Latest Post
11.15.00

Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.
Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308
Cash Forvisits (Menghasilkan Uang) Dengan Usaha Online
Written By SEDI SUGANDA on Selasa, 24 Desember 2013 | 11.15.00
Anda mungkin bosan mencari kerja sana sini,tapi gak pernah ada hasilnya.
walaupun sudah bekerja tapi penghasilan segitu gitu aja, mungkin anda tertarik dengan usaha sampingan dengan duduk di kantor di depan komputer anda. dengan cara usaha online.
klik aja link ini. caranya mudah, dengan sekali klik dan mendaftar secara gratis kamu akan bisa menghasilkan dolar(bisa di tukarkan ke rupiah). silahkan ajak temen2 atau rekan kerja anda untuk bergabung dengan program ini. tanpa rekan dan teman2 anda,anda belum ada apa2nya.. jadi setiap teman/rekan anda klik dan mendaftar anda akan dapat 10$. tingkatkan terus sampek dolar anda melimpah. setelah lebih 300$ baru anda bisa transfer ke rekening anda.
SELAMAT MENCOBA & SALAM SUKSES.
Silahkan Anda Klik Link dibawah
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=278308
Label:
Hari Ini,
Hot Post,
Hot Sport,
Kejahatan,
Kesenian Daerah,
Korupsi,
Mata pencarian,
Olahraga,
Parpol,
Pelecehan,
Penculikan,
Pertanian,
SDM,
Top News,
Tradisi
11.00.00
Selasa,10 Desember 2013

Ket Foto : Bupati H Sukarmis menyerahkan dana kepada panitia jalur Garuda Baru desa Pulau Mungkur. ( ktc )
Bupati Kuansing Galang Dana Untuk Jalur Garuda Baru "Pulau Mungkur".
Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 22 Desember 2013 | 11.00.00
Bupati Galang Dana Untuk Jalur Garuda Baru Pulau Mungkur, Terkumpul Dana Rp 77 Juta
GUNUNG TOAR – Dalam upaya meringankan biaya pembuatan jalur, Bupati Kuansing, H Sukarmis memimpin penggalangan jalur ‘Garuda Muda’ Desa Pulau Mungkur.
Penggalangan dana oleh orang nomor satu Kuansing itu saat menghadiri melayur jalur Garuda Baru desa Pulau Mungkur Kecamatan Gunung Toar, Senin malam (9/12/2013) malam . Dari hasil penggalangan dana tersebut terkumpul dana Rp 77 juta lebih.
Selain Bupati H Sukarmis, hadir pada acara acara ini tersebut Sekda Kuansing H Muharman, Wakil Ketua DPRD Sardiono, Anggota DPRD Kuansing Andi Cahyadi, kepala dinas/badan, kabag di lingkungan Pemkab Kuansing. Camat Hulu Kuantan, Camat Kuantan Mudik, Camat Pucuk Rantau, dan Camat Gunung Toar sendiri selaku tuan rumah.
Rp 77 Juta dana yang berhasil dikumpulkan pada saat penggalangan tersebut berasal dari Bupati Kuansing sebesar Rp 15 juta, pribadi H Sukarmis Rp 5 juta dan atas nama Ketua Golkar Kuansing Rp 5 juta.
Kemudian ditambah sumbangan dari para kadis sebesar Rp 10 juta, Indra Putra ST sebesar Rp 2,5 juta, Andi Cahyadi menyumbang Rp 1 Juta dan Sekda Kuansing H Muharman menyumbang Rp 5 juta. Sehingga total sumbangan yang terkumpul mencapai Rp 77 juta lebih.
Dalam sambutannya, Bupati Sukarmis berharap jalur Garuda Baru milik desa Pulau Mungkur dapat memacu prestasi dimasa-masa yang akan datang, sebagaimana harapan masyarakat sebelum membuat jalur baru ini. Apalagi jalur dari desa ini juga cukup dikenal masyarakat karena berprestasi diberbagai ajang.
Yang tak kalah pentingnya tambah Sukarmis, masyarakat juga diminta memahami hakekat dan nilai-nilai positif yang terdapat dalam budaya pacu jalur yakni semangat kebersamaan dan gotong royong. Karena tanpa semangat kebersamaan dan gotong royong, pembuatan sebuah jalur tidak akan terlaksana.
“ Mari Kita lestarikan semangat kebersamaan dan gotong royong ini tidak hanya saat pembuatan jalur namun untuk bidang lainnya sepereti bidang pertanian dan perkebunan serta ekonomi kerakyatan dan bidang sosial lainnya,”pungkas Sukarmis.
Label:
Breaking News,
Hari Ini,
Hot News,
Kesenian Daerah,
Objek Wisata,
Olahraga,
Top News,
Tradisi
10.50.00
Dukun Santet Dibakar Hidup-Hidup "Inuman" Kuansing
Written By SEDI SUGANDA on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 10.50.00
SEORANG DUKUN SANTET DIBAKAR MASSA.

PEKANBARU -Jasad Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi korban pembakaran massa akibat disangka dukun santet pada Kamis (3/10 ) akan dikebumikan siang ini.
"Sebelumnya anggota sempat kesulitan untuk menyerahkan kepada siapa mayat korban. Karena dia tinggal sendiri di desa itu, tanpa ada saudara," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Aji Irawan yang menghubungi media ini, Jumat (4/10).
Ia menjelaskan, setelah bersusah payah hingga jasad korban terkesan terlantar, akhirnya anggota menemukan seseorang yang bersedia untuk mengebumikan korban.
"Warga itu adalah yang menumpangi tempat tinggal korban. Sebelumnya dia sempat menolak, namun setelah dimediasi, akhirnya bersedia. Rencananya pemakaman akan dilakukan siang ini," katanya.
Pada Kamis (3/10) siang, dilaporkan bahwa Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, dibakar oleh massa karena dianggap sebagai dukun.
Puncak marah warga, berawal ketika terjadi beberapa kasus kesurupan yang dialami oleh pelajar di satu sekolah menengah pertama di kecamatan itu dengan menyebut-nyebut nama 'Mbah'. 'Mbah' menurut Kapolres adalah sebutan untuk korban Paiman selama ia tinggal menumpang di rumah seorang warga, Rinson.
Mau tau berita kuansing lainnya klik link ini http://kuansing-terkini.blogspot.com/
PEKANBARU -Jasad Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi korban pembakaran massa akibat disangka dukun santet pada Kamis (3/10 ) akan dikebumikan siang ini.
"Sebelumnya anggota sempat kesulitan untuk menyerahkan kepada siapa mayat korban. Karena dia tinggal sendiri di desa itu, tanpa ada saudara," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Aji Irawan yang menghubungi media ini, Jumat (4/10).
Ia menjelaskan, setelah bersusah payah hingga jasad korban terkesan terlantar, akhirnya anggota menemukan seseorang yang bersedia untuk mengebumikan korban.
"Warga itu adalah yang menumpangi tempat tinggal korban. Sebelumnya dia sempat menolak, namun setelah dimediasi, akhirnya bersedia. Rencananya pemakaman akan dilakukan siang ini," katanya.
Pada Kamis (3/10) siang, dilaporkan bahwa Paiman (80), warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, dibakar oleh massa karena dianggap sebagai dukun.
Puncak marah warga, berawal ketika terjadi beberapa kasus kesurupan yang dialami oleh pelajar di satu sekolah menengah pertama di kecamatan itu dengan menyebut-nyebut nama 'Mbah'. 'Mbah' menurut Kapolres adalah sebutan untuk korban Paiman selama ia tinggal menumpang di rumah seorang warga, Rinson.
Mau tau berita kuansing lainnya klik link ini http://kuansing-terkini.blogspot.com/
Label:
Berita,
Breaking News,
Korban Jiwa,
Top News
11.01.00

PANGEAN (RP) - Masyarakat Sako Kecamatan Pangean dihebohkan dengan adanya upaya penculikan terhadap anak-anak oleh orang tak dikenal, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (5/9).
Namun upaya penculikan terhadap anak yang usianya sekitar 8 tahun itu gagal terjadi, karena anak tersebut bisa menghindar dengan cara melompat ke semak-semak di sekitar tempat kejadian, persisnya tidak jauh dari wilayah Polsek Pangean.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, anak tersebut berjalan dari arah Sako menuju arah Pasarbaru Pangean. Kejadiannya bermula pada saat sebuah mobil jenis truck melaju dari arah Teluk Kuantan.
Setibanya berada di tempat anak itu berjalan, mobil tersebut mencoba menghampiri, namun dengan sigap anak itu langsung melompat ketika ada upaya penculikan.
‘’Iya, heboh juga dengan kejadian itu, karena kan tak biasanya kejadian penculikan anak terjadi di Pangean bahkan Kuansing,’’ ujar Sotri Denti, salah seorang warga asal Pulau Rengas Pangean yang melintas pada saat kejadian, Kamis (5/9).
Menurut Sotri, kejadiannya ini mengundang perhatian banyak masyarakat di wilayah Sako. Pasalnya, penculikan anak sepertinya sudah mulai masuk ke wilayah Kuansing. ‘’Tentu dengan kejadian ini akan membuat kita lebih berhati-hati dengan anak,’’ ujarnya.
Terkait kejadian ini, Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni SH MH yang dikonfirmasi Riau Pos terpisah mengakui, adanya upaya penculikan anak di wilayah Pangean. Ia mengimbau masyarakat Pangean waspada terhadap kejadian tersebut.
‘’Memang ada, tapi gagal, karena pada saat mau dihampiri, anak itu langsung melompat ke semak-semak,’’ ujar Milson.
Menurut Milson, mobil yang hendak melakukan upaya penculikan itu adalah jenis truk yang datang dari arah Teluk Kuantan.
Warga Dihebohkan Upaya Penculikan Anak di Kuansing
Written By SEDI SUGANDA on Minggu, 15 September 2013 | 11.01.00
PANGEAN (RP) - Masyarakat Sako Kecamatan Pangean dihebohkan dengan adanya upaya penculikan terhadap anak-anak oleh orang tak dikenal, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (5/9).
Namun upaya penculikan terhadap anak yang usianya sekitar 8 tahun itu gagal terjadi, karena anak tersebut bisa menghindar dengan cara melompat ke semak-semak di sekitar tempat kejadian, persisnya tidak jauh dari wilayah Polsek Pangean.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, anak tersebut berjalan dari arah Sako menuju arah Pasarbaru Pangean. Kejadiannya bermula pada saat sebuah mobil jenis truck melaju dari arah Teluk Kuantan.
Setibanya berada di tempat anak itu berjalan, mobil tersebut mencoba menghampiri, namun dengan sigap anak itu langsung melompat ketika ada upaya penculikan.
‘’Iya, heboh juga dengan kejadian itu, karena kan tak biasanya kejadian penculikan anak terjadi di Pangean bahkan Kuansing,’’ ujar Sotri Denti, salah seorang warga asal Pulau Rengas Pangean yang melintas pada saat kejadian, Kamis (5/9).
Menurut Sotri, kejadiannya ini mengundang perhatian banyak masyarakat di wilayah Sako. Pasalnya, penculikan anak sepertinya sudah mulai masuk ke wilayah Kuansing. ‘’Tentu dengan kejadian ini akan membuat kita lebih berhati-hati dengan anak,’’ ujarnya.
Terkait kejadian ini, Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni SH MH yang dikonfirmasi Riau Pos terpisah mengakui, adanya upaya penculikan anak di wilayah Pangean. Ia mengimbau masyarakat Pangean waspada terhadap kejadian tersebut.
‘’Memang ada, tapi gagal, karena pada saat mau dihampiri, anak itu langsung melompat ke semak-semak,’’ ujar Milson.
Menurut Milson, mobil yang hendak melakukan upaya penculikan itu adalah jenis truk yang datang dari arah Teluk Kuantan.
Label:
Hot News,
Kejahatan,
Penculikan,
Top News
10.52.00
KUANTAN MUDIK (RP) - Obyek wisata Danau Kebun Nopi yang terletak di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik telan korban jiwa.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (29/8), seorang pelajar dari Desa Bukit Pedusunan meninggal diduga tenggelam di danau tersebut pada saat mandi bersama teman-temannya.
Pelajar tersebut bernama Rini yang masih berusia 15 tahun. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SLTP ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuantan Mudik.
Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dibawa ke Puskesmas Lubuk Jambi, meski sempat mendapat pertolongan dari para tenaga medis.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, Rini diketahui pada sore kemarin mandi bersama teman-teman sebayanya di dekat daerah yang di namakan punggung gajah atau tepatnya di samping pintu air Danau Kebun Nopi.
Sedang asyik mandi dan berenang, saat itulah Rini menghilang dan membuat panik teman sebayanya.
Melihat Rini tidak muncul ke permukaan, lalu temannya meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, tiba-tiba tubuh Rini terlihat muncul ke permukaan. Melihat itu pula, tubuh Rini dapat diangkat ke permukaan oleh temannya.
‘’Setelah Rini ditemukan, dengan menggunakan sepeda motor lalu kita bawa ke Puskesmas, namun Nyawanya tetap tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Desa Bukit Pedusunan, Masril, Kamis (29/8).
Diakui Masril, daerah tempat mandi Rini dan teman sebayannya itu memang cukup dalam, sehingga kalau anak kecil biasanya tidak bisa menggapai dasar sungai.
‘’Yang mengangkat Rini kemarin juga anak-anak yang sama mandi dengannya, baru kita sampai, dan langsung membawanya ke puskesmas,’’ ujarnya.
Korban Jiwa di Tempat Wisata Kobun Nopi
Sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (29/8), seorang pelajar dari Desa Bukit Pedusunan meninggal diduga tenggelam di danau tersebut pada saat mandi bersama teman-temannya.
Pelajar tersebut bernama Rini yang masih berusia 15 tahun. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SLTP ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuantan Mudik.
Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dibawa ke Puskesmas Lubuk Jambi, meski sempat mendapat pertolongan dari para tenaga medis.
Dari informasi yang diperoleh Riau Pos, Rini diketahui pada sore kemarin mandi bersama teman-teman sebayanya di dekat daerah yang di namakan punggung gajah atau tepatnya di samping pintu air Danau Kebun Nopi.
Sedang asyik mandi dan berenang, saat itulah Rini menghilang dan membuat panik teman sebayanya.
Melihat Rini tidak muncul ke permukaan, lalu temannya meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, tiba-tiba tubuh Rini terlihat muncul ke permukaan. Melihat itu pula, tubuh Rini dapat diangkat ke permukaan oleh temannya.
‘’Setelah Rini ditemukan, dengan menggunakan sepeda motor lalu kita bawa ke Puskesmas, namun Nyawanya tetap tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Desa Bukit Pedusunan, Masril, Kamis (29/8).
Diakui Masril, daerah tempat mandi Rini dan teman sebayannya itu memang cukup dalam, sehingga kalau anak kecil biasanya tidak bisa menggapai dasar sungai.
‘’Yang mengangkat Rini kemarin juga anak-anak yang sama mandi dengannya, baru kita sampai, dan langsung membawanya ke puskesmas,’’ ujarnya.
Label:
Hari Ini,
Hot News,
Kecelakaan,
Korban Jiwa
10.29.00
KUANSING (RP) - Jalan Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan sepanjang 215 meter yang menghubungkan Desa Lubuk Ambacang menuju Desa Koto Kombu, diaspal Jumat (6/9/2013).
Kepala Desa Lubuk Ambacang, Ardison melalui Sekretaris Desa, Marhalim saat dihubungi Riau Pos menyebutkan, bahwa pengaspalan ini dimulai dari Pasar Lubuk Ambacang menuju jalan baru.
‘’Ini menyambung jalan kabupaten yang dulunya hanya sampai pasar Lubuk Ambacang. Kini sudah disambung hingga jalan baru dekat jembatan perbatasan desa Koto Kombu,’’ ujar Marhalim.
Dengan diaspalnya jalan ini, masayarakat Lubuk Ambacang sangat berterima kasih kepada pihak terkait. Sebab, sebelum jalan ini diaspal, kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat musim hujan.
‘’Kami sangat berterima kasih sekali karena sudah diaspalnya jalan ini. Biasanya kalau turun hujan, didepan rumah saya ini sangat licin sekali. Dan sering warga jatuh saat menurun kalau dari arah desa Koto Kombu," kata Pudin salah seorang warga Lubuk Ambacang.
Jalan Lubuk Ambacang-Koto Kombu Diaspal
Kepala Desa Lubuk Ambacang, Ardison melalui Sekretaris Desa, Marhalim saat dihubungi Riau Pos menyebutkan, bahwa pengaspalan ini dimulai dari Pasar Lubuk Ambacang menuju jalan baru.
‘’Ini menyambung jalan kabupaten yang dulunya hanya sampai pasar Lubuk Ambacang. Kini sudah disambung hingga jalan baru dekat jembatan perbatasan desa Koto Kombu,’’ ujar Marhalim.
Dengan diaspalnya jalan ini, masayarakat Lubuk Ambacang sangat berterima kasih kepada pihak terkait. Sebab, sebelum jalan ini diaspal, kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat musim hujan.
‘’Kami sangat berterima kasih sekali karena sudah diaspalnya jalan ini. Biasanya kalau turun hujan, didepan rumah saya ini sangat licin sekali. Dan sering warga jatuh saat menurun kalau dari arah desa Koto Kombu," kata Pudin salah seorang warga Lubuk Ambacang.
Label:
Bangunan,
Inprastruktur,
Jajanan,
Top News,
Transportasi
10.06.00
TELUK KUANTAN (RP) - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) terus marak di wilayah Kabupaten Kuantan singingi.
Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.
Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.
Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.
Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu.
Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.
Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.
Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh.
Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.
‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.
Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.
Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini.
Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’
Aktivitas PETI Rambah Wilayah Ibukota Kuansing
Bahkan sekarang, aktivitas yang dinilai merusak lingkungan ini sudah mulai masuk dan merambah ke wilayah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Pulau Aro, Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. Di wilayah sudut Kota Teluk Kuantan ini, PETI yang dilaksanakan di Sungai Kuantan sudah mulai marak dan meresahkan masyarakat setempat. Dikhawatirkan, aktivitas ini bisa merambah ke arena pacu jalur nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan.
Pasalnya, jarak Pulau Aro dengan arena pacu jalur Tepian Narosa ke arah hulu hanya sekitar 2 kilometer.
Tidak hanya di bagian hulu, aktivitas PETI ini juga marak di bagian hilir arena pacu jalur Teluk Kuantan, tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Teluk Kuantan dengan Pulau Komang Sentajo dan Seberang Taluk Hilir dengan Pulau Baru Kopah yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.
Jika hal ini dibiarkan, tentu aktivitas ilegal ini akan mengancam arena pacu jalur Teluk Kuantan.
Sebelumnya, puluhan masyarakat Pulau Aro dikabarkan membakar dua unit kapal PETI yang beroperasi di desa tersebut, Rabu (11/9) malam lalu.
Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sempat ditantang oleh pihak pemilik rakit bersama orang yang melindunginya, sehingga pada saat itu sempat terjadi keributan dan suasana sempat sedikit memanas. Namun hal itu bisa diselesaikan oleh perangkat desa setempat.
Kepala Desa Pulau Aro, Lihendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9) siang lalu membenarkan insiden tersebut. ‘’Malam itu seluruh perangkat termasuk kepala dusun, ketua pemuda, dan BPD sudah abang suruh kumpul untuk menyelesaikannya,’’ ujar Lihendri mengawali pembicaraannya.
Diakuinya, keberadaan aktivitas PETI di wilayah itu memang sudah sangat meresahkan warga masyarakat, selain karena bunyinya yang hingar bingar, juga mengakibatkan tebing-tebing runtuh.
Untuk itu, pihaknya bersama perangkat desa lainnya termasuk pemuda sudah mendatangi para pelaku PETI itu agar mereka tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut, tapi ternyata tidak diindahkan, sehingga wajar masyarakat melakukan aksi demikian.
‘’Rata-rata pemilik dompeng itu kan orang luar, tapi ada yang mem-backing orang sini (Pulau Aro, red), tapi kita tidak akan pedulikan itu, siapa pun dia akan tetap tidak akan diizinkan mereka beraktivitas di wilayah kita,’’ tegasnya.
Beberapa waktu lalu, aktivitas PETI di wilayah perbatasan Desa Sawah dengan Pulau Komang Sentajo juga sempat dibakar oleh masyarakat setempat, yang melibatkan masyarakat Seberang Taluk Hilir dan Desa Sawah.
Terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Teluk Kuantan ini, Wakapolres Kuantan Singingi, Kompol H Haldun SH MH mengatakan, kalau pihaknya sangat komit untuk memberantas aktivitas ilegal ini.
Pihaknya berharap kepada tim terpadu penertiban PETI supaya secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas itu. ‘’Penindakan terhadap PETI ini tidak akan pernah berhenti, akan terus jalan,’’
Label:
Bencana Alam,
Demonstrasi,
Hot News,
Sumber Daya Alam,
Tenaga Kerja