipun dalam beberapa hal terdapat temuan mengenai sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, namun temuan tersebut kata Widiaatmantoro, masih dalam batas materialistik dan tolerable error yang diterima. Sehingga tidak mempengaruhi pemberian opini WTP yang diberikan BPK RI.
Pihaknya berharap supaya Pemkab Kuansing mampu mempertahankan dan meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang lebih baik lagi dan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya di Provinsi Riau maupun tingkat nasional. ”Semoga ini bisa dipertahankan,” harapnya.
Atas keberhasilan mempertahankan opini WTP ini, Bupati H. Sukarmis mengatakan, bahwa ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak di Kuansing. Ia berharap, opini WTP ini dapat dipertahankan kembali. “Tidak mudah untuk mempertahankan opini WTP ini, Alhamdulillah kita bisa memperthankannya, “kata Bupati H Sukarmis.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada pihak BPK RI Perwakilan provinsi Riau yang senantiasaimb membantu, membimbing dan memberikan masukan kepada pemkab, sehingga pihaknya bisa memperbaiki pengelolaan keuangan daerah. “dari WTP DPP, kita berhasil meraih WTP Murni, “ katanya.

PERUSAK MOBIL PEJABAT TERUS DIBURU

Perusak terhadap 17 unit mobil di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, beberapa waktu lalu terus diburu oleh tim besar dari Polres Kuansing yang bekerjasama dengan Polres Sawahlunto Sijunjung. Dari 22 orang yang ditetapkan Polres Kuansing sebagai tersangka, dua diantaranya sudah ditahan dan sisanya dikabarkan lari ke wilayah Sumatra Barat. Saat ini, 20 orang yang diduga kuat pelaku perusakan ini terus diburu dibawah pimpinan Wakapolres Kuansing Kompol H. Haldun SH MH. Tersangka belum ada penambahan, sekarang masih terus diburu dan tim sudah bergerah sesuaidengan hasil pengembangan terhadap pemeriksaan saksi-saksi, kata Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro SH.
Kapolres menegaskan, kalau pihaknya akan terus berupaya menemukan dan menangkap pelaku perusakan terhadap 17 mobil itu. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk tim yang bekerjasama dengan Polres Sawahlunto Sijunjung. Kemudian Wakapolres Kuansing H Haldun SH MH yang dihubungi terpisah, mengatakan bahwa dirinya tengah berada dilapangan untuk mencari dan menemukan pelaku pengrusakan. “Kita terus memburunya, sekarang saya berada dilapangan bersama anggota, tambahnya”.
Sebelumnya, Kasatreskrim Polres AKP Jon Sihite mengatakan bahwa saat ini jumlah tersangka bertambah menjadi 22 orang. Sedangkan 2 orang tersangka sudah mendekam diruangan tahanan Mapolres Kuansing. “Kalau TO nya sekarang sudah menjadi 22 orang, sedangkan yang ditahan sudah 2 orang,”katanya.
Dua orang yang sudah ditahan tersebut berinisial NF dan MI. Keduanya, kata Kasat, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ditetapkan sebagai pelaku PETI. Mengenai apakah yang bersangkutan terlibat dalam kasus pengrusakan 17 mobil saat kejadian, akan terlihat setelah pemeriksaan lanjutan terhadap mereka dan calon tersangka lain yang terus diburu. Seperti diberitakan sebelumnya, pada saat berlangsung kegiatan penertiban PETI di Kecamatan Hulu Kuantan, telah terjadi aksi pengrusakan terhadap mobil-mobil anggota tim pada 17 unit kendaraan, baik kendaraan dinas plat merah milik Pejabat Pemkab Kuansing, Pribadi maupun Mobil Dinas Polisi dan Kejaksaan Negeri.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kuansing_Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger